
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Ara dan Narendra pun tiba. Malam ini mereka berdua akan melangsungkan pertunangan yang di selenggarakan di sebuah hotel bintang lima yang sudah di dekor begitu mewah dan juga megah.
Semua keluarga nampak sudah berkumpul di tempat acara pertunangan itu di lakukan.
Awalnya Raka ingin mengadakan pertunangan anaknya secara privat, tapi ternyata pemikiran istrinya beda dengan pemikirannya.
"Percuma saja papah menyuruh mereka berdua bertunangan kalau ujung-ujungan bakal di lakukan secara sembunyi-sembunyi" ucap Alana.
"Tapi Ara masih sekolah mah, memangnya tidak apa-apa kalau nanti teman-temannya tahu kalau dia sudah bertunangan?" sahut Raka mengkhawatirkan Ara.
"Kau salah mengkhawatirkan orang pah, mana mungkin Ara memikirkan hal itu, yang ada mah dia senang bertunangan dengan putramu" balas Alana.
Alana ingin pertunangan anaknya di selenggarakan secara mewah, ia ingin memberitahu kepada publik kalau putranya sudah memiliki tunangan, dengan begitu tidak ada wanita yang akan mendekati putranya pikir Alana.
Alana tidak tahu aja kalau jaman sekarang wanita pada nekad 😂
Para tamu undangan satu persatu datang memenuhi ballroom hotel.
Bukan hanya dari kalangan bisnis yang datang ke acara pertunangan Ara dan Narendra, Raka juga mengundang dari kalangan Artis dan juga politik.
Tak ketinggalan Raka juga mengijinkan para wartawan hadir untuk meliput.
Saat semua para tamu berkumpul Raka naik keatas panggung untuk memberikan sambutan kepada para tamu yng sudah hadir, Raka juga menjelaskan kepada semua tamu kalau ini adalah pesta pertunangan putra sulungnya dengan anak sahabatnya yaitu Andre.
"Untuk Narendra dan Ara silahkan naik keatas panggung" pinta Raka.
Ara merangkul tangan Narendra naik ke atas panggung.
Tidak hanya Raka, di atas panggung juga ada Andre, Chika dan juga Alana. ada rasa sedih sekaligus haru di hati Andre.
Dia sedih karena putri kesayangannya sudah dewasa dan sebentar lagi tanggung jawabnya akan segera selesai.
Terharu karema bisa menyaksikan putrinya bertunangan dengan putra sahabatnya.
"Arrabella Levina Ayyara Bastian, maukah kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku?, maafkan aku sudah pernah membuatmu kecewa. Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu sama kamu, tapi akau akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu. Sayang, maukah kamu menungguku? menungguku menyelesaikan pendidikanku sampai menuju ke pelaminan untuk memulai hidup yang baru " ucap Narendra.
"Terima kasih dengan semua yang sudah kamu lakukan untukku, tidak ada alasan untukku menolakmu, Narendra Arta Wijaya untuk malam ini aku menerima segala sesuatu yang ada di dalam diri kamu termasuk kelebihan dan kekuranganmu" ucap Ara.
__ADS_1
Semua para tamu undangan bertepuk tangan menyaksikan itu.
Alana memberikan cincin pertunagannya, Ara mengambilnya dan memakaikannya di jari tangan Narendra, Begitu pun dengan Narendra melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Ara.
Narendra mencium punggung tangan Ara dan mencium keningnya.
Dari bawah panggung Nayla menatap keduanya dengan tatapan haru, ia tahu jelas perjalanan cinta keduanya yang bisa di bilang tidaklah mudah.
"Sendirian aja" ucap orang tiba-tiba berdiri di samping Nayla.
"Eh mas ganteng" ceplos Nayla sambil menutupi mulutnya yang keceplosan.
"Kamu ngomong apa? aku tidak dengar" tanya orang itu yang tak lain Damian kakak senior Nayla.
"Tidak, kakak sama siapa kesini" tanya Nayla penasaran.
"Oh, aku sama bokap" jawab Damian.
"Kenapa kamu tidak membalas pesanku" lanjutnya bertanya kepada Nayla.
Bagaimana Nayla mau membalas pesannya, baru melihat namanya tertera di layar ponselnya sudah membuat jantungnya ajep-ajep.
"Kamu ini lucu sekali, kamu tinggal jawab saja apa yang aku tanyakan" ucap Damian gemas melihat tingkah Nayla.
"Iya deh nanti kalau kakak mengirimi ku pesan lagi" kata Nayla sambil memperlihatkan deretan giginya.
Damian menekan kepala Nayla gemas.
"Hahaha... kakak rambut Nay berantakan nanti" ucap Nayla tertawa sambil menahan tangan Damian yang sedang memegangi kepalanya.
"Salah sendiri kamu menggemaskan" sahut Damian melepaskan tangannya dari kepala Nayla.
"Kakak ngarang, dari dulu Nay memang sepert ini" ucap Nayla mengerucutkan bibirnya sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Teruslah begini karena aku menyukainya" ucap Damian sambil membantu Nayla merapihkan rambutnya.
Nayla mendongak melihat wajah Damian, Tinggi Nayla yang hanya sebatas dadanya pun membuat Damian menunduk membalas tatapan Nayla.
__ADS_1
Netra keduanya terkunci, Sejenak mereka berdua saling tatap satu sama lain. Nayla yang sadar pun langsung menarik tatapannya dari mata Damian.
Mereka berdua menjadi canggung sendiri.
"Sepertinya tidak lama lagi kamu akan mendapatkan menantu lagi kak" ucap Arga yang baru saja datang sambil memukul bahu kakaknya pelan.
"Hah? jangan ngarang kamu Ga, baru datang bicaramu sudah ngaco" seru Raka.
"Lihatlah, putrimu sedang di dekati oleh seorang pria, wajah putrimu ktu terlihat malu-malu kak" ucap Arga sambil menunjuk ke arah Nayla yang sedang bersama Damian.
Raka pun mengikuti arah yang di tunjukan oleh adiknya itu, dan benar saja putrinya sedang bersma dengan pria asing yang tak ia kenal sebelumnya.
"Sepertinya kau kecolongan menjaga putrimu itu kak" sindir Arga mengejek kakaknya.
Arga tahu kalau kakaknya begitu posesif dengan putrinya, bahkan kakaknya itu tak segan-segan mencari tahu semua identitas teman putrinya terutama yang laki-laki. ia melakukan itu karena takut putrinya itu di sakiti oleh seorang pria.
Apa lagi ia mengingat dulu pernah menyakiti istrinya, dan Raka tidak mau kejadian itu menimpa putrinya.
"Aku kesana dulu sayang" pamit Raka ingin menghampiri putrinya.
"Biarin saja sayang, kalau kamu begini terus yang ada putriku susah mendapatkan jodoh" cegah Alana. ia terkadang sebal dengan tingkah suaminya yang begitu posesif dengan putrinya.
"Tapi sayang, aku tidak percaya dengan pria itu" ucap Raka dan Alana menghembuskan nafasnya pelan.
"Mereka hanya mengobrol sayang, kita juga bisa memantaunya dari sini" ucap Alana.
Arga menahan tawanya melihat kakaknya seperti sedang kebakaran jenggot melihat putri kesayangannya di dekati pria lain.
"Tapi sayang" ucap Raka langsung di potong oleh Alana.
"Tidak ada tapi-tapian, lagian pria itu tampan" sela Alana malah memuji ketampanan Damian.
Raka semakin tidak suka dengan pria itu, apalagi membuat istrinya berani memujo pria lain di hadapannya hanya karena melihat ketampanan pria itu.
Bersambung
Bersambung
__ADS_1