Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
kedatangan kembali tuan revan


__ADS_3

Di kediaman mole, kedatangan tuan Revandra dianos menjadi pusat inti bersitegang saat ini. Kali ini tuan Revan datang bersama beberapa bawahannya dan juga Asistennya.


"selamat bertemu kembali tuan besar mole" sapa tuan Revan dengan nada yang dingin serta mata yang tajam siap menghunus dan merobek setiap inci tubuh sang mangsa.


"ada apa?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari sang tuan rumah.


Revandra dianos masih terlihat sangat muda dengan penampilan dan juga gagah serta mempesona meski di usianya yang tak lagi muda. Membuat nyonya lin meneguk saliva nya melihat mantan suaminya yang meski sudah sedikit berumur masih terlihat gagah dan fresh.


"hehe" tuan Revan terkekeh mendengar sang tuan rumah yang bicara tanpa basa basi.


"kalian pasti sudah tau kenapa aku datang kesini, dan tanpa bertanya Kalian pasti sudah mengerti" ucapnya menatap tajam mereka yang ada di dalam ruangan itu.


Terdengar hembusan nafas kasar dari tuan mole dan menatap sang tamu yang tak kalah tajamnya.


"kami tidak berhasil menemukan anakmu, dan kami juga tidak tau dia berada dimana" ungkap tuan mole tegas.


Sedangkan nyonya Lin dan tuan Andres hanya diam dan tak ingin mengucapkan satu kata pun.


"kalian kan sudah tau, aku memberikan kalian waktu untuk mencari anakku, dan kau" tunjuk tuan Revan pada sang mantan istri.


"apa sebegitu cintanya kamu pada pria berengsek ini sampai kau lupa mencari anakku" tanyanya dengan suara yang dingin.


Benar-benar atmosfer di ruangan itu persisi seperti di kutub Utara


yang dinginnya sangat menyengat dan menusuk karena ttapan dan juga ucapan tuan Revan. Dan baru kli ini nyonya Lin mengetahui mantan suaminya ini adalah seseorang yang paling di segani. Karena semenjak masih bersama, dia hanya melihat suaminya biasa saja dan hanya bekerja sebagai karyawan biasa tanpa gaji besar. Oleh sebab itulah nyonya Lin menjadi bosan dan berpaling pada pria yang dia cintai dan karena kecelakaan itulah menjadi alasan nyonya Lin untuk kembali bersama kekasihnya dulu.


"aku tidak seperti itu, tapi memang dia sudah tidak ada di kota ini" tutur nyonya Lin dengan tubuh bergetar ketakutan menatap pria yang pernah menjadi suaminya itu.


"oh ya, bagaiman kau tau anakku tidak ada di kota ini?" tanya tuan Revan membuat nyonya Lin bungkam.


Tuan Revan memberi kode tangannya, dan dalam sekejap para bawahannya menodongkan senjata api ke arah mereka membuat seisi ruangan menjadi panik.


Mereka semua sangat panik dan bergetar hebat saat melihat senjata itu akan menembus tubuh mereka. Sedangkan alina, Alona tidak ada di sana, mereka bersembunyi di kamar melihat orang tua mereka yang tengah di todong kan senjata api.


"kak bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan aku tidak mau melihat mereka semua menjadi Sandra tuan Revan?" tanya Alina ketakutan, bahkan hampir tak bisa menopang berdiri tubuhnya Saking bergetar nya.


"kamu tenanglah, kita juga tidak bisa melakukan apapun, jadi cukup diam saja" ujarnya. Namun saat mereka masih bersembunyi di balik tangga, tiba-tiba Mulut keduanya di bekap dan di bawa keluar oleh dua orang yang entah datang darimana.


"kalian lihat mereka adalah anak-anak kalian kan" tanya tuan Revan.

__ADS_1


Mereka mengalihkan tatapan mereka pada Alina dan Alona yang sudah di bekap mulutnya dan di seret keluar dari persembunyian.


"Alina, Alona sayang. Kalian jangan berani menyakiti anakku, atau aku akan membunuh kalian semua" ucapnya namun membuat tuan Revan menyeringai.


"apa yang bisa kau lakukan sekarang tuan Andres, apa kau akan menyelamatkan anakmu dan akan membunuhku, oh sesuatu yang sangat menyenangkan, aku akan dengan siap melayani mu tuan" sarkas tuan Revan.


"papa, mama tolong Alina, Alina nggak mu di bawa sama mereka" teriak alina.


"papa mama tolong Alona, aku nggak mau di bawa mereka" teriakan kedua gadis itu membuat nenek dan kakek mereka menjadi begitu panik sekaligus geram. Begitu juga dengan nyonya Lin dan juga tuan Andres.


"kalau kalian ingin anak Kalian selamat, cepat carikan anakku Ailin, dan jangan pernah hubungi aku jika Kalian tidak bisa menemukan mereka, atau anak kesayangan kalian akan aku bunuh" ancam tuan Revan membuat mereka semua menjadi sangat ketakutan dan nyonya arrabella yang sejak tadi hanya diam saja menjadi panik dan pingsan di atas sofa.


"saya mohon mas, jangan menyakiti Alona dan Alina, aku janji aku akan mencari Ailin apapun itu caranya, aku janji akan mencarinya sampai ketemu, tapi tolong jangan sakiti Alina dan Alona" mohon nyonya Lin.


"bagus, kalau begitu saya permisi, dan anak Kalian sementara akan kami bawa, sebelum kalian menemukan anakku Ailin" ucap tuan Revan dan berlalu pergi di ikuti para anak buah dan asistennya.


Sesampainya di luar, tuan Revan memerintahkan para anak buahnya membawa masuk Alona dan Alina ke dalam mobil dan membawa mereka pergi.


Sebenarnya tuan Revan juga tak tega menculik kedua gadis itu, tapi dia akan melihat sebagaimana kemampuan nyonya Lin dan suaminya mencari anak semata wayangnya, hingga dia harus melakukan ini Agar mereka bisa mencari Ailin sampai ketemu.


Sebenarnya tuan Revan bisa saja menyuruh anak buahnya untuk mencari anaknya, tapi dia ingin melihat sang mantan istrinya mencari dengan sungguh-sungguh anaknya yang beberapa bulan ini menghilang.


"baik tuan, " jawab Jhon sang asisten.


"apa kau sudah menemukan dimana tempatnya?" tanya tuan Revan.


"sudah tuan, dia ternyata tumbuh menjadi gadis cantik dan pemberani, dia juga merupakan gadis yang baik" jawab Jhon mengenai Ailin.


Sebenarnya sudah beberapa hari ini Revan memerintah salah satu bawahannya mencari dimana keberadaan anaknya dan sekarang sudah di temukan dan memberikan informasi lewat Jhon yang sebagai asisten.


"aku sungguh sangat merindukannya, dan aku sangat benci diriku sendiri yang tak bisa melihatnya tumbuh dewasa waktu itu" ucapnya mengusap kristal bening yang jatuh tanpa permisi di kelopak matanya.


"sabar ya tuan, kita hanya butuh waktu sampai mereka benar-benar menemukan nona Ailin, semoga mereka tak main-main dengan kita" ucap Jhon menenangkan bosnya itu.


****


Sementara di kediaman mole, nyonya Lin menangis melihat kedua putrinya di bawa pergi.


dan sekarang nyonya arrabella juga pingsan sedang di tangani oleh dokter pribadi.

__ADS_1


"mas, bagaimana ini, aku tidak mau terjadi sesuatu pada Alona dan Alina" tangis nyonya Lin di samping ibu mertuanya yang masih pingsan. Sedangkan tuan mole sendiri tengah memijit pelipisnya pusing.


"semua ini gara-gara mantan suami kamu itu, memangnya kita mau cari kemana anak sialan itu, aku akan membuatkan dia perhitungan setelah dia ketemu nanti" geram tuan Andres.


"mas jangan macam-macam sama Ailin, dia anakku juga darah daging ku ingat itu" ucap tegas nyonya Lin.


"terserah, dan aku tidak mau tau aku semakin pusing dengan semua ini, lebih bik aku pergi saja" rutuk tuan Andres dan berlalu pergi meninggalkan kedua orang tua dan istrinya.


"mas, kamu mau pergi kemana mas" teriak nyonya Lin tak di gubris oleh tuan Andres.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC😘

__ADS_1


__ADS_2