Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 23


__ADS_3

Keesokan paginya Ara bersiap-siap pergi kesekolahnya, hari ini ia sudah tak memakai tongkat lagi, dia sudah bisa berjalan meskipun masih sedikit terasa sakit di kakinya.


"Kak itu di luar ada tamu, katanya mau menjemput kak Ara" ucap Shaka kepada Reva yang baru saja keluar dari lift yang ada di rumahnya.


"Hah? siapa? perasaan kakak hari ini tidak membuat janji dengan siapapun" kata Ara kaget.


Shaka mengendikkan bahunya tak tahu.


Ara akhirnya berjalan menuju ruang tamu, untuk menemui orang tersebut.


"Aelah, ternyata lo Cil yang datang kerumah gue" sapa Ara ketika melihat orang yang duduk di ruang tamu ternyata Aciel temannya.


"Ngapain lo pagi-pagi datang kesini, mau numpang sarapan lo ya" seloroh Ara.


"Sembarangan kalau ngomong, gue mau jemput lo bukan mau numpang sarapan Maemunah" kesal Aciel.


Ara cengengesan sambil menggaruk kepalanya.


"Siapa Ra yang bertamu pagi-pagi begini" tanya Chika yang baru saja di beritahu oleh Shaka.


"Eh aunty, perkenalkan aunty nama saya Aciel teman sekelas Ara." ucap Aciel sopan sambil berdiri menyapa Chika.


"Oh kamu yang kemarin pernah antar pulang ya" tanya Chika.


"Iya aunty" sahut Aciel sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


Chika tersenyum melihat wajah malu-malu Aciel.


"Kamu sudah sarapan belum? kebetulan Ara belum sarapan, jadi sekalian saja kamu ikut kami sarapan" tawar Chika.


Sebenarnya Aciel tidak sempat sarapan di rumah, dia tadi buru-buru ke rumah Ara agar tak kesiangan.


"Belum aunty" jawab Aciel malu.


"Kalau begitu ayo, ikut kita ke ruang makan, kebetulan papi nya Ara sudah menunggu" ajak Chika.


Mereka bertiga berjalan bersama menuju ruang tamu, di meja makan sudah terlihat Andre dan Shaka yang sudah duduk menunggu mereka.


"Duduk nak, kita sarapan dulu baru kalian boleh berangkat sekolah" titah Andre.


Aciel mengangguk patuh, lalu dia menarik kursi dan duduk di sebelah Ara.


"Kata nyokap gue tidak baik menolak rejeki" sahut Aciel santai sambil menyuapkan roti bakar yang baru saja di ambilkan oleh Chika di atas piringnya.


"Ini tidak geratis, lo harus membayarnya nanti" kata Ara sambil mengunyah makannanya.


Andre dan Chika menggelengkan kepalanya, mendengar ucap putrinya yang terkesan perhitungan.


"Ogah, nyokap lo aja ikhlas, lo anaknya perhitungan banget" tolak Aciel.


"Awas aja kalau lo ikut sarapan di rumah gue" ancam Ara.

__ADS_1


"Ara, berhenti berbicara, abiskan makananmu lalu segera berangkat ke sekolah" tegas Andre ynag sudah jengah mendengar perdebatan mereka yang unfaedah.


Mereka bedua akhirnya diam, mereka fokus menghabiskan makanannya.


Hanya butuh lima menit, roti bakar di piring mereka sudah habis.


Mereka bedua berdiri lalu pamit pada Chika dan juga Andre, tak lupa mereka mencium punggung tangan keduanya.


"Non Ara di depan ada den Narendra" ucap Bibi yang baru saja datang menghampiri mereka.


Ara menepuk keningnya.


"Oh my, kenapa mereka berdua datang di waktu yang bersamaan" batin Ara.


Chika melihat kebingungan di wajah putrinya, akhirnya mendekatinya.


"Ada apa kak?" Chika.


"Ada bang Narend mi, Ara tidak tahu kenapa mereka bedua kompak menjemput Ara" bisik Ara di telinga maminya.


"Lebih baik kamu di antar sopir saja, mami takut mereka berdua berantem memperebutkan kamu yang tak seberapa ini" saran Chika.


Ara mengerucutkan bibirnya, maminya memberi solusi tapi ujungnya malah mengejeknya.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading guys🙏


__ADS_2