Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 9


__ADS_3

"Lepaskan dia, atau kau sendiri yang akan aku hancurkan" tegas Ara dengan sorot mata tajam menatap Bella dan kedua temannya.


Bella menatap takut mata Ara. Dia tak menyangka Ara mempunyai aura yang menakutkam seperti itu.


"Lepaskan dia Stev" perinta Bella kepada temannya.


"Tapi Bell" protes Stevi.


Namun Bela memlototinya.


"Pergi sana" ucap Stevi sambil mendorong tubuh Nina keluar dari ruangan tersebut.


Dengan acuhnya Ara juga ikut keluar dari ruangan itu, Ara tak peduli tatapan mata mereka semua.


"Shitt....kita tak bisa meremehkan anak itu" umpat Bella.


"Segeralah bertindak Bell, memangnya apa yang kau takutkan" ucap Silvy.


"Bahkan gue sudah pernah menyuruh orang untuk mencelakai dia, tapi bukan dia yang celaka tapi orang suruhanku lah yang babak belur di hajarnya" ucap Bella kesal.


"Hah? Lo serius Bel" tanya Stevi kaget.


Bagaimana mungkin tubuh kecil Ara bisa menghabisi orang suruhan Bella.


"Buat apa gue berbohong sama kalian, tak ada untungnya buat gue ini" ucap Bella


"Ternyata di balik tubuh kecilnya dia jago bela diri juga" ucap Silvy kagum.


"Sepertinya kita harus cari cara lain untuk mencelakai dia" ucap Stevi.


"Besok ada pertandingan basket, sepertinya kita bisa memanfaatkan moment itu untuk mencelakainya, gue akan atur supaya tim kita bisa bertanding dengan dia" ucap Bella dengan senyum menyeringai.


*


Di kelas Ara terjadi kehebohan karena kedatangan murid baru pindahan dari sekolahan lain.


"Pagi anak-anak, pagi ini kita kedatangan murid baru" sapa guru. "Tolong maju ke depan dan perkenalkan diri kamu kepada mereka semua." pinta sang guru kepada murid baru.


Murid baru itu pun mengangguk patuh.


"Hai cowok...kalem amat, garang dikit napa" teriak Marissa.


Membuat semuanya tertawa.


"Ck, gue tandain wajah lo" batin murid baru.


"Perkenalkan nama aku Aciel cristian pranaja, terserah kalian mau panggil saya siapa" ucap Aciel cuek.


"Panggil sayang aja boleh ngga sih" teriak Indri


"Gaskeun Ndri," sorak Ara.


"Pepet terus Ndri, jangan kasih kendor" timpal Marissa.


"Boleh, kalau lo mau" sahut Aciel semakin membuat hati kaum hawa bergetar.

__ADS_1


Suasana kelas menjadi semakin Ramai, bak gayung bersambut Indri semakin gencar menggoda Aciel.


"Aduhhh...berasa mau pingsan, tolong kasih gue nafas buatan dong" drama Indri semakin menjadi.


Plak


Ara memukul kepala sahabatnya itu karena kesal, semua tertawa lepas melihat kemalangan Indri yang kena keplak sama Ara.


"Jangan bikin malu gue Ndri, jadi cewek tuh jual mahal dikit napa sih Ndri" jengkel Ara.


"Yeee...jangan mahal-mahal Ra, nanti susah lakunya" sanggah Indri sambil mengusap kepalanya yang kena pukul Ara.


"Serah lo dah Ndri, serah lo" sahut Ara gemas sama sahabatnya itu.


Aciel merupakan murid pindahan dari sekolahan lain, di pindah karena di keluarkan dari sekolahan sebelumnya karena selalu bolos dan suka tawuran.


Wajah kalemnya hanya untuk menutupi kebrutalan dia, apa lagi dia merupakan murid baru di kelas Ara, tidak lucu dong kalau baru masuk langsung di keluarkan lagi, bisa di gantung sama orang tuanya nanti.


"Aciel kamu bisa duduk di sana" ucap Guru sambil menunjukkan bangku yang masih kosong di belakang Ara.


"Terima kasih pak" balas Aciel seraya berjalan mendekati bangku yang sudah di tujukan untuknya.


Aciel melirik Ara sekilas ketika dia berjalan melewati bangku Ara.


...****************...


Jam istirahat pun tiba, semua murid berbondong-bondong keluar dari kelasnya menuju ke kantin.


"Heh bocil, ayo ikut kita ke kantin," ajak Ara ketika melihat Aciel sendirian di mejanya.


"Sama aja ciel ciel juga" ngeyel Ara.


"Lo ini Ra, demen banget ganti-ganti nama orang" sela Marissa sambil menepuk bahu Ara pelan.


"Lo ngga liat apa, mukanya saja kek bocil" sahut Ara.


"Ya ampun, itu namanya baby face Ara" kesal Marissa sambil menyentil kening Ara.


"Aduhhh....sakit Maryati" ringis Ara sambil mengelusnya keningnya.


Indri menggelengkan kepalanya melihat perdebatan sahabatnya itu.


"Berisik" ucap Aciel menghentikan perdebatan mereka.


"Lo mau ikut kita ke kantin nggak? Lo akan rugi kalau tidak mau bergabung dengan cewek-cewek kece seperti kita" bujuk Indri dengan gaya centilnya.


Jika di sekolah Indri akan memasang wajah polos dan centilnya.


Kalau Marissa sedikit tomboy dan mempunyai mulut pedas seperti cabe.


"Ayo deh, dari pada gue sendirian di sini kek orang begok" sahut Aciel yang akhirnya luluh denagan bujuk rayu mereka.


Aciel pun berjalan bersama menuju ke kantin, Aciel jadi pusat perhatian semua murid yang ada di kantin tersebut.


Pasalnya mereka merasa asing dengan wajah Aciel di sekolahnya.

__ADS_1


"Tumben lo satu meja sama kak Nay Sky" tanya Ara ketika melewati meja Nayla.


"Ck, kau saja yang tak pernah melihatnya, gue cukup sering gabung dengan kak Nay" sahut Sky. Nayla mengangguk.


"Siapa Ra" tanya Nayla pada Ara seraya menunjuk Aciel.


"Dia bocil kak, anak baru di kelas Ara." jawab Ara memperkenalkan Aciel kepada Nayla.


"Hah? Kok bocil sih, dia kan satu kelas sama lo Ra" tanya Nayla bingung.


"Tak usah dengarkan ucapan Ara kak, nama aku Aciel, anak baru di kelaa Ara" ucap Aciel jengah dengan Ara, lalu dia memperkenlkan dirinya sendiri kepada Nayla seraya mengulurkan tanganya kepada Nayla.


"Nayla anak kelas 3," balas Nayla seraya menyambut uluran tangan Aciel.


"Dasar bocil modus" ucap Ara seraya menoyor kepala Aciel.


Aciel melepas tanganya.


"Lo jadi cewek kenapa barbar sih Ra' "gerutu Aciel.


"Sudah ngga usah banyak protes, ayo kita susul Indri sama Marissa." ucap Ara sambil mengapit tangan Aciel.


"Kak, Ara ke teman-teman Ara dulu ya" pamit Ara kepada Nayla.


Nayla dan Sky geleng-geleng kepala melihat sifat barbar Ara yang tak berubah, tak ada manis-manisnya sama sekali.


Daris sudut yang lain, ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi Ara dan Aciel dengan tatapan dingin. Dia seolah tidak suka dengan kedekatan mereka.


Plak


"Lo kenapa sih bro liatin mereka terus" ucap Vian yang sejak tadi mengikuti arah pandang Narendra.


"Diam lo" ketus Narendra lalu mengalihkan pandangannya.


"Ini tuh namanya cinta dalam diam, kau suka sama Ara tapi tak berani ngungkapin" ejek Vian.


"Tidak, siapa juga yang mencintai gadis barbar seperti itu" sanggah Narendra.


"Justru gadis barbar itu yang bisa membuat hidup lo menjadi berwarna bro, tidak kaku seperti kanebo kering" ucap Vian.


"Ata jangan-jangan lo menyukai boneka Anabell ya" tanya Vian.


"Lo itu kalau ngomong jangan asal, mana ada aku menyukai boneka Anabell itu" jawab Narendra sambil menoyor kepala Vian.


Vian merupakan teman sekelas Narendra sekaligus teman sebangkunya.


Jadi Vian tahu kalau diam-diam Narendra suka memperhatikan Ara.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote🙏


Happy reading guys🙏


Bulan ini mulai rutin up bab baru ya

__ADS_1


__ADS_2