Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 43


__ADS_3

"Ayah Bella mam, kepala sekolah di sekolahan mereka dulu" ucap Raka.


"Jangan bilang tadi Bella yang datang ke rumah, apa ini ada hubungannya dengan tawaran ayahnya itu makanya dia mencoba mendekati keluarga kita" tebak Alana.


"Mungkin saja, karena aku sebelumnya belum pernah bertemu dengan yang anamnya Bella itu. Untuk masalah pertunangan Narendra dengan Ara lebih baik nanti kita langsung tanha saja sama putramu itu, bagaimanapun juga dia yang akan menjalaninya" saran Raka, dia tidak mau mengambil keputusan secara sepihak.


Yang akan menjalani adalah putranya bukan dia atau istrinya, jadi putranya berhak menentukan pilihannya, sebagai orang tua Raka cuma bisa mensupport keputusan putranya saja.


"Kalau begitu kita tunggu dia pulang dulu saja baru kita tanyakan sama anaknya, tapi mamah tetap berharap kalau Narendra bisa nikah sama Ara, aku sudah jatuh cinta banget sama anak itu pah" ucap Alana.


"Yasudah ayo kita tidur, kita doakan saja yang terbaik untuk anak-anak kita" ucap Raka.


Tak butuh waktu alam mereka berdua langsung masuk kedalam alam mimpi, kedua sepasang suami istri itu tidur dengan saling memeluk satu sama lain.


🍀🍀🍀


Pagi hari Nayla bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi karena kebetulan hari ini dia ada kelas pagi, Nayla kuliah mengambil jurusan kedokteran sesuai cita-citanya.


Usai menyelesaikan mandinya Nayla keluar dari dalam kamar mandi, dia menuju ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.


Setelah selesai semuanya Nayla turun kebawah untuk makan pagi, terlihat kedua orang tuanya sudah duduk di ruang makan terlebih dahulu.


"Pagi mah, pah" sapa Nayla sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


"Pagi sayang, kamu sudah mau berangkat Nay" sahut Alana dan bertanya kepada putrinya yang sudah memkaia pakaian rapih.


"Iya mam, hari ini aku ada kelas pagi" jawab Nayla sambil mengambil beberapa lembar roti untuk menu makan pagi ini.


"Kita sarapan dulu, setelah itu kamu bisa langsung berangkat kuliah" ucap Alana di balas anggukan oleh Nayla.

__ADS_1


Mereka bertiga makan bersama, Alana merasa suasana di meja makan terasa kurang tanpa kehadiran Narendra di tengah-tengah mereka. Namun mau bagaimana lagi saat ini puutranya sedang menempuh pendidikan di london inggris.


Nayla sudah menyelesaikan makan paginya, dia pamit berangkat ke kampus kepada kedua orang tuanya.


"Nay berangkat dulu mah, pah" pamit Nayla sambil mencium tangan mamah papanya.


"Hati-hati sayang" ucap Raka.


"iya pah, dahhh" sahut Nayla.


Lalu dia pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan mobilnya menuju ke kampusnya.


Membutuhkan waktu satu jam untuk bisa sampai di kampus.


Nayla langsung keluar dari mobilnya, dia berjalan tergesa-gesa menuju ke kelasnya, karena sebentar lagi dosen sudah mau masuk kelas, hingga tak sengaja Nayla menabrak seseorang.


Buku yang di pegang Nayla semuanya jatuh kelantai. Nayla memunguti buku tersebut.


"Maaf, saya tidak sengaja" ucap Nayla tanpa melihat ke arah orangnya dan pergi begitu saja.


Pria itu diam mematung melihat kelakuan Nayla, biasanya semua wanita akan histeris melihatnya namun tidak dengan Nayla.


"Gadis yang unik" batin pria itu.


"Gila Dam, baru kali ini ada perempuan yang biasa saja ketika berada didekatmu, bahkan perempuan itu tidak melihat wajahmu sama sekali" ucap Faisal.


"Benar itu apa yang di katakan Faisal Fam, atau jangan-jangan susukmu mulai luntur, makanya cewek tadi tidak tertarik denganmu Dam" cetus Beny.


Damian hanya diam saja tak meladeni ocehan kedua temannya. Di jalan begitu saja menuju ke kelasnya.

__ADS_1


Damian merupakan salah satu pria populer di kampus Nayla, Damian adalah kakak senior Nayla, dia sama-sama mengambil jurusan kedokteran seperti Nayla.


Wajahnya yang tampan membuat dia banyak di sukai oleh kaum hawa, namun sepertinya tidak dengan Nayla.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sedangkan di sekolah Ara dia sedang di kelas sambil senyum-senyum sendiri menatap foto Narendra yang ada di layar ponselnya.


Plakk.....


"Kenapa lo? Masih pagi sudah senyum-senyum sendiri, mulai gila ya lo" cetus Marissa sambil memukul punggung Ara hingga membuat Ara terlonjak kaget.


"Lo ini datang-datang mengagetkan saja, tidak tahu apa kalau gue sendang menghayal" ketus Ara karena ulah Marissa membuat lamunannya buyar.


"Masih pagi jangan kebanyakan menghayal, tetangga gue keseringan menghayal besoknya langsung mati" seloroh Marissa.


"Lo tuh kalau ngomong sekate-kate ya, baru juga bulan depan pacar gue mau pulang, ya kali gue mati dulu" ucap Ara kesal.


"Hah? kak Narend mau pulang? Serius lo" tanya Marissa kaget.


"Seriuslah, mana pernah gue bohong. Gue juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia mau pulang, mungkin dia kangen sama gue kali" sahut Ara percaya diri.


Membuat Marissa mendengus sebal, sahabatnya terlalu percaya diri.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift🙏


Happu reading guys🙏

__ADS_1


__ADS_2