
"Bang Narend, antar Ara pulang ya, Ara takut di cariin mami" pinta Ara ketika melihat Narendra sedang menuruni tangga dengan baju yang sudah berubah.
Narendra memakai celana pendek warna hitam dan juga kaos warna hitam.
"Tadi aku sudah kabarin aunty Chika" sahut Narendra.
"Aunty lihat, anak aunty ini makin hari makin aneh, ngapain coba dia nahan Ara di sini" Ara memgeluh sama Alana.
Entahlah. Alana juga tidak tahu maksud putranya menahan Ara di rumahnya.
"Memangnya Ara suruh ngpain di sini boy" tanya Alana seraya menautkan alis nya.
Narendra hanya mengendikkan bahunnya acuh.
"Ini gimana sih konsepnya bang, abang nyulik Ara kesini tapi tidak tahu Ara suruh ngapain" cetus Ara.
"Kenapa buru-buru, dulu kan kamu juga sering main kesini" sahut Narendra.
Ara merotasi bola matanya malas, tentu saja dulu dia sering main kesini, kan dulu dia masih kecil belum ada temannya juga.
"Dulu kan Ara masih kecil, jadi masih gabut... kalau sekarang Ara ngga bisa, Ara sibuk..Ara harus pulang"
"Kalau abang tidak mau mengantar Ara, biar Ara telpon Aciel saja suruh jemput Ara di sini." ancam Ara kekeuh minta pulang.
__ADS_1
Narendra mendelik jengkel mendengar nama Aciel do sebut di depannya.
"Bisa tidak sih ngga usah sebut-sebut nama Aciel" jengkel Narendra.
"Hak Ara, mulut juga mulut Ara terserah Ara mau nyebut siapa.l, lagian kalau cemburu mah bilang aja, ngga usah gengsi begitu"
Nayla dan Alana melongo, ternyata putranya sedang cemburu sama Ara, makanya anak orang di bawa kemari.
"Cepat bangun, katanya mau pulang" ketus Narendra mengalihkan pembicaraan.
Ara pun bangun dari tempat duduknya, lalu dia pamit sama Alana.
"Aunty Ara pulang dulu ya" pamit Ara sambil mencium punggung tangan Alana.
"Hati-hati di jalan" ucap Alan.
Lalu ia berbalik mencoba mengikuti langkah Narendra. tiba di depan Narendra membukakan pintu untuk Ara.
"Terima kasih" ucap Ara lalu masuk kedala mobil.
Narendra juga masuk ke mobil, dan duduk di kursi kemudi. Mobil mulai melaju meninghalkan kediaman rumah keluarga Wijaya.
"Ada yang mau di beli tidak?" tanya Narendra kepada Ara.
__ADS_1
"Tidak, Ara sudah kenyang" sahut Ara.
Narendra menunggu moment yang tepat untuk mengungkapkan perasaanya, sembari meyakinkan perasaannya kembali.
Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit, mobil yang di kemudikan Narendra di depan rumah Andre.
Mereka berdua turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah.
"Loh kok kalian sudah pulang, katanya kamu main di rumah Aunty Alana Ra" tanya Chika.
"Iya tadi mi, usai makan Ara minta langsung pulang" sahut Ara.
"Kamu ini malu-maluin mami aja, datang ke rumah orang cuma mau minta makan doang" seru Chika.
"Ya kan Ara lapar mi, ya kali suruh nahan...mana Ara kuat"
Chika menatap putrinya malas, Ara paling suka makan, mana bisa ia manahan lapar terlalu lama.
"Tak apa aunty, tadi Narendra juga salah tak memberi Ara makan dulu" timpal Narendra.
"Iya sayang, tak usah di kasih makan juga tak apa-apa" ucap Chika.
"Sebenarnya yang anak mami itu siapa sih, bisa-bisanya malah mendukungnya, bukannya marah anaknya tidak di kaish makan, ini malah mendukung. Mak ku doang yang aneh" gerutu Ara.
__ADS_1
Berasambung.
Happu reading guys🙏