
"Kenapa abang jemput Ara" tanya Ara ketika sudha berada di dalam mobil bersama Narendra.
"Memangnya abang tidak boleh menjemputmu hmm" tanya Narendra.
"Tidak, bukankah dulu abang sendiri yang menyuruh Ara untuk menjauhi abang, lalu kenapa sekarang abang justru mendekati Ara? Apa karena Ara pernah menyukai abang lantas abang bisa seenaknya mempermainkan Ara?" tanya Ara yang sudah jengah dengan sikap Narendra yang menurutnya tidak konsisten.
Dulu dia sendiri yang menyuruhnya untuk menjauhinya, tapi kenapa sekarang malah mendekatinya, apa mentang-mentang Ara menyukainya terus dia bisa seenaknya tarik ulur seperti itu.
Hati Narendra merasa berdenyut ketika mendengar kalimat penolakan dari mulut Ara. Tapi dia tak bisa menyalahkan Ara, karena memang dulu dirinyalah yang memintanya untuk menjauhinya.
Jadi ketika Ara menolaknya itu bukan salahnya, melainkan kesalahannya yang tak bisa konsisten dengan ucapannya.
*Cintailah kekasihmu sewajarnya saja, karea bisa jadi suatu hari dia akan menjadi orang yang kai benci.
Dan bencilah orang yang kamu benci sewajarnya saja, boleh jadi kelak orang yang kau benci berubah menjadi orang yang kau cintai*.
Narendra menepikan mobilnya di bahu jalan.
"Kenapa abang menghentikan mobilnya" tanya Ara bingung.
Narendra tak menjawabnya, ia melepas seatbelt nya lalu memiringkan tubuhnya menghadap ke Ara.
Narendra memegang bahu Ara dan membaliknay, sehingga kini posisi mereka bedua saling berhadap-hadapan.
"Apa kau percaya jika abang bilang abang mencintaimu hmm" ucap Narendra sambil melihat manik Ara yang juga menatapnya.
"Tidak, karena dari dulu abang tak pernah menyukai Ara terlebih mencintainya" sahut Ara tak percaya.
Dia masih ragu akan pernyataan Narendra yang mencintainya, pasalah bertahun-tahun Ara mengejarnya tak membuat Narendra menyukainya, giliran sudah beberapa tahun ini dia menghindarinya tiba-tiba tak ada angin tak ada hujan Narendra bilang mencintainya.
"Abang minta maaf, kalau dulu abang sempat tak menyukaimu, mungkin karena dulu abang masih belum menyadari hati abang sama kamu, abang masih mementingkan gengsi abang.
Dan sekarang hati abang merasa sakit ketika abang melihatmu jalan berdua bersama Aciel, makanya abang berani menyatakan perasaan abang sama kamu, karena abang tak mau lagi melihatmu jalan atau dekat dengan lelaki lain" ucap Narendra mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam.
"Lalu kalau abang tak melihat Ara jalan sama Aciel abang tak mau bilang sama Ara kalau abang menyukai Ara begitu? tanya Ara yang sepertinya gagal memahami ucapan Narendra.
"Bukan seperti itu maksud abang Ara" sahut Narendra sambil menghela nafas sabar.
"Lah bukan seperti itu bagaimana, bukankah tadi abang sendiri yang bilang seperti itu" ucap Ara yang malah kesal sama Narendra.
__ADS_1
Narendea tak membalas lagi ucapan Ara, ia akan menjelaskan kekeliruan itu nanti, sepertinya saat ini Ara masih kesal dengan dirinya.
Narendra kembali memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya, setelah ktu ia kembali melajukan mobilnya menuju ke sekolahnya.
Sepanjang perjalanan Ara memilih melihat keluar jendela sambil melihat gedung-gedung menjulang tinggi yang berjajar di sepanjang jalan.
Tapi dalam hatinAra sebenarnya berbunga-bunga mendengar ungkapan perasaan Narendra, ia hanya jual mahal saja karena dulu Narendra sempay menolaknya, makanya sekarang dia tidak akan semudah itu menerima Narendra.
Setibanya di sekolah Narendra dan Ara langsung keluar dari mobil, Ara berjalan begitu saja meninggalkan Narendra.
Narendra tak mengejar Ara, ia lebih memilih menuju ke kelasnya sendiri.
🌹🌹🌹
Arin anak dari Arion kakaknya Chika datang ke sekolah mewakili aunty nya menjadi wali murid Ara, ia semalam di hubungi oleh Ara untuk datang ke sekolahnya.
Ketika mobil yang ia kemudikan sampai di sekolahan Ara, dia langsung keluar dari mobil lalu mencari keberadaan ruang kepala sekolah.
Setibanya di depan ruang kepala sekolah Arin langsung mengetuk pintu.
Tok
Tok
Terlihat di ruangan tersebut sudah ada tiga wali murid lainnya, mungkin saja itu para orang tua teman Ara, pikir Arin.
"Anda siapa" tanya Seno yang memang belum pernah melihat wajah Arin.
"Saya wali murid Ara" sahut Arin sambil mendudukan tubuhnya di sofa kosong, dia tak peduli kepala sekolah belum menyuruhnya. menurutnya kepala sekolah terlalu lama dan terlalu banyak nanya.
Sedangkan Arin memakai high heels sudah pasti akan membuatnya pegal kalau berdiri terlalu lama.
"Anda siapanya, setahu saya orang tua Ara bukan anda" tanya Seno yang masih penasaran dengan Arin.
"Saya memang bukan orang tua Ara pak, bapak tidak lihat ya kalau saya masih muda, saya itu kesini mewakili Aunty saya untuk menjadi wali murid Ara" sahut Arin jengah, yang sejak tadi tanya-tanya mulu.
"Kenapa bukan orang tuanya yang datang kesini, kenapa malah di wakilkan oleh anda nona" Tanya Seno ribet.
Arin menghela nafas sejenak sambil menetralkan emosinya, ingin rasanya Arin menyumpal mulut Seno yang terus bertanya.
__ADS_1
"Saya tidak tahu pak, mungkin mereka sedang sibuk. Maaf sebelumnya sebenarnya ada apa bapak memanggil kami kesini" sahut Arin, lalu bertanya kepada sekolah agar berhenti mencecar dirinya dengan banyak pertanyaan.
"Kemarin anak-anak kalian bolos pada saat jam mata pelajaran matematika, mereka menyuruh temannya berbohong untuk mengatakannya di ruang uks, tapi pada saat saya dan guru matematika mengeceknya, mereka tidak ada di ruangan tersebut" ucap Seno.
"Apa itu benar" tanya orang tua Aciel.
Meskipun dia tahu anaknya nakal tapi bukan berarti dia langsung percaya begitu saja, bicara tanpa bukti dan saksi sama saja hoax.
"Silahkan katakan bu" pinta Seno kepada guru matematika.
"Yang di ucapkan oleh kepala sekolah barusan benar, kalau mereka berempat memang bolos di jam pelajaran saya" jelas sang guru.
"Yasudah tak apa, mungkin mereka jenuh makanya mereka bolos" sahut Arin seolah membiarkan perbuatan Ara. membuat guru dan kepala sekolah di hadapnnya itu tercengang dengan ucapannya.
Berbeda dengan ketiga wali murid yang lain, mereka justru terkekeh mendenger ucapan Arin.
Mereka tak ambil pusing dengan perbuatan anak-anaknya, asal bukan perbuatan kriminal mereka tak masalah. Toh mereka tetap berprestasi.
Tapi bukan berarti mereka mereka membenarkan tindakan putra putrinya, bahkan di juga sudah menegurnya waktu di rumah
"Anda sebagai wali murid Ara kenapa malah mendukung perbuatan mereka, harusnya anda menyayangkannya bukan malah mendukungnya" ucap Seno geram.
"Bukan mendukung pak, saya kira orang tua Ara juga sudah menegurnya. Bapak dulu waktu sekolah juga pasti pernah bolos kan" sahut Arin dengan gaya tengilnya.
Seno benar-benar di buat emosi oleh Arin, ingin rasanya ia memaki Arin, namun dia harus tetap menjaga wibawanya sebagai kepala sekolah.
"Pantas saja Ara begitu, orang keluarganya saja begini, bukannya menegurnya malah mendukungnya" sindir guru matematika.
"Maksud ibu guru apa? jangan bawa-bawa keluarga bu, tidak mungkin orang tua kami mengajarkan hal yang tidak baik kepada anaknya-anaknya. Harusnya anda sebagai guru berinstropeksi dulu, kenapa muridnya bisa bolos?, murni karena mereka nakal atau memang cara mengajar anda yang kurang baik atau kurang menarik? buktinya di jam pelajaran lain mereka tetap mengikuti kan. " telak Arin membungkam guru matematika Ara.
Penyebab murid bolos itu ada dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor eksternal, penyebab murid bolos karena mata pelajaran yang di pelajari disampaikan tidak sesuai dengan karakter siswa, hal ini bisa membuat murid bosan, jenuh atau bahkan akan membenci guru yang mengajarkannya. Bagaimanapun pentingnya materi pelajaran jika tidak di sajikan dengan kreatif dan menyenangkan akan membuat siswa tidak betah di sekolah. Siswa yang tidak bisa menahan dirilah yang akhirnya memilih membolos.
Faktor internal, kebiasaan membolos datang dari diri siswa itu sendiri. Rendahnya motivasi belajar salah satu menjadi faktor internal terkuat yang membuat anak itu bolos sekolah.
Guru yang pintar seharusnya bisa menggali permasalahan yang terjadi pada siswanya, sehingga mereka bisa menemukan solusi yang tepat untuk menanganinya.
(Ini murni pendapat othor dari pengalaman othor dulu ya guys, kalau ada yang kurang berkenan othor minta maaf 🙏)
__ADS_1
Bersambung
Happy reading guys 🙏