Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Pertarungan Lila dan Ailin


__ADS_3

Happy reading 😊


.


.


.


.


.


.


"selamat pagi" sapa seseorang membuat Ailin menoleh dengan cepat.


Nampak wajah Ailin terlihat tidak senang dengan kehadiran seseorang di depannya dan menyapanya.


Ailin hanya diam dan memfokuskan dirinya untuk melakukan pemanasan pada tubuhnya. Ailin tak memperdulikan keberadaan seorang wanita yang berdiri di depannya sambil menyilang kan tangan dan menatap geram pada Ailin yang tak mau melihatnya.


"ternyata kamu cukup sombong juga ya" Lila mengambil kesempatan untuk menyerang Ailin saat Ailin tak melihat ke arahnya.


Tendangan kaki kanan Lila berhasil mendarat di punggung Ailin membuat Ailin terdorong ke depan dan terjatuh akibat tendangan Lila.


bruk


Ailin merasakan tangannya sakit karena menopang tubuhnya agar tak terlalu keras saat menyentuh aspal.


Wajah Ailin menjadi dingin dan kembali bangkit melihat ke arah Lila. Ailin menatap tajam Lila namun gadis itu tak menghiraukan tatapan tajam Ailin.


"wow aku kira kekasih dari Davindra Barra Crishtian ini adalah seorang yang kuat, tapi ternyata dia seorang yang lemah." seru Lila memancing kemarahan Ailin.


Namun Ailin seseorang yang tak pernah dalam hidupnya ada kata menyerah, mana mungkin terbilang menjadi seorang gadis yang lemah, tentu Lila adalah orang yang bodoh mengatakannya.


Ailin justru memasang wajah tenang dan melihat apa saja yang akan Lila katakan. Melihat wajah tenang Ailin tentu Lila menjadi sangat geram.


"kenapa kau diam saja, apa mulutmu tidak bisa bicara, aku yakin kau membuat barra jatuh cinta karena kamu memiliki guna-guna untuk menarik barra padamu" seru Lila.


"aku tidak yakin yang di ucapkan banyak orang rumor yang beredar jika kamu orang yang kuat dan pemberani, aku yakin mereka hanya di manipulasi oleh kamu sendiri dan membuat semua orang kagum padamu dan termasuk barra"


"kamu juga pasti sudah menjual tubuhmu pada barra, aku yakin itu karena mana mungkin dia mau sama kamu jika bukan karena tubuhmu" seru Lila yang hanya di tanggapi dengan seringaian dari Ailin.


"sudah bicaranya, kalau ku hanya datang untuk membuat omong kosong, lebih baik pergi dari sini" seru Ailin terlihat tenang namun membuat kemarahan Lila bangkit. Lila menatap Ailin benci, seolah Ailin adalah musuh terbesarnya saat ini.


"kau gadis yang arogan dan sombong, aku ingin lihat sampai dimana kesombonganmu" Lila menyerang ailin dengan tangan kosong, Begitu juga yang di lakukan Ailin. Ailin sangat cepat dan pandai menangkis serangan yang di berikan Lila padanya.


Lila dengan brutal gadis itu menyerang Ailin tanpa henti. Namun justru tak membuat Ailin kesulitan membaca gerakan Lila.


Ailin sudah bisa menyimpulkan jika gerakan Lila hanya berada di tahap yang masih rendah. Namun Ailin mencoba tetap membuat Lila memiliki kesempatan untuk menyerangnya. Ailin ingin melihat sampai dimana kemampuan Lila yang melawannya itu.

__ADS_1


Secara, Lila sangat gesit dengan gerakannya bahkan sedikit saja Ailin lengah sudah pasti Lila akan bisa mengalahkannya.


Namun Ailin melawan Lila dengan tenang dan tak merasa kesulitan.


Ailin yang sudah bosan dengan Lila yang selalu menyerangnya dengan gerakan yang tak berubah, membuatnya malas. Iya pun segera mulai memberikan Lila serangan balik, dan memutar tubuhnya memberikan tendangan yang cukup kuat dan mendarat tepat di perut Lila, Lila sampai memuntahkan darah segar lewat mulutnya.


uhuk uhuk uhuk


Lila mundur dan terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya.


"kurang ajar, aku tidak akan melepaskan mu sialan" pekik Lila dan kembali menyerang Ailin kembali.


Ailin menyeringai melihat Lila yang masih dengan semangatnya untuk melawan kembali dirinya


"jangan salahkan aku nona, anda sendiri yang datang untuk memulainya, jadi sekarang aku akan melayani nona dengan sangat baik" seru Ailin dengan mata elangnya.


Lila yang sudah emosi dan tak terkendali, kini kembali menyerang Ailin dengan sangat brutal, Ailin juga melakukan hal yang sama pada Lila. Terlihat raut wajah Lila menyiratkan kebencian yang mendalam, namun itu terlihat dari tatapan Lila. Sedangkan Ailin hanya melihat dengan tenang namun membuat siapapun tak akan bisa menebak apa isi pikiran gadis itu.


Ailin yang merasa bosan dengan serangan Lila yang belum mengenai semua tubuhnya, kini iya mulai menggerakkan sedikit gerakan yang tak bisa di lihat oleh Lila.


Dan dalam sekejap Lila sudah mendarat di aspal akibat serangan Ailin dan tendangan gadis itu mampu membuat Lila merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Seluruh tubuhnya terasa remuk akibat tendangan yang di berikan ailin yang sangat kuat dan selalu tepat sasaran.


"aaaarrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhh" pekik Lila dan terjatuh lalu untuk kedua kalinya Lila memuntahkan darah dan lendir pada mulutnya.


"aku sudah bilang padamu nona, jika kau sudah memulai, aku akan dengan senang hati mengakhirinya"


"aku juga heran, seperti apa cintamu pada barra hingga membuatmu harus mengotori tanganmu demi dia, yang tak pernah memandang mu" serunya mengangkat dagu Lila ke atas.


Ailin menepuk tangannya dua kali, dan dua orang berpakaian hitam datang menghampirinya.


"bawa dia pergi dari sini. Ingat, tempatkan dia di tempat yang istimewa" seru Ailin menatap kedua bawahannya.


"siap Q"


Lila Melihat dua orang yang datang ingin membawanya, dia ingin berlari, rasanya itu tak mungkin, karena iya tak memiliki tenaga lagi untuk pergi dari sana dan akhirnya kedua bawahan Ailin menyeretnya dan membawanya ke tempat yang di maksud Ailin.


Lila menjadi pasrah dan bingung, siapa sebenarnya Ailin, kenapa kedua orang itu memanggilnya dengan sebutan Q. Namun kesadaran Lila menghilang dan tentu membuat dua orang itu langsung mengangkat tubuhnya dan masuk ke dalam mobil.


Ailin akan selalu membawa penjaga bayangannya sedikit jauh dari tempat nya, dia akan menyuruh para bawahan nya datang padanya saat Ailin benar-benar membutuhkan.


Ailin yang sudah selesai dengan aktivitasnya berolah raga, dia kembali ke rumahnya untuk membersihkan diri.


Ailin sudah sampai di kamarnya dan mencari ponselnya, dia mencermati ponselnya dan terdengar helaan nafas panjangnya lalu membuang benda pipih itu sembarangan.


Sungguh Ailin selalu kecewa melihat ponselnya, Karena yang iya tunggu belum juga mau menelpon dan mengirimkan pesan padanya.


"huufft, apa dia benar-benar marah padaku, kenapa dia begitu lama mengacuhkan ku, aku harus bagaimana. Kenapa dia datang tapi secepat itu menghancurkan semua."


"baiklah jika ini kemauanmu, aku akan turuti, aku tak akan menghubungimu sampai kau menghubungi ku duluan" serunya menggerutu kesal.

__ADS_1


Iya lebih memilih masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat yang bercucuran saat melawan Lila tadi.


*


*


*


*


*


Setelah Ailin sudah rapi , dia segera berangkat menuju kampusnya, namun terlebih dahulu, dia sarapan bersama ayahnya.


"nak, malam ini ayah akan mengajakmu ke suatu tempat, apa ku mau?" tanya tuan Revan menatap anaknya yang tengah sarapan dengan lahap.


"kemana?" tanya Ailin.


"nanti juga kamu tau, oh ya, ini ada gaun yang cocok untukmu, ayah membelinya di butik terkenal langganan ayah" seru tuan Revan.


"baik ayah, nanti malam Ailin akan ikut" seru Ailin tanpa curiga dan menyelesaikan sarapannya lalu berpamitan.


"Ailin berangakat ayah" Ailin mencium pipi ayahnya dan melambaikan tangannya.


"hati-hati sayang" seru tuan Revan dan membalas lambaian tangan Ailin.


Setelah Ailin sudah menghilang dari penglihatannya, tuan Revan menelpon seseorang. "dia menerimanya dan dia juga akan ikut" seru tuan Revan berbicara pada seseorang lewat ponselnya.


Lalu tuan Revan mematikan panggilan saat mendengar penuturan dan sesekali mengangguk setuju dengan ucapan seorang di sebarang telponnya.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


TBC


__ADS_2