
Seminggu kemudian setelah keberangkatan Narendra ke inggris membuat Ara merasa kesepian, biasanya Narendra akan menjemputnya dan juga akan menghampirinya pada saat jam istirahat.
Tapi sekarang tidak ada yang antar jemput Ara dan juga tidak ada yang nemui Ara di saat jam istirahat.
Ara merasa kehilangan dengan kepergian Narendra.
"Napa lo, baru juga seminggu di tinggal sudah lesu begitu" tanya Marissa heran.
"Gue Rindu, ternyata benar apa yang di katakan Dilan, Kalau rindu itu berat" ucap Ara sambil memegangi dadanya.
CTAKk....
Marissa menjitak kepala Ara karena kesal.
"Haiissss... sakit bo*oh" sungut Ara sambil mengusap usap kepalanya.
"Bukan dilan, yang ada mah kak Narend nanti jadi bang toyyib tidak pulang-pulang" seru Marissa.
"Nasib-nasib, baru juga jadian sudah di ajak LDRan" ucap Ara sambil menggelengkan kepalanya.
"Makanya nrimanya jangan kelamaan, sok-sokan jual mahal sih lo, giliran tahu mau di tinggal malah di terima" .
"Kalau tidak di trima yang ada nanti dia malah nyangkut sama cewek inggris, yang ada makin susah ngejarnya" seru Ara.
"Dan kalau itu terjadi, lo cuma bisa nangis, hahahaaha" ejek Indri sambil tertawa.
Dari pertama Narendra ngedektin Ara mereka sudah nasihatin Ara untuk segera nrima Narendra, tapi dasarnya otak si Ara bebal dia justru jual mahal sama Narendra.
Dan ketika tahu Narendra mau ke inggris barulah dia nurunin gengsinya, akhirnya Ara mau menerima Narendra.
Ara dan kedua sahabat ya sedang berada di kantin sekolah sambil makan di sela-sela obrolannya.
"Ra bagaimana nanti kalau lulus lo nerusin kuliah di inggris aja susul kak Narend" ucap Indri memberikan ide kepada Ara.
__ADS_1
"Bener itu Ra, bisa bahaya kalau cowok tampan seperti kak Narend di lepas terlalu lama, yang ada mah nanti di kerubungi ulat bulu. Jaman sekarang banyak cewek gatal Ra, mungkin bang Narend setia tapi kalau kucing di kasih ikan asin siapa yang bisa menolak Ra" timpal Marissa justru semakin membuat hati Ara was-was.
Ara takut kalau di sana banyak wanita yang seperti Bella yang suka dengan kekasihnya.
"Bener juga kata lo Mar, tapi kapan kita lulusnya? baru juga kita masuk kelas tiga, yang ada mah setahun lagi" ucap Ara mendadak menjadi lesu.
"Jangan ngaco Mar, kasihan anak orang jadi galau" ucap indri sambil menyenggol lengan Marissa.
"Lah bener Ndri, apalagi pergaulan disana tuh bebas banget" sahut Marissa semakin membuat Ara overthingking.
Indri menatap tajam Marissa sambil melirik Ara yang sedang mengaduk ngaduk makananya seperti orang tak berselera. ia berharap kalau Marissa tahu kode dari tatapannya.
Marissa yang tahu pun langsung memukul mulutnya sendiri, ia baru sadar saat melihat tingkah Ara.
"Jangan dengerin Marissa Ra, lo tahu kan kalau bang Narend lelaki setia, bahkan dia aja tak pernah pacaran sebelumnya" ujar Indri membuat Ara menoleh dan menjatuhkan sendoknya.
"Iya, kau benar Ndri, Bang Narend pasti tak akan berani macam-macam" ucap Ara sambil tersenyum lega.
Ia baru ingat kalau selama ini Narendra tak sedikit pun pernah dekat dengan perempuan, bahkan untuk sekedar berteman saja Narendra tak memilikinya.
*
*
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam tapi Narendra masih saja tak kunjung bisa memejamkan matanya.
"Dia lagi apa ya? sepertinya dia sedang istirahat, coba telpon dia ah" ucap Narendra sambil melihat jam yang menempel di dinding kamarnya.
Narend bangun dari tidurnya lalu mendudukan tubuhnya, ia mengambil pknselnya dari atas nakas dan mencoba menghubungi nomor telpon Ara.
Tuutttt.....
Tuttttt...
__ADS_1
Tutttt....
"Hallo" sapa Ara dari swbrang telpon, pertanda kalau panggilan Narendra sudah terhubung.
"Lagi apa sayang" tanya Narendra.
"Ara lagi di kantin, abang" jawab Ara.
Narend yang mendengar Ara sedang di kantin pun dia langsung mengubah panggilannya menjadi video call.
"Kenapa belum masuk hmm?" tanya Narendra sambil tersenyum manis menatap Ara.
"Sebentar lagi Ara akan masuk bang, kenapa abang belum tidur bukankah di situ sudah tengah malam" sahut Ara lalu bertanya pada sang kekasih.
"Abang kangen kamu sayang, makanya abang tidak bisa tidur" sahut Narendra membuat wajah Ara seketika merah merona.
"Kan baru juga beberpaa hari tidka bertemu masak iya sudah kangen" ucap Ara mencoba menutupi kegugupannya, padahal dalam hatinya berbunga-bunga mendengar ungkapan kangen dari Narendra, jadi bukan dirinya aja yang merasa kangen ternyata sang kekasih pun sama.
"ARA JUGA KANGEN KATANYA SAMA KAK NAREND, KATANYA RINDU ITU BERAT" teriak Marissa iseng sambil lari menghindari serangan dari Ara.
"Benar begitu sayang" goda Narendra sambil menaik turu kan alisnya membuat Ara semakin salting di buatnya.
"Maaf bang Ara masuk kelas dulu, sebentar lagi gurunya akan masuk kelas" ucap Ara langusng mematikan panggilannya secara sepihak.
Narendra menatap layar ponselnya yang berubah gelap karena wanitanya telah mematikan panggilanya.
"Haisss.... Tinggal bilang kangen aja malu" gumam Narendra sambil tersenyum memeluk ponselnya.
Tak lama akhirnya Narendra bisa memejamkan matanya setelah rindunya kepada sang kekasih terobati.
Bersambung.
Banyakin like sama koment biar othornya semangat up nya guys 🙏
__ADS_1
Happy reading guys