Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 53


__ADS_3

Pulang sekolah Ara di jemput oleh Narendra, pemuda itu meyempatkan diri untuk menjemput tunangannya, pasalnya hari ini merupakan hari terakhir ia di tanah air. Nanti malam ia harus kembali ke London untuk menyelesaikan study nya.


Ara yang melihat mobil Narendra di depan sekolah pun langsung berlari menghampirinya. Narendra yang melihat tunangannya mendekat pun membuka kaca mobilnya


"Abang sudah lama?" tanya Ara dari kaca mobil.



"Abang baru datang sayang, ayo masuk" jawab Narendra dan meminta wanitanya masuk kedalam mobil.


Ara pun masuk dan duduk di sebelah bangku kemudi, Narendra mengusap puncak kepala Ara dengan sayang.


"Mau langsung pulang atau main dulu?" tanya Narendra seraya melajukan mobilnya.


"Kapan abang kembali ke London" tanya Ara balik sambil menatap sang pria.


"Rencananya nanti malam abang kembali, kenapa hmm" sahut Narendra sambil mengusap sisi wajah Ara.


"Apa tidak bisa di tunda dulu" tanya Ara mengerucutkan bibirnya, ia seakan tak rela di tinggal Narendra.

__ADS_1


"Tidak bisa sayang, abang harus segera menyelesaika. kuliah abang biar abang bisa cepat nikahin kamu" sahut Narendra membuat wajah Ara langsung blushing.


Narendra terkekeh sambil melirik wajah malu-malu Ara, ingin sekali dia mencium pipinya namun ia tahan, ia menunggu sampai halal agar leluasa menyentuh calon istrinya.


"Sayang, kau belum jawab mau kemana?" tanya Narendra.


"Mau kedanau aja boleh" tanya Ara sambil melihat kearah Narendra.


Narendra mengangguk lantas melajukan mobilnya menuju ke sebuah Danau yang pernah Narendra datangi bersama Ara.


Sementara di tempat lain Bella sedang berkumpul bersama dengan kedua sahabatnya di sebuah cafe, mereka seperti sedang terlibat obrolan yang serius.


"Apa kau tahu kalau Narendra sudah bertunangan dengan Ara, Bell?" tanya Stevi.


"Lalu apa kau terima begitu saja Bell" timpal Silvy ingin tahu.


"Tidak, kalau aku tidak bisa memilikinya makan siapapun juga tidak ada yang boleh memilikinya termasuk Ara" sahut Bella dengan sorot mata tajam penuh kebencian.


"Lalu apa yang akan kau lakukan kepada Ara" tanya Stevi mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kalian tak perlu tahu, yang jelas aku sedang merencanakan suatu hal kepada Ara" sahut Bella menyeringai.


Entah apa yang sedang Bella rencanakan, yang jelas tidak ada yang tahu kecuali Bella.


"Jangan aneh-aneh Bell, kau tahu sendiri siapa Ara dan keluarga Wijaya. Jangan sampai kau menyesal nantinya" peringat Stevi kepada Bella.


Narendra dan Ara berasal dari keluarga yang berpengaruh, itu sebabnya Stevi memperingati sahabatnya untuk tidak melakukan sesuatu yang fatal kepada Ara., atau nanti dia sendiri yang akan menyesalinya.


"Kau tenang saja, aku akan melakukannya serapih mungkin" ujar Bella.


"Tapi kau harus tetap hati-hati Bell, bahkan mereka hanya duduk manis saja bisa tahu semua informasi tentang kita" sahut Silvy.


"Betul itu Bell, lebih baik kau lupakan Narendra. Masih banyak laki-laki di luaran sana yang lebih baik dari Narendra" timpal Stevi di balas anggukan oleh Silvy.


Mereka memang dulu mendukung Bella berpacaran sama Narendra, namun setelah melihat Narendra bertunangan dan terus menolak Bella membuat mereka juga merasa kasihan dengan sahabatnya itu. ia tak mau terjadi sesuatu dengan sahabatnya kalau sampai mencelakai Ara, Karena yang ia tahu keluarga Wijaya dan keluarga Bastian tak sebaik itu.


Mereka akan membalas siapapun yang mencelakai keluarganya terutama anak dan istrinya.


"Lalu aku harus bagaimana? apa aku harus diam saja sambil melihat kemesraan mereka? kalian bisa bilang begitu karena kalian tidak merasakannya" seru Bella.

__ADS_1


Stevi dan Silvy hanya bisa menghela nafas pelan. yang penting mereka sudah memperingatinya tapi Bella tetap tidak mau dengar.


Bersambung


__ADS_2