
Hari ini Ailin ada kelas siang, Ailin berangkat ke kampus dengan hati yang kesal dan kusut, namun tetap wajah datarnya menutupi semua kekesalannya saat bangun pagi tadi.
Melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan jam 11 siang, Ailin segera menghentikan bus yang akan mengantarkannya ke kampus, kelas akan di mulai sekitar jam dua belas siang.
Di dalam bus, Ailin melihat seseorang yang mencurigakan namun Ailin berekspresi biasa saja tapi jiwanya tetap waspada pada pria yang berperawakan kurus di depan nya.
Ailin melihat gerak-gerik pria itu yang sedikit demi sedikit tangannya memasuki tas salah satu penumpang wanita setengah baya di dekat pria kurus itu.
Ailin berdecak kesal melihat aksi jahat pria itu, tanpa aba-aba Ailin mencekal tangan pria itu.
"Aaaarrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhh" jerit pria itu membuat semua penumpang melihat ke arahnya dan juga wanita yang tadi sempat akan di ambil dompetnya. karna memang suasananya sepi tanpa ada yang berbicara.
"sialan siapa kau berani-beraninya memelintir tanganku" ucap pria itu tapi dia tak bisa bergerak karna tangannya masih di pelintir oleh Ailin.
Tenaga Ailin sangat kuat, sampai-sampai pria itu tak berhenti meringis dan tak bisa melepaskan diri.
"ada apa ini?" tanya seorang pria lain yang melihat aksi Ailin
" kalian harus menjaga isi tas kalian, atau pria ini akan mengambil seluruh isi tas kalian. Dan menurut kalian kenapa aku sampai memelintir tangannya jika bukan kesalahan yang dia lakukan" ucap Ailin membuat semua orang melihat ke arah pria yang masih kesakitan itu.
" pantas saja beberapa hari yang lalu saat pria ini masuk ke bus kami, ada seorang wanita yang kehilangan dompet dan ponselnya, ternyata dia biang keroknya" ujar kenek bus itu dan semua orang menjadi terkejut dan ada juga yang mengumpat pria itu.
"kalau begitu kita bawa saja dia ke kantor polisi, biar dia di penjara" ucap salah satu wanita yang membawa anak nya.
"iya benar" jawab yang lain.
"tolong jangan bawa saya ke kantor polisi, saya mohon" mohon pria itu tapi tak ada yang mendengar hingga pria itu di bawa ke kantor polisi untuk di tangani.
Ailin yang sudah sampai di depan kampus melangkah menuju ke dalam kampus karna 15 menit lagi kelas di mulai, Ailin berjalan santai memasuki kampusnya namun salah seorang wanita bersama segerombolan teman-temannya menghampiri Ailin.
"aduh, kenapa sih di kampus kita ada mahluk aneh seperti ini, di kampus kita kan sangat populer sekali, tapi kenapa ada yang menerima gembel masuk kesini" ucap pedas wanita berbadan proposal dan penampilan yang seksi serta make up tebal melapisi wajahnya.
Ailin yang mendengar ucapan wanita itu, merutuki dirinya sendiri karna sudah dua kali mendapatkan kesialan. Sebelumnya di bus dan sekarang harus menghadapi ulat bulu yang gatel.
Ailin hanya cuek dan tetap wajah datarnya membuat wanita tadi jengkel karna tak di tanggapi Ailin.
"hey, teman kita bicara, kenapa tidak sopan sekali," ucap salah satu dayang wanita itu.
"iya, apa dia bisu atau tak punya mulut" ujar salah satu lainnya.
"hey gembel ngomong dong" wanita itu mendorong pundak Ailin membuat Ailin naik darah.
"apa kalian berbicara?, maaf aku tidak mendengarnya" seru Ailin membuat wanita itu geram dan marah karna Ailin tak menanggapinya dan bahkan tak menganggapnya berbicara.
"dasar ******" wanita itu menjambak rambut Ailin, hingga Ailin mendongak ke atas.
Wanita itu tersenyum sinis melihat Ailin yang sedikit meringis. Tapi senyumnya berubah menjadi heran.
__ADS_1
"kenapa wanita ini sama sekali tidak merasakan sakit ya?" ucapnya.
Ailin yang sudah bosan karna wanita itu tak melakukan apapun, Ailin segera menepis kasar tangan wanita itu dari rambutnya.
"aww, brengsek" wanita itu kesakitan karna Ailin menepisnya kasar.
"kurang ajar"
Wanita itu melayangkan tangannya ingin menampar Ailin tapi Ailin meninju lengan wanita itu membuat wanita yang bernama Amelia itu kesakitan dia bagian lengan atasnya akibat tinjuan Ailin.
"merepotkan, kalau kalian hanya pengganggu mendingan tidak usah kuliah di sini, karna yang kuliah di sini orang yang menuntut ilmu, bukan memamerkan pantat dan pinggulnya seperti kalian" seru Ailin membuat mereka semua kesal oleh ucapan Ailin.
Ailin pun buru-buru melanjutkan langkahnya menuju kelasnya karna 5 menit lagi kelas akan di mulai.
Dan mereka para wanita yang mengganggu Ailin tadi segera membantu Amelia pulang karna lengannya terasa ngilu dan sakit harus di bawa ke rumah sakit untuk di obati.
Amelia adalah putri pemilik kampus tempat Ailin kuliah, tapi setiap beberapa kali Amelia mengganggu Ailin, ayah Amelia Tak akan mau mengeluarkan Ailin dari kampus, karna Ailin memiliki segudang otak cerdas dan juga gadis yang sangat jenius bahkan mengalahkan Amelia yang jauh berbeda dengan kecerdasan Ailin.
Itu juga menjadi sebab Amelia membenci Ailin dan selalu mengganggu ketenangan Ailin.
***
Ailin sudah sampai di kelasnya bertepatan dengan dosennya memasuki ruangan kelas Ailin untuk menyampaikan materi.
Sekitar 1 jam, materi yang di sampaikan dosen sudah selesai dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 14:35 waktu Ailin istirahat. Ailin akan kembali ke restoran tempatnya bekerja jam 17:00 berarti Ailin masih punya kelas 2 jam lagi dan akan kembali ke restoran setelah selesai dengan mata kuliahnya.
Ailin sudah selesai dengan mata kuliahnya, sekarang ia keluar dari kelas dan berjalan kaki menuju halte bus depan kampus nya untuk menunggu bus yang akan mengantarnya ke tempat kerja.
Namun sebuah mobil sport mewah berhenti di depannya, Ailin mengernyit melihat mobil mewah itu ada di depannya. Ailin tak peduli siapa pemilik mobil itu dan mengarahkan pandangannya ke arah lain. Namun suara yang sangat Familiar terdengar memanggilnya.
"Ailin" panggil seorang pria berperawakan tinggi dan tegap memanggil dan menghampirinya.
Ailin berdecak kesal melihat siapa yang berani-beraninya memanggil namanya.
"kau mau pulang ya?" tanya barra.
"bukan urusanmu" ketus Ailin.
"hey, tenang lah honey, aku hanya bertanya" ucap barra.
"siapa yang menyuruhmu memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu?" tanya Ailin.
"aku sengaja saja ingin memanggilmu dengan sebutan honey, menurutku itu sangat cocok untukmu" seru barra.
"terserah" Ailin tak peduli pada pria itu.
"baiklah, sekarang aku antar kamu pulang" seru barra lagi.
__ADS_1
"tidak usah"
"ayolah honey"
"kau tidak bisa mengerti bahasa manusia" ucap Ailin.
"ayolah" ajak barra lagi.
"tidak"
"Hem baiklah, kalau kau tidak mau aku akan menggendong mu"
"tuan barra saya tidak mau dan jangan lakukan hal bodoh" ucap Ailin.
"baiklah, kalau tidak mau"
Ucapan Barra tak main-main, Barra langsung menggendong Ailin ala bridal style dan tentu membuat Ailin kesal dan memukul kuat punggung barra.
"lepas, dasar pria aneh lepas" ancam Ailin serta suaranya sedikit keras.
Beruntungnya di sana sepi tak ada orang. sehingga barra tak peduli dengan ancaman Ailin.
Sebenarnya pria itu merasa kesakitan pada punggungnya karna tenaga Ailin saat memukulnya begitu sangat kuat. Tapi barra adalah pria yang penuh rasa gengsi hingga rasa sakit di punggungnya iya berusaha tak terlihat sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC😘
__ADS_1