Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 39


__ADS_3

Sesampainya Seno di rumah Bella langsung mencak-mencak karena ayahnya tak berhasil membujuk Raka untuk menjodohkan Narendra dengan dirinya.


"Kenapa papa menyerah gitu aja, harusnya papa jangan langsung pulang bergitu saja, papa harus nunggu tuan Raka menyetujui perjodohannya"


"Diam kamu Bella, apa kamu pikir mudah untuk membujuk tuan Raka, dia bukan anak kecil yang bisa kita bujuk dan rayu semau kita, tuan Raka itu pembisnis handal yang terkenal cerdik dan arogan. Mana bisa papa membuat dia luluh begitu saja bahkan kalaupun papa menawarkan sejumlah saham kepada beliau belum tentu juga ia mau menerimanya" jelas Seno.


"Terus Bella harus gimana pa, Bella mencintai Narendra pa" rengek Bella.


"Sabarlah, kuncinya ada di nyonya Alana karena papa yakin mereka tak akan ada yang berani membantah perintah nyonya Alana" ujar Seno membuat Bella tersenyum puas.


Bella akan mencoba mendekati Alana dan mengambil hatinya, pasti Alana akan luluh dan menjodohkannya dengan Narendra pikir Bella.


"Iya papa benar, Bella akan mencoba bermain kerumahnya untuk menemui Nayla, dengan begitu Bella bisa bertemu dengan nyonya Alana dan mendekatinya." kata Bella sambil tersenyum penuh percaya diri.


Memang benar yang di katakan Seno, Raka dan Narendra tidak akan berani membantah ucapan Alana, karena mereka berdua sangat menyayangi Alana.


Namun yang jadi masalah akankah Bella bisa mendekati Alana dan mengambil hatinya, othor rasa tidak bisa boneka Anabell mengambil hati Alana.


*


Sedangkan di tempat lain, sebelum tidur dan sesudah tidur Narendra rutin menghubungi Ara, karna komunikasi merupakan kunci utama dalam menjalani hubungan jarak jauh.

__ADS_1


Narendra tidak mau membuat Ara overthingking kepada san akan menyebabkan mereka berselisih dan menyebabkan hubungan mereka merenggang.


"Sayang kamu lagi ngapain" tanya Narendra.


"Lihatlah sayang, aku sedang mengerjakan tugas sekolah, matematika membuat otakku rasanya mau ngebul" keluh Ara sambil memanyunkan sebal.


Narendra mengulum senyum melihat ekpresi wajah Ara yang terlihat menggemaskan, ia tahu dari dulu Ara paling tidak suka dengan pelajaran matematika.


"Semangat sayang, aku kan menemanimu menyelesaikan tugasmu itu" ucap Narendra menyemangati kekasihnya.


"Jangan menemani doang, harusnya kamu saja sekalian yang mengerjakannya, percuma saja aku mempunyai pacar pintar kalau tidak bisa di manfaatkan." gerutu Ara.


"Ck, dasar pemalas... kalau tidak bisa itu belajar sayang, jangan malah mau memanfaatkan orang" seru Narendra.


"Tapi ini susah abang" rengek Ara.


"Mana soalnya, coba kasih tunjuk ke abang" pinta Narendra mengalah, kasihan juga membiarkan kekasihnya lama-lama mengerjakan sendiri PR nya.


Narendra akhirnya memberi tahu Ara dengan cara mendiktenya, Ara pun mendengarkan sambil menulisnya di buku jawaban.


Hingga akhirnya Ara meneyelesaikan tugasnya dengan di bantu Narendra, memang ada untungnya mempunyai pacar pinter, kita bisa meminta tolong dan bertukar pikiran dengannya, seperti yang di lakukan Ara.

__ADS_1


"Sudah belum" tanya Narendra.


"Sudah bang, terima kasih abang... jadi makin cinta" ucap Ara dengan cengengesan.


"Cih, ada maunya aja bilang cinta, giliran biasanya tidak pernah" cibir Narendra.


"Apa arti sebuah ungkapan bang, yang penting mah tindakan bukan cuma ucapan" ngeles Ara membuat Narendra berdecih.


Kekasihnya memang paling jago kalau di suruh mencari alasan.


"Terserah kamu sayang, tidur gih sudah malam nanti besok kesiangan berangkat sekolahnya"


"Iya abang, Ara tidur dulu ya" ucap Ara " Dahh...abang gantengnya Ara" lanjutnya menggombali Narendra.


"I love you sayang" ucap Narendra.


"I love you too abang" sahut Ara langsung mematikan panggilanya karena malu.


Ara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia terus tersenyum hingga tak sadar akhirnya tertidur.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


__ADS_2