Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Hukuman untuk para penghianat


__ADS_3

Jangan di buli ya karya author, author masih snagat banyak belajar, author juga sebisa mungkin untuk mencari dan merangkai kata demi kata untuk menulis di cerita author biar tak ada yang sama dengan cerita di novel lain. Tetap dukung author ya😊


Jangan lupa follow Instagram aku: @Queenapariwara.


Terimakasih selamat membaca😊😘


Sekitar dua puluh pria yang berdiri maju tepat di depan barra, mereka adalah para penghianat yang selama ini bermain-main di belakang barra. Beberapa petinggi juga sudah mengetahui para penghianat itu, dan hubungan dengan organisasi lain juga mereka ketahui, namun hanya menunggu waktu yang tepat untuk mereka serahkan pencarian serta penyelidikan nya pada sang bos.


"berikan mereka makan spike" perintah barra


"aku tak ingin mereka mati dalam keadaan lapar" sambungnya.


Spike sudah susah payah menelan saliva nya, iya tau makanan yang di maksud bosnya ini adalah bukan makanan pada umumnya, namun sebuah bara api yang di buat dari besi.


Seluruh para bawahan barra melihat tuannya berbicara mengerikan, namun dua puluh anggota yang tengah berdiri itu belum tau apa maksud barra, mereka hanya yakin jika makanan yang akan di berikan barra padanya adalah makanan yang akan mengenyangkan. Tapi berbeda untuk para anggota yang lain. Bahkan para anggota petinggi, justru mendesisi dan meringis saat tuan mereka berkata akan memberikan makanan, dengan suara yang santai namun terkesan mengerikan.


"baik tuan" spike dan anak buah yang lain mengikuti langkah spike untuk mengambil sesuatu dan membawanya dengan tertutup rapat bak seperti pelayan yang mengantarkan makanan untuk para pelanggannya.


Kedua puluh orang pria yang sebagai anggota penghianat itu bahkan menganggap barra adalah pria yang mengampuni mereka dan memberikan makanan untuk mereka, mereka terlihat lega dan bahagia saat menerima satu persatu sajian yang cukup besar akan di berikan olek spike.


Namun kini raut wajah bahagia mereka kini sirna dan menjadi rasa gelisah serta ketakutan yang teramat.


Hancur sudah harapan mereka saat akan di berikan makanan yang enak serta hidangan lezat seperti ekspektasi mereka.


Terlihat bara api yang siap menyengat kulit mereka dari besi yang berukuran sedang.


"cepatlah nikmati makanan kalian, sebelum aku memaksa kalian untuk memakannya" suara bariton itu seketika menjadi sebuah hantaman besar bagi mereka.


"ini bara api tuan" ucap salah satu penghianat itu.


"oh ya, aku kira itu adalah makanan lezat kalian, tapi aku akan kecewa nanti kalau Kalian tidak memakannya" ucap barra.

__ADS_1


"spike" panggil barra pada spike.


"iya tuan"


"lakukanlah, " suaranya berubah menjadi dingin dan mata elangnya seperti memaksa para penghianat itu untuk segera menikmati hidangan mereka.


"baik tuan"


Spike dengan wajah tanpa senyum itu, mulai mendekat dan beberapa anak buah barra melakukan hal yang sama, tanpa menunggu lama, spike dan anak buah barra yang lain segera mengangkat barra itu menggunakan capit dan memasukkan besi itu ke dalam rongga mulut mereka membuat mereka tak bisa berteriak, karena mulut mereka terisi dengan besi panas yang siap melelehkan kulit.


"aaaarrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhh, tolooooong"


"apuuuuuung" merek tak bisa menyebut kata ampun Karena panas besi itu membuat mereka tak bisa bicara.


"aarrakkhhhh,


Berkali-kali memohon ampun namun barra seolah menikmati itu dan menganggap teriakan para penghianat itu adalah alunan melodi yang di mainkan di atas panggung.


Suara teriakan dan jeritan mereka masih menggema di seluruh aula dan masih pula di saksikan oleh para bawahan barra yang lain, mereka tersadar, betapa kejamnya seorang Davindra barra Cristian, jika mereka akan menerima penawaran untuk menjadi seorang penghianat, mereka akan berpikir sepuluh kali lipat untuk melakukannya, karena mereka yang di cap sebagai penghianat oleh seorang barra, baginya mereka akan mati saat itu juga. Bahkan kematian yang malang baginya, itulah barra sang penguasa kota dan pebisnis muda serta memiliki organisasi yang tinggi dan menebar luas di seluruh dunia.


Jangan pernah bermain-main dengan barra, yang terkenal akan keramahan serta berlaku sopan pada siapapun serta segan dan hormat pada siapapun. Tapi akan mengerikan di hadapan para bawahannya, akan menjerat siapapun yang berusaha mengusiknya, akan membunuh dengan caranya sendiri.


Ailin belum mengetahui sisi dalam dari barra, dia hanya akan melihat barra adalah seorang pria arogan dengan seribu bahasa tipu muslihat serta gombalan semata, tapi Ailin belum mengetahui siapa pria yang beberapa bulan ini iya kenal.


Seluruh anggota penghianat itu sudah meregang nyawa, bagaimana tidak, setelah mereka di beri makan besi panas itu, mereka di berikan beberapa tembakan mengenai alat vital dan jantung mereka. Sungguh penyiksaan yang begitu pedih yang mereka dapatkan hingga mereka tak satupun bernyawa lagi.


***


Berbeda dengan barra yang menikmati teriakan serta kesakitan para penghianat, Ailin tengah berpangku tangan melihat pria yang status ayahnya itu terbaring lemah dengan infus di tangannya.


Sedetik pun gadis itu tak ingin meninggalkan ayahnya meski hanya sebentar, iya menunggu di tepi ranjang tempat ayahnya tertidur.

__ADS_1


Seketika iya mengingat bawa ayahnya pernah mengurung kedua adik tirinya di sebuah kamar luas di rumahnya. Ailin bangkit dan mencari dimana keberadaan kedua orang tua barra. Tapi terlihat kamar mereka tertutup rapat sepertinya penghuni kamar itu sedang terlelap karena jam menunjukkan pukul dua dini hari.


Ailin mengurungkan niatnya untuk mencari kedua orang tua barra, dan akan menemuinya besok saja. Ailin kembali ke kamar tempat ayahnya berada, disana iya menyiapkan selimut serta bantal dan menggelar kasur kecil namun lembut itu di lantai, dan dia akan tertidur di lantai. Lama Ailin belum juga terlelap hingga waktu yang semakin merangkak naik, matanya terpejam dan masuk ke alam bawah sadarnya.


Tak lama Ailin terlelap, barra sudah pulang dari markas dan berniat mengecek dimana keberadaan Ailin dan ayahnya. Barra membuka pintu kamar Ailin perlahan dan masuk ke sana tanpa menimbulkan suara, pria itu melihat Ailin tertidur di lantai dengan berselimut hingga ke atas dada.


Barra yang melihat gadisnya tidur terlelap, kini senyum tipisnya terbit dan sungguh lega hatinya melihat pemandnagan itu. Namun dia juga tak ingin gadisnya tidur di lantai, jadinya dia membawa gadisnya pindah ke atas ranjang sebelah ayahnya. Setelah barra memindahkan Ailin, barra mendekatkan wajahnya pada wajah Ailin dan melihat dengan jelas wajah cantik itu terlelap.


Wajah polos tanpa polesan make up dengan bibir pink merah merekah itu membangkitkan sesuatu di bawah sana. Namun barra tak ingin menganggu gadisnya yang tengah tertidur itu.


Barra perlahan mengecup kening bibir serta seluruh wajah Ailin dan setelah itu diapaun keluar dari kamar untuk beristirahat.


"good night sayangku" gumamnya pelan lalu kemudian menghilang di balik pintu.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC😘

__ADS_1


__ADS_2