Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 40


__ADS_3

Keesokan harinya setelah pulang kuliah Bella langsung meluncur menuju ke rumah Nayla, ia ingin mendekati Nayla untuk mempermudah dirinya mengambil hati Alana mamahnya Narendra.


"Maaf, nona ini siapa dan mau bertemu siapa?" tanya satpam rumah Raka.


"Saya Bella pak teman sekolah Nayla pak, saya ingin ketemu Nayla" jawab Bella dengan wajah di buat seramah mungkin, namun dalam hatinya justru kebalikannya.


"Silahkan masuk non Bella, nona Nayla baru saja sampai rumah" ucap satpam lalu membukakan gerbang untuk Bella.


Bella pun mengemudikan mobilnya masuk kedalam halaman rumah Nayla dan memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Nayla.



"Ternyata rumahnya besar sekali, sepertinya aku sudah benar mengejar cinta Narendra" gumam Bella sambil membayangkan menjadi menantu di rumah mewah tersebut.


Dengan penuh semangat Bella keluar dari mobilnya, ia begitu antusias berjalan menuju ke rumah Nayla lalu mengetuknya.


Ting Tong


Ting Tong


Ting Tong


Bella memencet tombol rumah Nayla.


Ceklek...


Terlihat satu pelayan di rumah Alana membukakan pintu untuk Bella.


"Maaf nona mencari siapa" tanya sang pelayan dengan ramah.

__ADS_1


"Saya Bella, saya mau bertemu dengan Nayla" sahut Bella ketus.


"Silahkan masuk nona, non Nayla ada di dalam" ucap pelayan mempersilahkan Bella masuk kedalam rumah.


Bella dengan gaya angkuhnya masuk begitu saja kedalam rumah Nayla, membuat sang pelayan mengelus dada sabar.


"Non Nayla nemu temen modelan gini dimana sih, perasaan nyonya Alana saja tidak sombong seperti dia" gumam sang pelayan sambil masuk kedalam menuju ke ruang tengah untuk memanggil Nayla.


Sedangkan di ruang tengah Nayla sedang duduk bersama mamanya sambil memakan kudapan yang di buat oleh pelayannya di rumah.


"Ada apa bi" tanya Alana yang melihat pelyannya menghampirinya.


"Itu nyonya, ada temannya non Nayla di depan" sahut Bibi.


"Hah, siapa? perasaan Nayla gak ada janji bertemu seseorang" timpal Nayla.


Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Bella datang kerumahnya, mau ngapain memangnya pikir Nayla.


"Kamu kenal sayang" tanya Alana.


"Teman SMA Nayla ma, tapi Nayla malas menemuinya" sahut Nayla.


"Jangan begitu sayang, dia sudah jauh-jauh datang kerumah ini jadi kamu harus menemuinya siapa tahu ada yang penting" bujuk Alana.


Dengan perasaan kesal Nayla beranjak dari sofanya dan berjalan menuju ke ruang depan untuk menemui Bella.


"Hai Bell, tumben datang kerumah gue, ada apa?" tanya Nayla langsung sambil tersenyum yang di paksakan.


"Saya hanya ingin main saja Nay, sudah lama juga kita tidak bertemu" sahut Bella basa basi.

__ADS_1


Bella melirik kesana kesini berharap Alana keluar dan bisa mendekatinya.


"Ouhh...aku kira ada apa" kata Nayla malas.


"Kau mau minum apa Bel" tanya Nayla menawari minuman kepada Bella sebagai basa basi.


"Aku ambil sendiri aja Nay, biar tidak merepotkan kamu" ucap Bella yang berusaha bisa masuk lebih dalam lagi kedalam rumah Nayla, dia berharap bisa bertemu Alana di dalam.


"Tak usah repot-repot Bell, di rumahku banyaj pelayan yang akan membawakan minuman untuk kita" ucap Nayla dengan nada angkuh.


"Tak apa Nay, sekalian aku mau numpang ke kamar mandi" ucap Bella mencari alasan yang lain.


Nayla mengerutkan dahinya merasa ada yang aneh dengan sikap Bella, ia berpikir tak yakin kalu Bella mau mengambil minuman sendiri karena merasa takut merepotkan dirinya, karena manusia model Bella akan lebih senang di layani ketimbang menyusahkan diri.


"Ayo aku antar ke kamar mandi" ajak Nayla.


Bella pun mengangguk setuju lalu ikut bangun dari tempat duduknya.


Nayla membawa Bella ke kamar mandi ayang ada di dekat tangga rumah.


"Lo di rumah sama siapa saja Nay?" tanya Bella.


"Sama mama gue doang" sahut Nayla singkat.


Bella tersenyum tipis sampai Nayla tak menyadarinya, ternyata dugaannya benar kalau mamanya Nayla ada di rumah.


Bersambung


Happy reading guys 🙏

__ADS_1


__ADS_2