Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Penyerangan di TQ


__ADS_3

Selamat membaca


.


.


.


.


.


.


Barra sudah memasuki ruangannya menunggu Jason yang masih berada di luar. Dengan gaya machonya, pria itu masih berjalan sembari mengecupkan jauh tangannya pada beberapa karyawan wanita, tanpa tau bosnya tengah menunggu.


Setelah beberapa langkah di daun pintu, Jason mempersiapkan gaya cool nya di depan bos dan siap akan mendengarkan perintah sang bos.


"permisi tuan" ucapnya sembari membungkuk hormat.


"ya Jason kemarilah" barra memegang sebuah berkas yang sedari tadi iya periksa.


"ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Jason.


"apa kau sudah pergi ke markas untuk memeriksa para Mafioso kita di sana?" tanya barra dengan serius.


"saya sudah pergi tuan, tapi tak ada masalah di sana" seru Jason.


"Hem, belakangan ini kita sering di sibukkan dengan pekerjaan kantor dan selain itu, kita juga mengadakan ulang tahun perusahaan kemarin, kita sibuk dan belum mendatangi markas kita" seru barra.


Jason kembali pada mode seriusnya kali ini dan mendengarkan dengan seksama apa ucapan bosnya. Sambil manggut-manggut Jason mendengarkan ucapan barra dia sambil berpikir, benar juga beberapa hari yang lalu sebelum acara ulang tahun perusahaan, dia ke sana dan memeriksa keadaan di mansion besar di jadikan sebagai markas mafia oleh barra.


"tuan, apa aku akan pergi ke sana untuk memeriksa kembali keadaan di markas?" tanya barra.


"tidak usah, hubungi saja William dan Mario untuk memeriksa keadaan di sana secepatnya, aku tidak ingin ada kesalahan di markas" titah barra.


"baik tuan" Jason yang dalam keadaan serius memasang wajah yang benar-benar 180 derajat berbeda dari sebelum dia masuk ke ruangan barra.


Jason segera berbalik pergi dan menghubungi anggota mafioso kepercayaan barra di markasnya dan menyampaikan ucapan barra pada keduanya.


Tak berapa lama Jason mendapatkan informasi dan mencetak secara rinci di kepalanya.


Dan setelah informasi dia dapatkan, Jason segera kembali ke ruangan barra.


"tuan" serunya berjalan karena pintu barra yang sedikit terbuka dia pun segera masuk menemui bosnya.


"apa yang kau dapatkan Jason" barra melihat asisten nya kembali dengan serius.


"tuan, beberapa hari sebelum acara ulang tahun perusahaan kemarin, ada beberapa Mafioso baru yang bergabung dengan mafia kita, tapi sebelumnya mereka tak melakukan apapun".


"tapi William bilang, sejak sehari sebelum hari ulang tahun perusahaan di mulai, ada seseorang yang berusaha membobol beberapa pertahanan TQ, aku yakin orang itu bukanlah orang sembarangan".


Melihat keahliannya dalam mencoba membobol dan menembus pertahanan TQ, kita hampir saja kemalingan oleh seseorang heaker terbaik dan terhebat yang berusaha menerobos pertahanan TQ, itu bukanlah dari hacker biasa" seru Jason panjng lebar.


"kurang ajar" barra mengepalkan tangannya hingga urat-urat dan buku jarinya memutih saking kuatnya kepalan tangan pria itu.


Tatapannya berubah dingin, mata hitam pekat pria itu sungguh menunjukkan ekspresi yang menyeramkan.


"dia akan bermain-main denganku, aku tidak akan membuat mu hidup, apapun itu karena kau adalah musuh terbesarku sampai kapanpun" suara beratnya yang dingin dan tatapannya yang seperti belati siap membunuh siapapun yang menghadang pandangannya.


"apa tuan mengenal seseorang itu?" tanya Jason yang melihat barra yang memasang wajah mengerikan.

__ADS_1


Barra menyeringai mendengar pertanyaan Jason. Dan Jason, pria itu yang melihat senyuman bosnya kini menjadi merinding, sungguh senyuman mengerikan, apapun itu meskipun barra hanya tersenyum seperti itu, percayalah semua tak akan baik-baik saja.


"urus rapat siang ini, aku akan pergi ke markas dan melihat sendiri perkembangan mafia kita" barra tanpa ingin di bantah segera merapikan jasnya dan berdiri meninggalkan kantor dengan Jason yang mengikutinya dari belakang untuk mengantar tuannya keluar.


"siap tuan" Jason pria itu kembali ke ruangannya dan barra dalam sekejap meninggalkan perusahaan.


Di tengah perjalanan, dia sesekali terdengar hembusan nafas berat dan mengepalkan tangan, wajahnya menjadi memerah dan rahangnya mengeras mengingat siapa yang telah berani mencoba menerobos membobol pertahanan mafianya, dia tidak akan membiarkan orang itu selamat.


"ternyata kau kembali" barra menyeringai.


Sekitar 45 menit, barra sudah sampai di sebuah mansion besar dan mewah, mobilnya memasuki sebuah halaman yang begitu luas. Memasuki tempat itu yang terlihat begitu indah dan asri di pandang mata, karena pemandangan di sekitar hutan belantara hijau dan segar memanjakan mata.


Namun di sebuah bangunan di tengah hutan itu bukannya terlihat indah malah terlihat sangat menyeramkan. Dimana para Mafioso yang berjaga di sisi pintu gerbang dan di pelataran halaman mansion besar itu hampir di setiap sudut terdapat begitu banyak para anggota Mafioso.


Barra menurunkan kakinya dan keluar dari mobil dengan kaca mata hitam pekat yang membuat beberapa Mafioso menghampiri dan menundukkan kepalanya. Melihat kingnya yang datang, para Mafioso segera berjejer rapi dan menunduk hormat.


"selamat datang king" seru mereka serempak.


Penyambutan dan ucapan yang di berikan para Mafioso, mengalihkan perhatian para petinggi di dalam markas. Mereka bergegas ikut keluar dan berbaris untuk menyambut kedatangan dewa perang mereka.


Dewa perang adalah julukan untuk sang king Davindra Barra Crishtian. Karena dia merupakan seseorang yang sangat di takuti dan di segani beberapa mafia di negaranya.


Davindra Barra Crishtian merupakan pria berwajah tampan dengan manik hitam pekat memiliki sejuta pesona yang membuat kaum hawa akan saling menyerang dengan bersaing demi mendapatkan pria tertampan itu.


Wajahnya yang blasteran Amerika membuatnya terlihat sempurna di semua sisi. Dia merupakan pria yang sangat pandai bertarung dan juga melemahkan musuhnya hanya dalam kedipan mata.


Pria arogan yang banyak di Segani itu tak memiliki hubungan siapapun kecuali sang pujaan hati Ailin Aleksa dianos.


Gadis yang membuatnya jatuh hati yang mendebarkan. Gadis yang berparas cantik melebihi wanita yang pernah mencoba mendekati barra.


Terlihat dingin dan tak peduli, tapi seketika hatinya di porak-porandakan oleh pria arogan yang selalu memberinya cinta dan merusak akal sehatnya.


Pria yang di takuti keahliannya berperang dan tak memaafkan sebuah penghianatan apapun bentuknya, dia juga akan menikam dan menekan siapapun yang sudah berani mengusik ketenangannya.


"selamat datang king" William menundukkan hormat pada barra pria berwajah dingin itu.


Salah satu hal yang paling di takuti para bawahannya adalah menghianati seorang barra adalah sebuah ajal untuk mereka.


Para kepercayaan barra ikut menundukkan kepala melihat kedatangan king mereka dengan keringat dingin di sekujur tubuh mereka membasahi pelipis kiri dan kanan mereka.


Melihat wajah dingin king mereka yang datang, para bawahannya yang mengerti raut wajah itu kini menjadi kaku dan mengatupkan mulut mereka tak berani bersuara. Wajah itu seketika menjadi muram dan tak bersahabat.


Para bawahannya tau apa yang sedang terjadi dengan markas mereka, tapi tak ada satupun yang berani bersuara sebelum barra memberikan perintah.


"penguasa IT periksa segala akses lengkap siapa ornag yang sudah Bernai mengusik TQ" suara lantang seketika menjadi sangat mendebarkan mendnegar suara itu memberikan perintah pada pihak penguasa IT


"baik king" pria bernama Maxim itu segera berjalan ke ruangannya dan mencari data seseorang yang hampir berhasil membobol pertahanan TQ dalam semalam.


Barra segera berjalan menuju ruangan IT dan di ikuti William, zicko, dan Alex menuju ruang IT.


Ketika maxsim tengah mencari beberapa data yang dia dapatkan semalam, pria itu segera menyerahkan berkas berisi data seseorang dan di serahkan pada barra.


"ini tuan" seru maxsim memberikan sebuah berkas data.


Barra mengambilnya dan memeriksa siapa orang yang dengan nyali besar mencari informasi tentang mafianya.


"hahahah" seketika tawa menggelegar itu sebuah tusukan yang begitu mendebarkan untuk para bawahannya melihat siapa di balik identitas seseorang yang sudah berani mencarinya akhir-akhir ini.


"ternyata dendam mu masih panjang Julio galaxy" seru barra dengan tatapan tajamnya mengepalkan tangan dan dalam sekejap data itu sudah menjadi kepingan yang tak bisa di satukan lagi.


Tawa yang sungguh menyeramkan kini menyapu telinga dan menggetarkan tubuh para kepercayaan barra yang berdiri sambil menundukkan kepala karena mendengarkan tawa mengerikan dari bosnya.

__ADS_1


"ke aula utama sekarang, dan William, lakukan perintah yang pernah aku katakan" seru barra menatap para bawahannya itu dengan tegas dan berwibawa.


Semua para bawahannya hanya mengangguk tanpa membantah ucapan king mereka, jika ada yang protes, sejak itulah barra menghempaskan nya.


"siap king" seru mereka serempak.


Barra keluar dari ruangan IT menuju ruangan pribadinya sendiri meninggalkan para bawahan nya menuju ke sebuah aula besar tempat Parra perkumpulan nya.


Barra menatap langit biru di jendela yang terbuka, menatap luasnya hutan yang di penuhi pohon rimbun dan juga pegunungan yang tinggi jauh dari tempatnya berada.


Namun tak sengaja matanya menatap tajam kearah sosok bersembunyi di balik pohon yang besar dan tinggi itu. Ada juga sosok yang bersembunyi di atas pohon besar dengan sebuah corong di tangannya menuju ke arahnya.


Dalam sekejap, sosok itu terkejut dan terjatuh ketika mata elang barra menemukan mereka. Barra segera menghubungi Alex yang berada di ruangan aula bersama yang lain menunggu barra.


Seketika Alex mengangkat panggilan kingnya lewat ponsel genggamnya.


"iya king" serunya.


"cepat periksa hutan bagian timur, pergilah ke sana bawa para pasukan ke sana carilah mereka bersembunyi di sana" ucap barra masih melihat ke arah yang sedari tadi iya lihat.


Terlihat sosok itu mengeluarkan pistol yang berukuran besar mengarah ke padanya. Namun belum sempat sosok itu melepaskan pelatuknya, dengan sigap Alex melepaskan pelatuknya ke arah ornag itu, hingga menembus kepalnya.


Ternyata tak sampai di situ, sosok yang lain mengeluarkan bom yang efeknya tak terlalu besar, menghantam bagian markas kiri membuat tempat itu terbakar dan ledakan yang kecil.


"brengsek" barra seketika mengambil pistol kedap suara dan menembakkan dari dalam ruangannya, tembak jarak jauh dan tak pernah melesat, kini empat sosok yang bersembunyi tadi tumbang dan terjatuh di ketinggian pohon.


Semua para bawahannya barra segera menghampiri sosok itu dan mencari sosok yang bersembunyi itu masih begitu banyak.


Hingga zicko dan Alex berlarian mencari dimana keberadaan sosok yang bersembunyi itu dengan sangat gesit. Sedangkan Maxim mencari titik merah yang masih bersembunyi, kemudian menyeringai.


"ternyata mereka sangat banyak, sehingga bisa bersembunyi di setiap sudut" seru zicko.


Sedangkan William, pria itu keluar menuju mansion belakang dan melihat para bawahan mereka tengah di kepung oleh pihak yang sama.


William secara membabi buta menyerang balik sosok yang sudah berani masuk ke markas mereka.


Dimana Mario, pria itu tengah berada di balik pasukan bayang, dia adalah pimpinan pasukan bayang yang di utus lewat interkoneksi yang di bawah perintah barra. Namun Mario akan keluar ketika keadaan tak memungkinkan dan penyerangan yang besar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2