Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 46


__ADS_3

Keesokan harinya di ruangan kerja Raka, dia mengajak Andre mengobrol berdua.


"Ada apa ka? Pekerjaanku sedang banyak tapi kamu malah mengajakku mengobrol" tanya Andre menggerutu kepada sahabat sekaligus bosnya itu.


"Aku ingin melamar Ara untuk Narendra" jawab Raka membuat Andre tercengang.


"Kamu jangan ngadi-ngadi Ka, bagaimnaa bisa kamu mau menikahkan Ara sama Narendra sedangkan Ara aja masih sekolah" seru Andre.


"Aku ingin mereka berdua bertunangan terlebih dahulu, bukan langsung menikah." jelas Raka.


Andre menghela nafas panjang, pasalnya dia masih ingin menyekolahkan putrinya ke jenjang yang lebih tinggi, dia takut kalau pertunangannya dengan Narendra akan mempengaruhi pendidikan putrinya.


"Lalu bagaimana dengan pendidikan Ara Ka?, setelah dia lulus nanti aku ingin menyekolahkan dia ke perguruan tinggi, aku takut pertunangan mereka berdua akan mempengaruhi pendidikan Ara" tanya Andre.


"Tidak akan Ndre, bukankah saat ini Narendra juga masih kuliah, aku hanya ingin mereka berdua saling terikat satu sama lain, dengan begitu Narendra juga bisa fokus menyelesaikan pendidikannya tanpa harus merasa takut kehilangan Ara" ujar Raka.


Andre menghembuskan nafas kasar. Bukan tidak menyetujui hubungan Ara dengan Narendra, namun menurut Andre ini terlalu cepat menyuruh mereka berdua bertunangan.


Lagian siapa juga yang akan menjamin kalau dengan bertunangan hubungan mereka akan tetap langgeng.


Orang yang sudah terus bercerai juga banyak, apalagi ini yang hanya bertunangan.


"Nanti aku diskusikan duli dengan istriku, ini menyangkut tentang masa depan putriku, jadi aku harus benar-benar memikirkannya dengan matang" ucap Andre.


"Baiklah, tapi aku berharap kamu setuju dengan keputusanku" sahut Raka di balas anggukan oleh Amdre.

__ADS_1


Raka tidak marah dengan Andre, dia tahu kalau ini bukan hal yang mudah untuk Andre, apalagi Ara anak pertama, dia berharap banyak pada putrinya itu.


Usai mengobrol dengan Raka, Andre kembali ke ruangannya dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda karena di panggil oleh Raka keruangannya.


Begitu pun dengan Raka, dia juga kembali mengerjakan pekerjaannya.


🍁🍁🍁🍁


"Wow...cantik banget" ucap Faisal saat melihat Nayla keluar dari mobilnya dengan memakai pakaian casual.


Benny mengikuti arah pandang Faisal begitu juga dengan Damian yang diam-diam juga ikut melihat kearah Nayla.



"Boleh, dia terlihat begitu dingin membuat jiwa penasaranku bergejolak" ucap Faisal setuju.


Plakk....


Plakk....


Damian mengeplak kepala Benny dan juga Faisal sejara bergiliran.


"Anak orang, jangan kau buat taruhan" ucap Damian mengingatkan kedua sahabatnya itu.


"Siapa yang taruha sih Dam, karena sama-sama tertarik aja makanya aku mengajak Faisal untuk bersaing secara sehat. Tak ada sedikit pun niatan kita untuk mempermainkannya" sahut Benny tak terima.

__ADS_1


"Iya betul itu, mana pernah kita mempermainkan wanita, yang ada mah kita yang di permainkan wanita" timpal Faisal.


Damian pun percaya, pasalnya selama ini kedua sahabatnya itu tidak pernah mempermainkan wanita, bahkan menyakitinya saja tidak.


Yang ada mereka berdua pernah di permainkan oleh perempuan.


Dulu saat Faisal berhubungan dengan mantannya dulu, mantannya pernah mendekati Benny, padahal statusnya masih pacaran dengannya.


Karena hal itu akhrinya dia putus dengan mantannya itu, Faisal tidak mau persahabatannya dengan Benny rusak hanya karena satu wanita.


"Memangnya kamu tidak tertarik Dam" tanya Benny.


"Tidak" jawab Damian singkat.


"Kau yakin?, awas aja kalau tiba-tiba kamu menusuk kita dari belakang" sahut Faisal.


"Hmmmm" gumam Damian.


Setelah itu dia jalan duluan meninggalkan kedua sahabatnya menuju ke kelasnya.


"Dasar beruang kutub" decak Benny.


Bersambung


Happu reading guys🙏

__ADS_1


__ADS_2