Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 35


__ADS_3

Dua hari kemudian, hari ini merupakan hari keberangkatan Narendra menuju ke Inggris untuk menempuh pendidikannya.


Semua keluarga Alana dan Raka sudah kumpul di bandara untuk mengantar kepergian putranya itu.


Raka akan mengantar langsung putrnya ke inggris untuk memastikan tempat tinggal putra semata wayangnya itu.


Narendra memeluk sang mama untuk mengucapkan perpisahan.


"Mama, Narend berangkat dulu ya. Tolong doakan Narend agar semuanya lancara dan Narend bisa lulus dengan cepat" ucap Narendra sambil memeluk sang mama.


"Iya sayang, mama akan selalu mendoakanmu. Kamu jangan lupa hubungi mama pokokya tiap hari kamu harus kabari mama" sahut Alana, dia meminta sang putra untuk terus mengabarinya.


"Iya mama" ucap Narendra sambil melerai pelukannya.


Kini Narendra beralih mendekati kembarannya.


"Abang berangkat dulu dek" ucap Narendra singkat sambil memeluknya.


"Abang hati-hati ya. Abang tidak usah kahawatir karena Nay akan menjaga Ara suapaya tidak berpaling dari abang" lirih Nayla di telinga abangnya hingga membuat Narendra melepaskan pelukannya, dia tersenyum sambil mengacak rambut adiknya.


Narendra menyalami semua keluarganya yang hadir untuk melepas keberangkatannya ke inggris.


Sejak tadi Narendra menunggu kehadiran seseorang namu sampai sekrang tak kunjung kelihatan batang hidungnya membuat Narendra sedih dan sedikit kecewa.


Raka mendekati istrinya lalu mencium kening istrinya.


"Aku ngantar Narendra dulu sayang, kamu baik-baik di rumah ya" pamit Raka.


"Iya sayang" sahut Alana.


Raka melepas pelukannya kepada sang istri, lalu ia memanggil putranya karena sebentar lagi pesawat mereka akan segera take off.


"Narend, ayo kita berangkat" ajak Raka.


Narendra mengangguk mengiyakan.


Mereka berdua berjalan menuju ke pesawat pribadi milik Raka. Sesekali Narendra menoleh kebelakang, ia berharap orang yang ia tunggu datang kebandara untuk melepas kepergiannya.


🍀🍀🍀

__ADS_1


"Sittt, pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas" gumam Ara sambil melihat jam tangannya yang melingkar di lengan kirinya.


"Ndri, kau pindah ke belakang gantian aku yang akan membawa motornya" pinta Ara.


Indri langsung menepikan motornya, mereka berdua bertukar tempat.


"Pegangan Ndri, waktu kita tinggal sedikit sebentar lagi pesawat bang Narend akan segera take off" perintah Ara, Indri langsung memeluk tubuh Reva dari belakang.


Ara melajukan motornya dengan kecepatan penuh menuju ke bandara. Hanya butuh waktu lima belas menit motor yang di kendarai Ara tiba di bandara.


"Pengang Ndri, gue lansung kedalam" ucap Ara langsung saja berlari masuk kedalam bandara.


Ara lari begitu saja meninggalkan motornya dan jiga sahabatnya.


"Tunggu!!! " teriak Ara dengan berlari tergopoh gopoh menghentikan langkah Naredra yang sudah sampai di ujung tangga pesawat.


Narendra menoleh karena mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.


Narendra tersenyum dengan wajah berbinar melihat sang pujaan hatinya akhirnya datang, ia langsung berlari menghampiri wanitanya.


Brugghh


"Maaf, Ara terlambat bang" ucap Ara dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Tak apa, yang penting sekarang kamu sudah ada di sini" sahut Narendra melerai pelukannya dari tubuh Ara.


"Abang berangkat dulu, kamu harus bisa jaga hati kamu untuk abang" ucap Narendra sambil mengusap pipi Ara.


"Abang juga harus jaga hati untuk Ara, awas aja kalu selingkuh nanti Ara akan menghilang supaya abang tidak bisa bertemu lagi dengan Ara" ucap Ara sambil memberikan ancaman kepada kekasihnya itu.


Naredra mengulum senyum melihat kekasihnya yang posesif terhadap dirinya.


Kemudian Narendra melepas kalung yang ada di lehernya lalu memasangkannya ke leher Ara.


"Jaga kalung ini, jangan sampai kamu menghilangkannya" ucap Narendra.


Ara memegang kalung yang baru saja di pasangkan oleh Narendra di lehernya.


Lalu Ara membuka tasnya, dan mengeluarkan sebuah kota kado dari dalam tasnya.

__ADS_1


"Ini buat abang, bukanya nanti kalau abang sudah sampai di sana" ucap Ara.


Narendra menerimanya sambil tersenyum.


Narendra maju satu langkah dan mencium kening Ara.


"Narend" panggil Raka membuat Narendra mengangguk namun tak melihat kearah sang papa.


"Abang berangkat dulu, jaga dirimu baik-baik jangan lupa terus kabari abang" ucap Narendra.


"Iya bang" sahut Ara.


Naredra berjalan mundur sambil melambaikan tangannya kepada wanitanya, Ara juga membalasnya dengan melambaikan tangan.


Hingga akhirnya Narendra berbalik dan menaiki pesawat.


Pintu pesawat sudah tertutup, pesawat pun mulai bergerak dan lepas landas.


Ara mendogakkan wajahnya keatas melihat pesawat yang membawa kekasihnya mulai terbang tinggi.


"Ayo pulang" ajak Nay kepada Ara.


Ara mengalihkan pandangannya ke arah Nayla lalu menganggukkan kecil.


Ara dan Nayla jalan beriringan keluar dari bandara.


Tiba-tiba Ara menepuk keningnya karena teringat sesuatu.


"Kau kenapa Ra" tanya Nayla bingung.


"Maaf kak, aku duluan soalnya aku meninggalkan Indri bersama motorku di depan" ucap Ara setelah itu langsung berlari meninggalkan Nayla dan keluarganya.


"Anak itu selalu saja bertingkah konyol" ucap Nayla yang dapat tepukan dari sang mama id bahunya.


"Tapi sifat konyolnya itu yang membuat abangmu klepek-klepek" sahut Alana.


"Dulu dia sok-sokan menolaknya tapi lihatlah sekarang mam, abang terlihat bucin sekali sama Ara" ucap Nayla akhirnya mereka berdua tertawa.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


__ADS_2