
Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
Barra kembali ke ruangan bawah tanah, setelah mencari sesuatu yang selama ini iya simpan di laci kamar pribadinya di markas.
Barra memasuki ruangan yang begitu dingin dan menyeramkan tanpa kehangatan itu dengan langkah yang lebar serta raut wajah yang tak bisa di baca.
Hari ini pria itu akan membiarkan Julio menetap di ruang bawah tanah sampai barra menemukan bukti yang tepat saat kejadian di masa lalu bersama Arunika dan apa yang pernah terjadi dengan gadis itu.
"silahkan masuk tuan" suara anak buahnya mempersilahkan dia masuk.
Barra melangkah kan kakinya ke tempat Julio di kunci. Mata barra menatap sekeliling ruangan sepi tanpa ada kehidupan ataupun suara-suara yang hewan kecil apapun.
Melihat pria atau mantan sahabatnya itu terbaring lemah di dalam jeruji besi yang menjadi tempat tinggal Julio sementara. Barra ternyata masih memiliki sisi baik saat melihat sahabatnya di kurung di dalam jeruji besi itu.
Namun ketika mengingat dahulu Julio selalu memojokkannya dan menjelekan namanya pada Arunika, dia menjadi kesal tersendiri, padahal waktu itu mereka bertiga sudah seperti saudara. Namun Julio yang salah terlalu menaruh harapan pada Arunika yang mencintai barra.
Barra pria itu duduk kembali di kursi depan jeruji itu dan melihat kondisi mantan sahabatnya yang masih dengan wajah lebam dan juga darah di sudut bibirnya belum di bersihkan.
"kau akan mengetahui yang sebenarnya, tapi setelah kau mengetahui semuanya, ku harap kau tak akan menyesali seumur hidupmu" seru barra seketika Julio menatap sumber suara itu dan tersenyum sinis.
"aku tak akan menyesal, karena kau memang pelakunya" seru Julio, namun di dalam hatinya tersirat keraguan. Tentu lain di hati lain di mulut.
"kau yakin?"
"untuk apa aku tidak yakin"
Barra kembali berdiri dan meninggalkan tempat itu. Sementara Julio yang berada di balik jeruji, memandang punggung barra dengan tatapan sendu.
***
Di tempat lain
Ailin sudah selesai dengan tugas kuliahnya hari ini dan sebelum wisuda, Ailin menyiapkan segala keperluan dan juga tugas-tugas padatnya sudah sedikit lebih ringan.
Ailin terduduk di bangku taman kampusnya, karena hari ini dia pulang sore dia pergi ke sebuah taman yang menjadi tempat perkumpulan para mahasiswa dan Mahasiswi yang sekedar melepas penat.
Ailin duduk sambil membaca sebuah buku novel yang menjadi temannya setiap hari membaca buku cerita. Tapi suara ponselnya berdering tanda panggilan masuk merusak konsentrasi nya..
Ailin segera merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya melihat siap yang memanggilnya dan seketika senyuman terlukis indah di wajahnya melihat siapa yang menelponnya.
"hallo"
"apa kabar Kak, kenapa kakak menghilang saja, kata kakek dan nenek, mereka merindukanmu" seru Karin di sebrang telpon.
"kabarku baik, katakan pada mereka aku juga merindukan mereka" seru Ailin tersenyum.
"kapan Kaka datang?" tanya Karin.
"aku akan ke sana setelah selesai dengan kesibukan kuliahku" seru Ailin.
__ADS_1
"Hem, jadi kakak masih sibuk ya" seru Karin tak bersemangat.
"kakak janji, setelah kegiatan kuliah sudah selesai, aku akan datang mengunjungimu" seru Ailin.
"baiklah kak, kakak harus janji" seru Karin.
"janji"
Ailin memutuskan panggilan itu dan mencerna ucapan Karin.
"apa selama ini aku begitu lupa pada mereka yang selama ini sudah sangat baik padaku, secepatnya aku akan menemui mereka, aku juga merindukan mereka" gumamnya.
Ailin kemudian teringat barra. entah mengapa pria itu sejak tadi pagi selepas iya berangakat ke kantor, tak pernah barra menghubungi kekasihnya, apa yang terjadi mengapa pria itu sampai detik ini belum menghubunginya.
Namun Ailin tak ambil pusing, sore ini iya akan mencari taksi untuk mengantarkannya pulang. Namun sebelum iya pergi dari taman, ponselnya kembali berdering.
Ailin melihat siapa yang menelponnya dan mengernyit bingung ada apa pihak markas nya menelpon. Tak menunggu lama, Ailin mengangkat panggilan itu.
"hallo"
"........"
"apa, sialan"
"..........."
"siapkan pasukan, malam ini kita serang balik mereka" suaranya berubah dingin mendengar penuturan para kepercayaan nya.
"........."
Tut Tut Tut
Panggilan terputus dan Ailin bergegas merapikan buku novel dan juga ponselnya di masukkan ke dalam tas dan pergi ke jalan menunggu taksi yang lewat.
Ailin setelah menemukan taksi dia tak mungkin menuju markas dengan menggunakan taksi karena perjalanan cukup jauh. Iya bergegas pulang untuk mengambil mobilnya dan membawa beberapa keperluan dan juga mengubah penampilannya.
Ailin sudah sampai di rumah dan segera memasuki kamar, mengambil outfitnya dan tak lupa rambut kuncir kuda adalah ciri khas gadis itu, serta tak lupa mata biru itu di sulap menjadi hazel berwarna brown memeprlihatkan kecantikan luar biasa meski sebagian wajahnya di tutupi sebuah kain sebagai cadar.
Ailin menggunakan outfit yang berbeda dari sebelumnya, hanya mengenakan teng top berwarna merah dan blazer berwarna hitam celana jeans panjang memudahkan gerakannya.
Kaca mata hitam melekat di wajahnya membuat penampilan gadis itu sangat luar biasa.
Ailin mengendarai motor sport miliknya dan dalam sekejap motor itu melaju dengan kecepatan tinggi melewati jalan raya yang tak terlalu ramai. Gadis itu meliuk-liukkan motornya dengan lihai dan tak sedikitpun ada yang berani menandingi keahlian balap motornya.
Beberapa pengendara mobil dan motor yang lain menyumpah serapah Ailin yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan brutal.
Namun Ailin hanya fokus dengan melajukan motornya, tanpa mendengarkan sumpah serapah orang-orang di sekitarnya.
Dalam perjalanan sekitar 25 menit, Ailin sudah sampai di depan gerbang besar markasnya. Gadis itu di sambut oleh beberapa para bawahannya yang menunggu sejak tadi kedatangannya.
Setelah Ailin sudah sampai di pelataran markasnya, Ailin melihat seluruh para bawahannya berdiri di halaman yang luas itu dan melihat di sekelilingnya para bawahannya dengan teliti.
Ailin kemudian menghampiri ke empat kepercayaan nya tengah menunggunya. Saat Ailin sudah sampai di depan para pasukannya, dia memasang wajah dingin yang di takuti para bawahannya.
" apa semua sudah berkumpul?" Ailin melihat dan menyapu seluruh pasukannya tanpa terkecuali mereka semua hadir di lapangan.
"malam ini kita akan menyerang markas bagian selatan pulau z, persiapkan senjata kalian aku tidak mau ada kesalahan dalam penyerangan" seru Ailin lantang pada para pasukannya.
"Sisil, Kanaya, dan Fanny, ambil pasukan masing-masing kalian, kita gunakan jet pribadi untuk segera sampai di sana" seru Ailin.
"siap Q"
"malam ini kita menyerang mereka yang sudah berani mengusik ketenangan markas kita, jangan sampai biarkan satupun lolos dari serangan ini" Suara tegas gadis itu memberikan semangat membara pada seluruh pasukan. Ternyata Q mereka tak cuma pandai, tapi genius dengan membuat strategi dan semangat juangnya tak pernah padam.
"kita berangkat sekarang, dan kau Riyana, kau bersamaku menaiki jet pertama" serunya pada Riyana yang berdiri di samping Ailin bertugas sebagai pengendali dan menguasai IT.
__ADS_1
"siap Q"
Mereka semua akhirnya pergi menaiki puluhan jet yang berada di halaman yang luas itu dengan pasukan masing-masing.
Pasukan Ailin yang pertama mengudara, dan di ikuti Kanaya ,Sisil dan juga Fanny.
Mereka beriringan di ketinggian penuh di udara dan melintasi sepanjang kota dan pulau-pulau kecil di sana menuju pulau z yang berada di suatu tempat tersembunyi.
Setelah satu jam mengudara, jet mereka mendarat di tepi pantai yang luas. Setelah mereka sudah sampai, mereka berbaris membuat beberapa kelompok. Ribuan pasukan sudah berdiri di tempat siap mendengar perintah.
Semua pasukan menggunakan bluetooth di telinga masing-masing agar memudahkan mendapatkan informasi dan juga bisa mendengarkan perintah Queen mereka masing-masing.
Sisil mengambil barusan paling depan dengan pasukan berjumlah seribu pasukan. Kanaya mengambil barusan kedua dengan pasukan berjumlah seribu lima ratus pasukan.
Sedangkan Fanny juga sama dengan Sisil.
Selain itu, Riyana mendampingi Ailin dalam penyerangan ini, dia berada di belakang Ailin dan Nirmala.
Karena Nirmala belum cukup kemampuannya untuk memimpin pasukan, jadinya dia berada di antara Riyana dan Ailin.
Tiga Queen sudah mengambil tempatnya masing-masing dan Queen terbesarnya adalah Ailin sedangakan Riyana adalah bertugas untuk mencari titik merah keberadaan musuhnya.
"Riyana, bacakan letak lokasi musuh sekarang?" ucap Ailin.
"baik Q, lokasi kita sekarang ini cukup jauh dari letak musuh pertama, dan saat kita akan memasuki hutan, ada dua kelompok yang berada di sana, untuk menghalau siapapun yang datang ke pulau ini. Menurut pendeteksi lokasi sekarang mereka bergerak cepat karena mendengar suara jet milik kita mendarat di sini"
"dalam titik merah yang ada di alatku ini, sebagian musuh sudah perlahan mendekat pada tempat kita, ada juga yang sudah menunggu di perbatasan hutan. Lebih baik kita tetap waspada dan tetap memasang Bluetooth dan tajam kan pendengaran kita"
"baiklah, sekarang kelompok Sisil dan Kanaya kalian lebih dulu memasuki hutan untuk menyerang musuh pertama"
"untuk Fanny pergi ke perbatasan kemungkinan musuh di sana tak terlalu banyak, lewati jalan pintas jangan lewat depan, karena banyak perangkap yang tersembunyi di sana.
"Aku, Nirmala dan Riyana akan menuju markas mereka dan mencari Leader mereka" seru Ailin dengan lantang.
"apa kalian siap?"
" siap Q" ucap semuanya sermpak dan sekarang mereka segera melakukan tugas masing-masing yang sudah di perintahkan Ailin.
Semua para pasukan Ailin memasuki jalan yang terdapat pohon-pohon besar. Mereka berpencar mencari jalan pintas untuk memasuki tempat itu.
Setelah di rasa tak ada perangkap, Ailin mempercepat langkah menuju tempat markas mafia yang sekarang mereka tuju.
Alasan Ailin untuk menyerang markas itu, karena salah satu kepercayaan leader markas di pulau itu sudah melakukan penyerangan terang-terangan pada mafia milik Ailin.
Beruntunglah pasukan The Queen of the darkness mafia markas Ailin sangat gerak cepat mengetahui penyerangan itu. Namun ketika keadaan yang belum siap itu di serang membuat sebagian markas dan juga 20 pasukannya terbunuh.
Ailin yang mendengar pasukannya di bunuh dan markasnya di serang, gadis itu tak terima dan akan membalaskan dendamnya pada mafia black Snacks yang sudah berani mengusiknya dengan mendatangi markas dan juga pulau tempat mafia itu berada.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC😘
__ADS_1
Mohon maaf jika ada kata-kata tidak di mengerti, author masih banyak belajar🙏