Gadis Barbar Dan Pria Kaku

Gadis Barbar Dan Pria Kaku
BAB 28


__ADS_3

"Ndre, itu bukannya Ara ya" tanya Raka sambil menunjuk Ara yang sedang ngamen dari mobil satu ke mobil yang lain.


Andre, Raka dan Alex baru saja selesai melakukan meeting di restoran, dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang ke kantornya.


"Iya bener Ndre itu Ara" seru Alex yang juga melihat Ara.


"Jangan asal ngomong deh kalian, ya kali anak gue ngamen di lampu merah" ucap Andre tak terima.


Ia tak yakin kalau putrinya ngamen, secara dia cukup lumayan memberikan uang saku kepada putrinya itu.


"Siapa yang asal sih, jelas-jelas itu putri lo sama teman-temannya" seru Alex.


"Ngapain Ara di sini, kan ini masih jam sekolah" sahut Andre sambil mencari tempat untuk parkir sementara, ia penasaran dengan uacapan kedua sahabatnya.


"Lo kek ngga tahu anak perempuan lo aja Ndre" timpal Raka.


Andre mendengus, putrinya emang agak lain di banding anak kedua sahabatnya itu.


Andre menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Ngapain kita berhenti di sini Ndre" tanya Alex bingung.


"Gue penasaran ingin lihat anak gue, jangan sampai ucapan kalian benar, bikin malu aja" ucap Andre menggerutu.


"Sabar Ndre, jangan lo marahin di sini nanti membuat anak lo malu, lo kalau mau marahin di rumah aja" saran Raka.


Andre mengendikkan bahunya tak menyahuti ucapan Raka.


Andre keluar dari mobilnya, Raka dan Alex juga ikut keluar, mereka takut kalau Andre tidak bisa mengontrol emosinya.


Mereka memakluminya, mereka juga akan marah kalau tahu anaknya ngamen di jalanan, apalagi selama ini mereka sudah mencukupi semua kebutuhannya.


Terlihat Ara dan teman-temannya sedang menghitung uang hasil ngamennya, uang sudah terkumpul sekitar hampir seratus ribu.


"Hai, sini kalian" teriak Ara memanggil anak jalanan yang sedang duduk menunggu lampu menyala merah.


Anak itu menoleh, dia lalu tersenyum ketika tahu yang memanggil dirinya adalah Ara.


"Kak Ara... Kalian di sini" sahut anak jalanan kompak, mereka ada 5 anak.


Dari jarak lumayan jauh, Ara tersenyum sambil mengangguk melihat mereka semua berlari ke arahnya.


Brugghh.


Mereka semua menubruk tubuh Ara, Marissa dan Indri sambil tertawa girang.


"Kalian bisa pelan tidak, nanti kalau kak Ara jatuh bagaimana" seru Ara.

__ADS_1


"Maaf kak, kita cuma kangen sama kak Ara, sudah lama kak Ara tidak main kemari."


"Maaf, kemarin kaki kak Ara sakit, jadi kak Ara tidak bisa main kesini".


Sejak tadi Aciel melihat interaksi mereka yang terlihat begitu akrab, ia jadi tahu sisi lain dari teman-teman barunya. Ia cukup bangga berteman dengan mereka.


"Kalian sudah pada makan belum?" tanya Ara sambil mengusap kepala mereka.


"Belum kak"


"Ini kak Ara ada sedikit rejeki, kalian bagi-bagi ya" ucap Ara sambil memberikan uang hasil ngamen tadi, mereka berempat juga ikut menyumbang dari sisa uang saku mereka.


"Makasih kak Ara, kak Indri, kak marissa, kak.... " ucap mereka kompak.


"Panggil aja kak Aceil" sahut Aciel sambil tersenyum.


"Terima kasih kak Aciel" ucap mereka secara bersamaan.


"Sudah sana kalian beli makan, biar tidak lapar" titah Ara.


"Baik kak"


Lalu mereka berbalik meninggalkan Ara, sesekali mereka menoleh sambil melambaikan tangannya kepada Ara.


Ara dan yang lainnya pun ikut membalas lambaian tangan mereka.


"Waktu main kita selesai, kalau begitu kita balik ke sekolah ambil mobil" ucap Ara.


"Jangan, nanti kalau nyokap gue tanya gimana" timpal Indri.


Aciel dan Ara mengangguk setuju dengan ucapan Indri.


"Lebih baik kita ke sekolah lagi ambil mobil, gue lebih takut di marahin nyokap gue, ketimbanh si botak" saran Ara.


Maminya kalau ngomel lama, jadi Ara males kalau dengerin maminya mengomelinya.


Akhirnya mereka mengangguk setuju dan menghentikan taksi untuk menuju ke sekolahnya.


(Pengalaman othor, dulu kalau habis istirahat pertama suka bolos, nanti pas waktu jam pulang sekolah tiba, othor balik lagi guys ambil tas 😂 masa SMA emang lagi seru-serunya)


*


Ara tidak menyadari kalau sejak tadi papinya memperhatikannya.


Emosi Andre lenyap dan di gantikan dengan rasa haru ketika melihat putrinya berjuang mendapatkan uang untuk membantu orang yang tak mampu.


Ia tak menyangka kalau putrinya mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Tak sengaja Andre meneteskan air matanya haru.

__ADS_1


"Hebat putrimu Ndre, aku tak menyangka dia sekeren itu" puji Alex sambil geleng-geleng.


"Di balik sikap barbarnya ternyata dia mempunyai jiwa sosial yang tinggi, bahkam dia rela panas-panas demi bisa membantu mereka, padahal mereka bisa minta uang sama orang tuanya langsung untuk membantu mereka, namun mereka justru memilih untung berjuang sendiri" timpal Raka.


"Ya, aku bangga memiliki putri seperti dia, meskipun dia selalu berulah, tapi dia masih mempunyai sisi baik dari dalam dirinya." ucap Andre sambil mengusap sisa air matanya.


"Aku akan menyuruh Sky bergaul sama Ara lah nanti, biar dia bisa berubah keren seperti itu" ceplos Alex.


Plakkk...


Raka memukul bahu Alex lumayan keras.


"Memangnya putramu itu kurang keren atau gimana, lo kira Ara salon kali bisa merubah orang jadi keren" kata Raka.


Alex mengendikan bahunya acuh.


"Silahkan saja kau suruh Sky bermain dengannya, gue yakin lo akan di buat pusing tiap harinya. Seperti barusan... aku yakin kalau putriku bolos sekolah" ucap Andre.


"Lo mau putramu seperti itu" lanjutnya sambil memberikan pertanyaan mengejek kepada Alex.


"Kau ini gimana, tentu gue akan bilang ke Sky, ikuti yang baiknya, tapi yang tidak baik jangan kau ikuti" sahut Alex.


"Aku tak yakin" ucap Andre.


Kemudian Andre berbalik, dan melangkah menuju ke mobilnya.


*


Sedangkan di tempat lain. di sekolah Ara, kepala sekolah sedang menunggu Ara dan yang lainnya mengambil mobil di parkiran.


kepala sekolah tadi mendapat laporan dari guru matematika di kelas Ara , kalau Ara dan teman-temanya tidak ada dalam artian bolos, pasalnya ia sudah mengecek ke uks sesuai alasan yang di katakan Rasha kepadanya.


"Kalian dari mana?" tanya kepala sekolah tiba-tiba ketika melihat Ara berjalan keluar dari dalam uks.


Ara melakukan itu, agar nanti guru yang melihatnya tidak curiga.


"Tentu saja kamu dari uks pak, memangnya dari mana lagi" sahut Ara.


"Jangan bohong, sejak tadi di uks tidak ada orang, saya sudah mengeceknya tadi." desak kepala sekolah.


"Tentu saja tidak ada, orang tadi kita nonton" ucap Ara akhirnya jujur, percuma juga kekeuh orang nyatanya mereka tidak ada di uks.


"Jadi benar, kalian bolos jam pelajaran" tanya kepala sekolah memastikan.


"Iya pak, soalnya saya males belajar matematika" sahut Ara.


Mereka bertiga hanya diam saja membiarkan Ara yang menghendlenya.

__ADS_1


Bersambung


Happy reading guys 🙏


__ADS_2