Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Saling merindukan


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi hari yang cerah dengan sinar mentari yang menghangatkan dan suasana sejuk menerpa tubuh, tetesan embun perlahan menyerap dan kering di bawah sinar matahari.


Ailin membuka mata dan mengumpulkan nyawa sejenak lalu beranjak dengan malas. Tubuhnya yang lelah semalam masih terasa pegal-pegal di bagian leher dan juga otot tubuh lainnya.


Namun aktivitas gadis itu yang membuat nya kembali menyatukan semangatnya hari ini.


Ailin beranjak dan menuju kamar mandi, lalu setelah itu, mengganti baju dengan stelan yang berbeda. Hari ini Ailin menggunakan kemeja putih setengah di masukkan ke dalam celana jeans berwarna biru laut dan rambut panjang bergelombang membuatnya terlihat lebih cantik dan manis.


Ailin tak menyukai hiasan ataupun aksesoris lainnya, dia tak suka menggunakan barang seperti kalung emas dan juga gelang yang berlebihan Yanga akan membuat penampilannya merepotkan. Dia lebih suka dengan gayanya yang biasa saja, membuat gadis itu terlihat sederhana dengan penampilannya.


Ailin menggunakan sepatu boot kesukaannya, dan tas ransel modern miliknya yang selalu iya bawa kemanapun dia pergi.


Ailin keluar kamar melewati lift, menuju lantai dasar. Ailin melihat kedua sahabatnya sisil dan Kanaya tengah menyiapkan sarapan di dapur khusus para Queen, sedangkan untuk para Mafioso, mereka memiliki dapur khusus dan beberapa chef handal yang di bayar memasak makanan untuk mereka.


Terlihat Sisil dan Kanaya yang bergulat di dapur, sedangkan Fanny dan nirmala kedua gadis itu belum turun menuju ruang makan.


"selamat pagi Q" sapa Kanaya dan Sisil.


"Hem, pagi" Ailin menduduki salah satu kursi di meja makan.


"Q, hari ini kita sarapan seperti biasa saja, apa boleh kita merayakan keberhasilan kita dengan acara makan bersama nanti malam?" tanya Kanaya takut-takut.


Ailin berdiri dari duduknya dan menghampiri kedua sahabatnya itu.


"apapun yang kalian lakukan aku tak akan melarang, selagi itu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kalian, aku tidak keberatan, Kalian jangan takut meminta padaku apapun yang kalian inginkan selagi itu hal positif" seru Ailin.


Hati Kanaya tersentuh mendengar ucapan Queen nya.

__ADS_1


"benarkah itu Q?" Sisil menimpali.


"tentu"


"yes, oke bagaimana kalau malam ini kita rayakan kemenangan kita dan makan bersama di sini, aku janji akan memasak enak ala cafe di dapur kita" seru Kanaya.


"aku setuju," teriakan Fanny yang tiba-tiba turun dari lift bersama Nirmala.


"kalau kamu Nirmala?" tanya Fanny.


"kalau aku, ikut kalian saja" seru Nirmala.


"baiklah kalau begitu, kita pergi ke supermarket membeli bahan makanan dan jangan lupa bawa beberapa catatan untuk mencatat apa yang perlu di beli supaya tidak lupa" seru Sisil


buk


Satu amplop tebal uang di jatuhkan di atas meja oleh Ailin membuat keempat gadis itu diam dan terkejut melihat amplop tebal itu.


"beli apa yang kalian inginkan, dengan uang ini kalian bisa membeli apa saja kebutuhan dapur" seru Ailin memberikan uang berisi 20 juta di atas meja.


"tapi Q kami punya uang hasil tabungan kita" seru Sisil.


"simpan uang Kalian, dan gunakan itu untuk segala keperluan" seru Ailin dan kembali duduk di kursi makan, mengambil beberapa hidangan yang tersaji di sana.


Sandwich kesukaannya dia buatkan khusus untuknya oleh kanaya. "siapa yang membuat sandwich ini?" tanya Ailin.


"saya Q, apa rasanya tidak enak?" tanya Kanaya menundukkan kepala.


"aku tidak suka makanan ku di buatkan khusus, aku ingin makan di meja bersama dengan kalian, makanan yang sama tanpa di buatkan khusus begini, aku tak menyukai seperti itu, kita ini sahabat harus melakukan hal yang sama juga" seru Ailin sedikit membentak.


"maaf Q, aku tidak akan ulangi lagi" seru Kanaya bergetar karena mendengar suara Ailin yang membentaknya.


"sudah lah, mulai hari ini kita harus makan satu meja bersama dan memakan makanan yang sama, aku juga sama seperti kalian yang tak perlu di perlakukan khusus" seru Ailin menurunkan nada bicaranya karena tak ingin melihat Kanaya ketakutan dengan bentakannya.


Ailin yang terbiasa makan seadanya merasa tak enak dikala para sahabatnya memperlakukan nya dengan khusus, dia begitu merasa tak nyaman.


"ayo duduklah kita makan bersama" seru Ailin.


Dan mereka semua duduk di kursi makan, dan mengambil beberapa hidangan dan menyantap makanan dengan lahap.


****


Setelah Ailin selesai sarapan, dia akan segera berangkat menuju kampusnya, tapi beberapa langkah iya berjalan keluar mencari motor sport miliknya, ponsel di saku celananya berbunyi, dan menghentikan langkah gadis itu.


Melihat siapa yang memanggilnya, matanya berbinar terang.


"hallo sayang" suara Ailin setelah mengangkat panggilan dari prianya.

__ADS_1


"kau dimana sayang, saat aku datang ke rumahmu, kau tidak ada di rumah" suara jantan pria yang di cintai Ailin terdengar manja di seberang telpon.


"aku berangkat pagi ke kampus sayang, aku juga menghubungimu beberapa kali tadi malam, tapi ponselmu tidak aktif" ucap Ailin.


"iya aku sibuk sayang, jadinya aku tidak bisa menelpon mu, dan belum bisa menemui mu. Tapi hari ini saat aku ingin bertemu denganmu, kamu sudah lebih dulu pergi ke kampus" suara barra di sebrang sana sedikit kecewa.


Niat hati ingin bermanja-manja pada kekasihnya,tapi pria itu tak menemukan kekasih nya di rumah.


"oke oke, malam ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat dan makan malam bersama, dan ingin menunjukkan sesuatu padamu" seru Ailin membuat hati barra kembali ceria.


"benarkah, aku sudah rak sabar ingin bertemu denganmu" suara barra.


" aku juga, baiklah aku telpon nanti ya" seru Ailin.


"iya sayang, bye sayang"


Panggilan pun terputus. Ailin tak ingin menceritakan dimana dia sekarang, tapi setelah iya bertemu dengan barra nanti, iya sendiri yang akan membawanya ke markas dan menunjukkan siapa dirinya pada barra, dan memberikan sebuah kejutan pada kekasih nya.


Ailin pun berangkat menaiki motor sport dan melaju dengan kecepatan penuh setelah melewati para Mafioso yang memberi hormat padanya dan setelah melewati gerbang besar markas, iya segera melajukan motor sportnya menuju kampus.


***


Di tempat lain


Barra memutar-mutar ponselnya dan memainkan dengan sesekali melempar-lempar kecil ke udara ponselnya sembari bergumam. " aku ingin lihat sampai dimana kau bisa membohongiku baby, aku ingin melihat apa yang kamu rencanakan, ahh rasanya aku ingin segera menikahkan dirimu yang begitu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi" gumam barra membayangkan gadis cantiknya bersanding di pelaminan bersamanya dan melewati malam panas berdua di atas ranjang bertaburan kelopak mawar merah yang indah" ucap barra sembari tersenyum senang menatap layar ponselnya terdapat foto Ailin sebagai wallpaper.


Memikirkan dirinya melewati malam panas bersama Ailin, kini tanpa sadar sesuatu yang sejak tadi tertidur pulas kini menjadi bangun dan meminta di puaskan.


"sabar jeck, tinggal beberapa Minggu lagi" seru barra mengusap jecknya di balik celana yang iya gunakan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC😘


__ADS_2