Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Rencana yang gagal


__ADS_3

Lila berada di rumahnya tengah mondar-mandir menunggu telpon dari suruhannya untuk mencelakai Ailin, wanita itu terlihat tak sabaran saat menunggu kabar dari dua orang pria suruhan nya.


"ck, kenapa mereka lama sekali, masa mencelakai satu gadis saja tidak bisa" ucapnya gusar.


Tak berapa lama ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk. Lila segera melihat siapa yang menelponnya dan kemudian iya tersenyum miring, dia yakin rencananya berhasil.


"hallo, bagaimana, apa kalian sudah berhasil mencelakainya?" tanya Lila tak sabar.


"kami gagal bos, gadis itu kuat sekali, bahkan kami sudah babak belur sekujur tubuh kami, dia itu sangat pandai bela diri" seru salah satu pria suruhannya.


"kurang ajar, kenapa mencelakai satu gadis saja kalian tidak becus" ucap Lila kesal.


"kalau kamu berani ya kamu lakukan saja sendiri, kenapa suruh kami, lagian setelah ini nona akan di balas oleh nona tadi, dia bilang dia tidak akan tinggal diam, jaga diri anda saja nona" sergah salah satu pria itu.


"brengsek, berani ya kalian, kembalikan uangku, aku sudah bayar mahal kalian tapi kalian gagal mencelakai Ailin" seru Lila.


"enak saja, uang sudah habis, lagian dengan uang segitu nona tidak akan menjadi miskin" seru pria itu.


Tut Tut Tut


"Sialaaaaan" pekik Lila geram karena sambungan telpon di matikan oleh pria suruhannya itu.


"tidak mungkin, Ailin sudah tau kalau aku mencelakainya, hah, ini tidak mungkin, pasti merek berdua tak memberi tahu siapa yang sudah merencanakan ini semua, aku yakin Ailin pasti tidak tau, ya dia tidak tau" ucap Lila panik sekaligus takut jika Ailin tau, barra akan membencinya dan sudah pasti iya akan marah padanya.


"aku harus membuat rencana lain untuk mencelakai Ailin, aku harus menyingkirkan wanita itu, aku tidak mau dia merebut barra dariku, barra adalah milikku hanya milikku" ucapnya menatap tajam pantulan dirinya di cermin di dalam kamar nya.


****


Hari sudah sore, Ailin baru saja keluar dari kelasnya, iya berjalan menuju tempat dimana mobilnya berada. Sesampainya di sana, Ailin tak sengaja mendengar seorang gadis yang menangis dan meminta tolong.


"tolong, tolong aku, ah,,,,ah tolong aaakkhh" suara seseorang gadis yang sepertinya sudah tak memiliki tenaga untuk berteriak.


Ailin menajamkan pendengarannya dan berulang kali suara gadis itu minta tolong, Ailin mencari sumber suara itu, kebetulan di tempat parkir mobil terlihat sepi.


Perlahan Ailin melangkahkan kakinya ke sebuah tembok besar menjadi penghalang antara gudang dan juga halaman parkir.


Tak ada seorang pun di tempat itu. Ailin kembali mendengar suara seorang gadis meminta tolong kembali, membuat dirinya waspada dan berjalan cepat menuju tembok yang tinggi itu.


"ah, to-long sa-ya" lirih suara gadis itu minta tolong namun kini suaranya semakin hilang.


Ailin mendekati tembok itu dan langsung melihat ke sumber suara yang ternyata seorang pria tengah menjamah seorang gadis di dekat tembok itu. Terlihat gadis itu sudah tak memakai pakaian sedikitpun dengan seorang pria yang tengah menjamahnya.


Nampak pria itu memperkosa gadis itu namun tak ada sedikitpun pergerakan gadis itu. membuat Ailin marah melihat pemandangan menjijikkan itu.


Bruk

__ADS_1


Ailin tanpa aba-aba langsung menendang tengkuk leher pria itu hingga pria itu tersungkur ke tanah.


"kurang ajar, siapa yang sudah berani menggangguku" geramnya dan menoleh ke belakang, melihat seorang gadis yang tengah menatapnya tajam.


Pria itu berdiri dan memperbaiki resleting celana dan memasukkan tongkat miliknya.


Ailin sangat prihatin melihat gadis itu di perkosa di depan matanya, Ailin menjadi marah melihat aksi jahat pria di depannya ini, Ailin bahkan mengepalkan tangannya melihat senyum mengejek pria itu.


"rupanya kau ingin juga ikut melayaniku" seru pria itu.


"brengsek, aku akan mengirim mu ke neraka" Ailin mengambil pistol miliknya di balik saku celananya, pistol itu iya arahkan ke arah pria itu membuat pria itu membelalakkan matanya.


Sejak kapan wanita itu membawa pistol, dan bagaimana dia bisa membawa senjata api.


"saya mohon ampun nona, jangan bunuh saya," ucap pria itu takut. Bahkan keringat dingin mengucur membasahi keningnya.


Dor dor dor


Tiga tembakan mengenai lengan kepala dan jantung pria itu. Seketika pria itu meregang nyawa.


Ailin meniup ujung pistol itu yang sedikit mengeluarkan asap.


"bereskan semua ini" perintahnya pada seseorang di sebrang telpon genggam milik Ailin.


Ailin prihatin melihat wanita itu, dan Ailin replek memeluk gadis itu dan membantunya memakaikan semua bajunya yang beserekan di tanah.


"kamu jangan nangis ya, dia sudah mati dan tak akan mengganggumu lagi" ucap Ailin menenangkan wanita itu.


"dia sudah menodai ku, dia mengambil kesucian ku" lirih wanita itu.


"sudah ya, aku akan mengantarkan kamu pulang setelah ini, Dimana rumah kamu?" tanya Ailin.


"hiks, hiks hiks" wanita itu menangis membuat Ailin bingung dan tak tega dengan wanita itu.


"kamu kenapa menangis, apa ucapan ku menyakitimu?" tanya Ailin.


Wanita itu menggalang.


"lalu?" tanya Ailin.


"aku tak memiliki rumah sekarang, pria itu sudah menjual rumahku, dia adalah pamanku dia merebut semua peninggalan ayah dan ibuku, bahkan dia sudah mengambil semua yang ada pada diriku termasuk kesuciaku aku ingin mati saja, tiada gunanya aku hidup lagi" seru wanita itu menangis.


"kenapa dia tega sekali padamu, Nirmala" wanita itu bernama Nirmala.


"aku hidup sebatang kara selama ini, ayah dan ibuku sudah meninggalkan aku setelah mereka kecelakaan. Dan sekarang aku bahkan kehilangan semuanya" lirih Nirmala menangis.

__ADS_1


"sudah ya, aku akan bawa kamu pulang ke rumah aku, aku akan memberi tahu ayah nanti" Ailin yang memang memiliki hati yang baik memutuskan untuk mengajak Nirmala tinggal di rumahnya.


"tapi aku takut merepotkan mu Ailin" sahut Nirmala.


"sama sekali tidak, ayo kita pergi,"


Nirmala adalah satu kampus dengan ailin, namun beda jurusan. Nirmala seorang gadis yang lembut dan pendiam, bahkan keluarganya tak ada yang menyukainya, rumahnya juga sudah di rampas oleh pamannya yang sudah menodainya. Iya putus asa, dan ingin membunuh dirinya saat dia tau iya kehilangan kesuciannya.


Tapi pahlawan cantik datang dengan tiba-tiba menolongnya dan menawarkan untuk tinggal bersamanya di rumahnya. Awalnya Nirmala menolak ikut dengan ailin, tapi Ailin tak ingin Nirmala di perlakukan seperti itu oleh keluarganya lagi, Ailin berniat untuk membantu Nirmala untuk membalaskan dendamnya pada keluarga yang sudah menyia-nyiakan nya dan keluarga yang sudah menyakitinya.


Ailin mengajak Nirmala pulang ke rumahnya, Nirmala memasuki mobil Ailin dengan wajah sembab Karena terlalu banyak menangis.


Sedangkan pria sekaligus paman Nirmala yang sudah menodai Nirmala tadi, kini di bawa oleh 4 orang berpakaian hitam serba tertutup menuju mobil box yang 4 pria itu bawa tadi.


"bawa di ke rumah keluarganya" titah Ailin.


"siap Q" jawab mereka serempak.


Selepas Ailin melihat pria itu di bawa, Ailin kembali membawa Nirmala masuk ke dalam mobil.


"kamu tenang saja Nirmala, aku akan membantumu membalaskan perbuatan mereka padamu" seru Ailin saat sudah berada di dalam mobil.


"tapi bagaimana caranya?" tanya Nirmala.


"kau akan tau nanti" Kemudian Ailin melajukan mobilnya menuju rumah sang ayah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC😘

__ADS_1


__ADS_2