
Selamat membaca.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pasukan Ailin sudah sampai dan berdiri di depan sebuah gedung besar seperti kastil di tengah hutan. Gedung yang berlantai 3 itu menjulang tinggi dan terbesar di sana.
Dari kejauhan, Ailin melihat dengan corong yang sudah iya bawa. Melihat bangunan mewah itu membuat mata tajam nya menghunus pada bangunan itu.
Begitu banyak orang-orang berlalu lalang di dalam gedung dan halaman kastil itu. Terlihat pelayan dan para penjaga yang tengah melakukan tugasnya.
Ailin menyeringai dan memasang wajah yang tenang. Dewi perang mengangkat semangatnya untuk melawan dan juga menghancurkan seisi kastil mewah itu.
Ailin dengan lincah melompat dan berlari menuju tempat itu, iya akan segera mencari pemilik kastil itu yang sudah berani menancapkan keberanian untuk menyerang the Queen of the darkness miliknya.
Ailin dengan keberanian maksimalnya siap akan membunuh leader dari black Snacks yang sebagai pemilik kastil itu.
Ailin sudah sampai di halaman bagian belakang kastil, dan Riyana dan Nirmala membunuh para anggota yang di depan dengan menggunakan senjata masing-masing.
Ailin menancapkan jarum beracun miliknya yang dia ambil dari lengan kirinya untuk membunuh para anggota Mafioso black Snacks.
Setelah semua anggota sudah mati terbunuh dengan racun, iya menaiki tembok tinggi dengan keahliannya memanjat ketinggian bangunan itu.
Ailin sendiri menerobos masuk menuju ruangan paling atas melalui jendela sebuah kamar yang terdapat didalamnya begitu banyak rak buku dan juga tempat penyimpanan barang-barang berharga milik mafia black Snacks.
Sementara di luar bangunan itu, para pasukan yang di pimpin oleh Riyana dan Nirmala, mereka menghadapi anggota musuh yang perlahan mendekat. Tak memandang takut, Nirmala sudah seperti terbiasa membunuh, namun perlu di ketahui Nirmala belum pernah ikut melakukan penyerahan apalagi membunuh orang. Karena ilmu bela dirinya masih belum sepenuhnya iya kuasai. Tapi kelincahannya menghadapi musuh membuat para lawannya kewalahan.
Namun wanita itu kali ini benar-benar seperti ratu kematian, sama seperti ratu yang lain.
Begitu juga dengan Riyana, meskipun dia hanya menguasai teknologi informasi, tapi keahlian bela diri dan senjata tajamnya tak di ragukan, hingga beberapa lawan yang dia hadapi begitu banyak yang tumbang.
Kembali ke Ailin.
Gadis itu berjalan mengendap-endap mencari dimana tempat ruangan yang menjadi ruangan pemilik gedung itu.
Beberapa kali Ailin bertemu dengan beberapa anggota lawan, tapi dengan mudahnya iya memenggal dan membunuh dengan kejam para anggota lawan.
"sungguh menjijikkan, ternyata leadernya hanya suka bermain ranjang, menjijikkan sekali harus bertemu dengan keadaan ornag yang bertelanjang" Ailin msndengus sinis saat mendengar suara yang menjijikkan itu berasal dari salah satu kamar yang terdapat banyak anak buah yang sebagai penjaganya.
suuuuuuuut
jleb
__ADS_1
jleb
jleb
Beberapa jarum beracun meluncur dengan tepat sasaran menembus leher para pengawal yang berjaga di depan pintu leadernya.
"huft, ternyata mereka lemah sekali" gumamnya tersenyum sinis.
Semua pengawal yang sudah mati itu iya lewati dan menendang pintu berwarna hitam itu dengan satu kali tendangan.
Brakk
Dengan mudahnya Ailin masuk, karena sebagian para anggota lawan berada di luar untuk menghadapi pasukan Ailin yang lain.
"siapa kau" pria berbadan tinggi di kamar itu melepaskan penyatuannya dengan seorang wanita bayaran termahal untuk kepuasannya di atas ranjang.
"bukankah kau sudah tau siapa aku?" suara Ailin yang penuh penekanan.
Wanita yang bersama dengan pria tadi begitu ketakutan saat melihat pedang di tangan Ailin yang terlihat runcing dan tajam penuh banyak darah yang menetes di lantai.
"aku akan menghadapinya, kau diam di sini"
cup
Ailin memutar bola matanya melihat pria itu yang sempat-sempatnya mendaratkan kecupan pada wanita itu.
"apa bisa kita lanjutkan tuan?" tanya Ailin dengan wajah tenangnya.
"brengsek, bagaimana kau bisa masuk ke sini?"
"apa maksud kedatanganmu nona"
"apa lagi, untuk balas dendam kepada mu yang sudah dengan beraninya menyerang markas ku" seru Ailin.
"hahahah,,, ternyata markas itu milikmu, pantas saja aku tidak terlalu mengenalmu, ternyata markas biasa saja kau ingin balas dendam denganku yang terkenal di takuti di dunia setelah Tiger squad" seru pria itu sombong membuat darah Ailin mendidih seketika karena pria itu dengan Berani menghina markasnya.
"kau tidak tau, meskipun markas itu sederhana kau tidak tau perjalanan yang aku tempuh untuk menjadikannya nomor dua yang di takuti pihak lain" seru Ailin.
"lalu kau mau apa gadis kecil"
Duk
Ailin melemparkan vas bunga di meja sebelahnya pada pria itu hingga membuat kepala pria yang di serang tiba-tiba itu mengeluarkan darah segar dan terkejut, karena gerakan tak terbaca Ailin.
"aku mau membunuhmu" seru Ailin.
"kurang ajar"
pria itu tak habis pikir dengan gadis di depannya yang begitu berani padanya yang di kenal sebagai pemimpin yang di takuti seluruh dunia setelah Tiger squad.
Riyana datang bersama Nirmala, dan memasuki ruangan dimana tempat Ailin berada.
Riyana spontan menutup mata melihat pemandangan di dalamnya, pria yang bersama seorang wanita dalam keadaan bertelanjang. Namun Ailin yang melihat nampak biasa-biasa saja.
Mungkin pria dan wanita itu baru saja selesai dengan kegiatan panas mereka pikir Riyana.
__ADS_1
"Q" panggil Riyana dan Ailin menoleh melihat Riyana dan Nirmala yang datang dengan menutup mata.
"sialan tutupi tubuh jelek kalian atau pedang ini menembus leher kalian" suara tegas kemarahan Ailin di dengar oleh kedua orang yang masih dengan keadaan tak berpakaian.
Spontan wanita itu mengambil pakaiannya dan pria itu mau tak mau mengenakan juga pakaian nya.
"kalian pikir kalian merasa hebat untuk membunuhku" pria itu mengeluarkan pistol di dalam laci meja di sampingnya dengan cepat melepaskan tembakannya pada Ailin, Riyana dan Nirmala.
Namun keahlian yang ketiga gadis itu, Ailin menghindari dengan cepat tembakan pria itu, begitu juga dengan Nirmala dan Riyana.
Dalam sekejap Ailin maju dengan pedang di tangannya dan menyayat tubuh pria itu, satu tangan pria itu putus akibat tebasan katana milik Ailin.
"aaaakkhhhh" teriak pria itu karena tangannya di potong oleh Ailin.
"baj*ng*n, " pria itu mencoba melawan tapi dengan cepat Ailin melompat dan memukul tengkuk pria itu hingga pria itu tak sadarkan diri.
Melihat ada sesuatu yang istimewa pada pria itu membuatnya Ailin tak jadi membunuhnya. Ailin bergegas menyuruh para anggota nya yang ada di luar untuk membawa pergi pria itu, dan wanita yang bersamanya tadi dengan mudah Ailin memenggal kepalanya.
"kenapa kau tidak bunuh pria itu Q?" tanya Riyana.
"aku akan bermain dengannya lebih dulu, baru setelah itu aku akan membunuhnya" seru Ailin dengan wajah bengisnya.
"cepat tinggalkan gedung ini dan pasukan yang lain, kita kembali segera mungkin" serunya.
"baik Q"
Jet milik Ailin sekarang sudah berada di depan kastil itu dengan sisil, Kanaya dan Fanny yang membawanya kemari, begitu juga dengan ribuan jet sebagai tempat para pasukan Ailin sudah berada di sana untuk menunggu Queen mereka keluar.
Setelah mereka menaiki jet mereka masing-masing dan pria pemilik kastil itu sudah di naikan pada jet milik Fanny, kini mereka melesat di udara dan dalam jarak satu kilometer terdengar suara ledakan yang dahsyat pada kastil itu. dalam sekejap kastil itu sudah menjadi abu. Dan tak meninggalkan jejak di sana, Ailin memerintah Sisil untuk menghapus jejak mereka langsung.
Ailin mengudara lebih dulu, baru di ikuti oleh mereka semua.
Sungguh ledakan itu membuat seluruh pulau itu menimbulkan goncangan yang dahsyat.
Ailin dengan senyum menyeringai, sebelumnya iya mengira pemimpin Balck snacks adalah pemimpin yang benar-benar di takuti, tapi ternyata pemimpinnya sangat lemah dan begitu mudah di kalahkan.
Sejak malam itu menjadi sebuah kemenangan bagi mafia the Queen of the darkness, yang berhasil meruntuhkan dan menghancurkan mafia milik black Snacks. dalam hitungan menit.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC😘
__ADS_1