Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 47


__ADS_3

Saat sedang memperhatikan dosen yang sedang menerangkan, tiba-tiba Nayla merasakan ingin buang air kecil, ia minta ijin ke toilet.


Nayla melewati lorong menuju ke kamar mandi yang letaknya lumayan jauh dari kelasnya.


Saat tiba di toilet tak sengaja dia berpapasan dengan Damian, masih seperti sebelumnya Nayla hanya melewatinya begitu saja tak ada senyuman atau sapaan untuk dirinya.


Damian makin di buat penasaran oleh Nayla, dia sengaja berdiri di depan toilet wanita menunggu Nayla keluar.


Tak lama Nayla keluar dari dalam toilet, Nayla mengeryitkan dahinya saat melihat Damian berdiri di depan toilet putri.


"Kamu lagi apa? Kenapa kamu berdiri di depan toilet wanita, jangan bilang kamu sedang mengintip" tuduh Nayla kepada Damian.


"Sembarangan kalau ngomong, siapa juga yang mau ngintip" ucap Damian kesal dengan tuduhan Nayla.


"Lalu mau apa di sini kalau bukan mau mengintip" ucap Nayla sambil memicingkan matanya.


Damian tak menjawab, dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, lalu ponsel tersebut ia sodorkan ke Nayla.


"Untuk apa?" tanya Nayla polos.


"Ketik nomor ponselmu" jawab Damian.


"Bayar dulu 500rb, baru aku kasih nomorku" ucap Nayla tersenyum licik.


Damian melongo, ia tak menyangka kalau Nayla akan memberikan tarif untuknya.


"Kau ini matre sekali" decak Damian kesal.


"Bukan matre ini namanya simbiosis mutualisme, kamu dapat nomorku dan aku dapat uangmu" ucap Nayla membuat Damian menghela nafas sabar.


Dia mengeluarkan dompetnya dan memberikan lima lembar uang warna merah kepada Nayla.


"Nih" ucap Damian sambil memberikan uang lima ratus ribu kepada Nayla.


Dengan wajah berbinar Nayla langsung menerima uang tersebut dari tangan Damian.


Nayla merebut ponsel Damian lalu mengetikkan nomornya.


"Sudah, terima kasih uanganya" ucap Nayla sambil memberikan ponsel milik Damian.


Nayla meninggalkan Damian yang masih berdiri di tempat sambil menatap ponselnya.


"Haisss...kenapa aku bodoh sekali, bisa-bisanya aku mau memberikan dia uang" ucap Damian baru menyadari kebodohannya.


"Tapi dia gadis yang unik" lanjutnya lagi tersenyum tipis.


Damian mencoba menghubungi nomor yang barusan Nayla kasih, namun sudah ia coba hubungi berkali-kali masih tetap tidak terhubung.


"Shittt....ternyata wanita itu mengerjaiku" umpat Damian karena merasa di bohongi sama Nayla.


Sementara Nayla dia tertawa cekikikan. dia memberikan nomor lamanya yang sudah tidak aktif.

__ADS_1


"Lumayan dapat lima ratus ribu, bisa buat nambahin uang jajan" kata Nayla sambil memasukkan uangnya kedalam kantong.


Lalu Nayla kembali masuk kedalam kelasnya, dia fokus mendengarkan materi yang di ajarkan oleh dosennya.


Jam kuliah pun berakhir, Nayl bersama temannya berjalan menuju ke mobilnya yang ada di parkiran.


"Itu dia" ucap Damian dalam hati karena takut temannya dengar.


Dari kejauhan dia terus memperhatikan Nayla yang sudah masuk kedalam mobilnya.


"Aku cabut dulu" ucap Damian kepada kedua temannya.


"Lo mau kemana Dam? Buru-buru amat, kita nongkrong dulu lah" tanya Benny.


"Aku ada urusan" jawab Damian dan langsung lari menuju ke mobilnya.


Dia masuk kedalam mobilnya, dia langsung melajukan mobilnya mengejar mobil Nayla.


Damian mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh mengejar mobil Nayla yang sudah melaju jauh di depannya.


Hingga Damian berhasil mengejar Nayla, lantas dia langsung menghadang mobil Nayla.


Citttt......


Mendadak Nayla menginjak rem mobilnya gara-gara ulah Damian yang menghadang mobilnya.


Terlihat Damian keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menghampiri mobil Nayla.


"Haisss....ternyata cowok itu lagi" ucap Nayla saat melihat Damian semakin dekat dengan mobilnya.


Damian mengetuk kaca mobil Nayla. Dia meminta Nayla membuka pintu mobilnya.


"Buka cepat, atau aku akan membukanya secara paksa" ancam Damian kepada Nayla, membuat Nayla mendengus kesal.


Lalu Nayla menurunkan kaca mobilnya.


"Ada apa? Apa kamu ingin membuatku mati hah" tanya Nayla dengan nada ketus seraya memarahi Damian.


Damian mengerutkan keninganya, bukankah seharusnya dia yang marah karena sudah di bohongi, tapi kenapa justru wanita yang di hadapannya ini yang marah, pikir Damian.


Damian tidak tahu aja kalau wanita selalu benar.


Satu : cewek selalu benar.


Dua : cowok selalu salah..


"Hei kamu yang salah tapi kenapa kamu yang nyolot" sahut Damian tidak terima.


"Memangnya aku salah apa" tanya Nayla berlagak bodoh.


"Kamu sudah membohongiku, nomor yang kau berikan tidak aktif" jawab Damian mengintimidasi Nayla, namun perempuan itu tidak ada takut-takutnya sama sekali.

__ADS_1


"Salahnya dimana? Kamu kan cuma menyuruhku mengetik nomorku, yasudah aku ketik aja nomorku yang lama yang sudah tidak aktif" ucap Nayla tanpa beban.


Damian menepuk keningnya, baru dia nemuin cewek geselin kek Nayla, biasanya cewek-cewek yang minta nomornya, tapi sekarang dia yang ngejar-ngejar minta nomor Nayla, dan itu pun dia masih di kerjai.


"Gak gitu juga konsepnya Maemunah" greget Damian.


"Namaku bukan Maemunah" seru Nayla sambil melototkan matanya.


Bukannya takut melihat Nayla, Damian justru menahan tawa melihat wajah lucu Nayla.


"Oh God, dia menggemaskan sekali" ucap Damian dalam hati.


Lalu Damian kembali memberikan poselnya kepada Damian.


"Ketik kembali nomormu yang aktif. Awas aja kalau kamu membohongiku lagi" pint Damian sambil memberikan sedikit ancaman kepada Nayla.


Nayla mengerucutkan bibirnya seraya tangannya menyahut ponsel milik Damian.


Dia mengetikan nomornya yang aktif di ponsel Damian.


"Nih" ketus Nayla seraya memberikan ponsel milik Damian


Damian tersenyum sambil menerima ponsel tersebut.


"Terima kasih" ucap Damian sambil mengusap puncak kepala Nayla, setelah itu dia pergi begitu saja menuju ke mobilnya meninggalkan Nayla yang masih mematung.


Pipi Nayla langsung merona dan jantungnya merasa berdegub kencang karena mendapat usapan di kepalanya dari Damian.


"Ya ampun Nay, barus di usap gitu aja jantungku sudah loncat-loncat, apalagi lebih dari itu bisa mati.mendadak gue" gumam Nayla kepada dirinya sendiri.


Usai mobil Damian pergi, Nayla kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya, di sepanjang perjalanan Nayla sesekali mengusap d4d4 nya uang masih merasa deg-degan.


Gimana Nayla ngga deg-degan, dia barus aja mendapat usapan di kepalanya dari salah satu pria paling populer di kampusnya, pria itu juga salah satu pria yang banyak di perebutkan oleh kaum hawa.


*


"D4d4 kamu kenapa Nay?" tanya Alana yang melihat putrinya masuk kerumah sambil memegangi d4d4nya.


"Jantung Nayla rasanya jedug-jedug mam, sepertinya Nayla harus periksa ke dokter jantung" sahut Nayla nyeleh.


"Memangnya kamu baru ngapain, kenapa bisa seperti itu" tanya Alana khawatir.


"Naula baru ketemu mas-mas ganteng di kampus Mam" jawab Nayla jujur membuat Alana menepuk keningnya.


"Kamu ini ada-ada aja Nay" cebik Alana.


"Tapi senyumnya itu manis sekali mam" ucap Nayla cekikikan.


Bersambung


Happy reading guys🙏

__ADS_1


__ADS_2