
Waktu berlalu begitu cepat, hati ini tepat hari kelulusan Narendra. Seluruh kelas tiga sedang mengadakan wisuda di gedung sekolah.
Narendra dan Nayla lulus dengan nilai terbaik, Alana dan Raka memberi selamat kepada putra putrinya, Mereka berdua merasa bangga dengan hasil pencapaian kedua anaknya itu.
Malam hari Alana dan Raka mengadakan acara makan malam untuk merayakan kelulisan putra putrinya.
Raka mengundang seluruh keluarganya untuk datang kerumah. Tak lupa Raka juga mengundang Alex dan Andre datang kerumahnya.
"Sayang sudah siap semuanya belum, sebentar lagi mereka akan tiba" tanya Raka kepada sang istri yang sedang mengecek makanan untuk acara tersebut.
"Sudah semua pa, mama sudah mengeceknya" sahut Alana.
"Anak-anak kemana pa, kenapa mereka belum kkelihatan" tanya Alana yang sejak tadi belum melihat keberadaan twins.
"Mungkin mereka sedang siap-siap ma" sahut Raka.
Alana mengangguk mengerti, mereka terus berbincang seraya menunggu kedatangan sahabatnya.
Sedangkan di lantai atas, Nayla masuk ke kamar abangnya.
Terlihat sang abang sedang memasukkan pakaiannya kedalam koper.
"Abang yakin ingin kuliah di inggris? memangnya abang bisa jauh dari Ara?" tanya Nayla sambil mendudukan tubuhnya di tepi ranjang milik Narendra.
Narendra menarik nafas lalu memghembuskannya, sebenarnya ia tak mau jauh dari Ara tapi bagaimana lagi dia tak bisa menolak permintaan sang papa.
__ADS_1
Raka meminta Narendra untuk berkuliah di inggris, Raka berharap penuh kepada sang putra untuk melanjutkan perusahaan Wijaya.
Suatu hari nanti Raka akan menyerahkan perusahaan Wijaya kepada sang putra. Karna sang putri lebih tertarik belajar ilmu kedokteran ketimbang ilmu bisnis.
"Abang yakin jodoh tak akan kemana Nay, mau sejauh apapun abang pergi kalau Ara jodoh abang pasti suatu saat kami akan bersatu kembali, begitu pula sebaliknya mau sedekat abang sama Ara kalau tidak jodoh yang tetap aja akan berpisah" ucap Narendra bijak.
Narendra percaya sama Ara kalau dia akan menunggunya.
"Mungkin Ara akan setia menunggu bang, tapi kalau abang kek nya Nay ragu, secara disana pasti abang akan banyak menemui wanita cantik yang lebih dari Ara, Nay yakin abang pasti tergoda" ucap Nay.
Narendra menyentil kening kembaranya kesal, bagaimana bisa dia meragukan kesetiaan abangnya sendiri.
"Ssstt....sakit bang" desis Nayla sambil mengusap keningnya.
"Salah sendiri kau meragukan kesetiaan abang, apa selama ini abang jomblo tak membuatmu percaya sama abang Nay" ucap Narendra.
"Terus kamu pikir abang tidak laku. Abang cuma menunggu Ara yang hingga sekarang dia belum membalas cinta abang, sepertinya dia sampai sekarang maish dendam sama abang" keluh Narendra.
Nayla tertawa terbahak mendengar curhatan abangnya, ia kira selama ini mereka sudah jadian tapi ternyata belum juga.
Pasalnya Narendra sering antar jemput Ara, dan setiap jam istirahat pasti Narendra akan menghampiri Ara.
Tapi ternyata Ara masih menganggap kalau Narendra sebagai sahabatnya bukan kekasihnya.
"Puas kamu hah" ketus Narendra yang sejak tadi melihat adiknya tertawa.
__ADS_1
"Itu namanya karma bang, makanya jadi orang jangan gengsian. Yang abang rasain sekarang mungkin sama dengan apa yang Ara rasain dulu, bisa jadi perasaan Ara saat itu jaih lebih sakit dari yang abang rasakan sekarang" ucap Nayla.
Narendra hanya mengendikkan bahunya, karena ia tak tahu pasti dengan yang di rasakan Ara.
"Sudah ayo, mama sama papa pasti sudah menunggu kita di bawah" ajak Nayla sambil menepuk bahu abangnya.
🌹
Sedangkan di bawah Andre dan keluarganya baru saja tiba di rumah Raka, ia membawa istri serta kedua anaknya.
Alex juga datang membawa sang istri dan juga putranya.
"Akhirnya datang juga kamu Chik, aku sudah menunggu sejak tadi" ucap Alana sambil cipika cipiki sama Chika.
"Maaf Al, kau tahu sendiri siapa yang membuatku telat datang kemari" ucap Chika.
"Siapa memangnya" tanya Alana penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan dia pelakunya, di suruh siap-siap malah tertidur" sahut Chika sambil menunjuk ke arah Ara yang sudah duduk di sofa sambil memangku setoples cemilan.
Alana tertawa geli melihat tingkah laku Ara yang apa adanya, bahkan dia tidak merasa malu sedikitpun.
"Lihatlah, padahal tuan rumahnya belum menyuruhnya duduk, tapi dia sudah duduk lebih dulu dan apalagi itu, dengan santainya dia malah makan cemilan milikmu" ucap Chika frustasi melihat tingkah anak gadisnya yang jauh dari kata anggun
"Biarin saja Chik, cemilan itu memang aku suguhkan untuk tamu yang datang kerumahku" ucap Alana.
__ADS_1
Bukan tak tahu malu, karena sejak dulu Ara sudah sering main kerumah Alana membuat dia tak lagi risih atau malu.
Bersambung