Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Kekasih pura-pura


__ADS_3

Hari berlalu tepat saat ini sepasang kekasih itu lebih tepatnya kekasih pura-pura siap akan menaiki mobil mewah yang akan mengantar mereka ke sebuah pesta di tengah kota salah satu pesta yang di adakan oleh salah satu rekan bisnis barra.


Seperti biasa penampilan sang pria yang begitu memukau dan mempesona membuat banyak wanita terkagum-kagum dengan pahatan sang maha cipta yang begitu sempurna. Dengan tatapan tajam penuh tekanan membuat sang pria terlihat berwibawa.


Begitu juga dengan wanita yang di samping barra, yang tak kalah bersinar, bak Dewi Yunani, wajah cantik dan manis serta kulit putih Langsat dengan wajah datar yang membuat wanita itu sangat terlihat mempesona.


Keduanya sudah menaiki mobil dengan barra yang melayani sang kekasih pura-pura nya itu mulai dari membukakan pintu mobil dan bersikap manis pada sang wanita, begitu juga dengan sang wanita yang begitu apik dalam menjalankan sandiwara menjadi kekasih seorang Davindra barra Cristian sampai pesta usai.


Kedua pasangan itu seolah sudah mengatur semuanya, entah bagaimana seorang barra meyakinkan wanitanya itu untuk menjalankan rencana sandiwara mereka.


setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh, mereka sudah tiba di sebuah gedung megah yang telah di sulap menjadi mewah dan sangat indah. Ailin menatap gedung megah di depannya itu, bukan Ailin tak pernah melihat bahkan Ailin sudah sangat bosan untuk menghadiri acara pesta yang menurutnya tak berfaedah, hanya akan saling berhadapan dengan para kompetitor yang siap akan saling menyerang dalam pembicaraan yang tak berarti.


Namun demi hidupnya, dia rela melakukan perintah pria yang belum satu bulan ini Ailin kenal.


"ck, kenapa harus ada pesta seperti ini, aku sudah bosan melihat para penjilat- penjilat ini" batin Ailin.


"ayo sayang, kita masuk" ajak barra dan Ailin hanya mengikuti barra memasuki gedung megah itu.


Di seluruh balroom begitu banyak tamu undangan yang hadir di acara itu, dan sebelum acara dansa di mulai, sang pemilik acara memulai mendekati dan menyapa para tamunya dan menyapa ramah pada mereka.


Pesta ini bukanlah hanya sekedar pesta dansa saja, tapi pesta ini perayaan atas kerja sama dengan perusahaan Cristian, perusahaan yang bergerak di bidang manajemen terbesar di seluruh dunia Itulah yang membuat barra menjadi tamu spesial malam ini.


Sang pemilik acara melihat seseorang yang di tunggunya sedari tadi, segera iya melangkah menuju sepasang kekasih yang terlihat sangat serasi itu dan menyapanya.


"selamat malam tuan Cristian, bagaiman perjalanan kesini tadi, apa ada kendala" tanya tuan Revan bertanya dan berjabat tangan dengan barra.


"selamat malam juga, tidak ada kendala sama sekali, terimakasih atas undangannya semoga pesta ini berjalan dengan lancar dan berkesan" ucap ramah barra dan memperlihatkan raut wajah yang memuakkan bagi Ailin.


"ahh terimakasih sudah mau memenuhi undangan saya tuan, ini suatu kehormatan karna anda berkenan datang ke cara kami ini"


"iya sama-sama tuan Revan, tapi kami tidak akan lama di Sini karna ada urusan yang harus di selesaikan, mohon maaf" ucap barra tulus.


"ah tidak apa tuan, saya juga mengerti, memegang perusahaan terbesar bukanlah hal yang mudah, saya berterimakasih anda justru memiliki kesempatan untuk datang dan juga saya senang sekali tuan" seru Revan.

__ADS_1


"silahkan di nikmati tuan pestanya" imbuhnya lagi.


Dan barra hanya menganggukkan kepala.


Banyak wanita yang memuji ketampanan barra bahkan ada juga yang mengambil kesempatan untuk melambaikan tangan pada barra dan masih banyak aksi para wanita seksi yang ingin mengambil perhatian dari barra.


Namun pria itu justru tak pernah melepaskan tangannya dengan ailin dan selalu menatap Ailin sebelum masuk ke gedung tadi hingga sekarang, bahkan tak memperdulikan para wanita yang berteriak histeris melihat mahluk indah dan menjadi idaman mereka berjalan melewati mereka.


Ailin yang melihat para aksi para wanita itu hanya mencabik kesal dan sangat malas jika melihatnya, tentu dirinya bukanlah seperti mereka yang selalu mengagumi banyak pria dan berpenampilan seksi seperti mereka, itu bukanlah tipenya.


Ailin hanya diam saat di gandeng oleh barra, toh juga tugasnya hanya mengikuti ucapan barra saja atau bisa jadi kerjaannya lah yang akan menjadi sasaran.


"apa kau cemburu mendengar para wanita itu mengagumiku?" tanya barra tak tau malu.


Ailin yang mendengar ucapan pria itu memutar bola matanya malas ingin sekali dia menendang pria di depannya ini tapi dia tak ingin ribut saat ini.


"apa aku harus seperti itu tuan, seperti nya anda terlalu percaya diri. Anda itu terkenal di sini, sudah pasti mereka ingin mendekatimu karna kau terkenal"


"jadi jangan berharap yang tidak pasti tuan" ujar Ailin membuat barra terkekeh mendengar ucapan Ailin.


Keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing dan lebih memilih melihat orang-orang yang berlalu lalang di tengah-tengah pesta yang akan segera di mulai. Hingga Ailin mengalihkan tatapannya pada seorang wanita yang mendekati barra.


"selamat malam tuan barra, senang bertemu dengan anda, perkenalkan nama saja Sinta" ucap wanita yang tiba-tiba datang mendekatkan diri dengan barra dan berkenalan.


Barra hanya melihat wanita itu dari atas sampai bawah yang memaki pakaian sangat ketat dan seksi, belahan dadanya saja sudah ingin melimpah dan segera keluar menunjukkan diri, dengan make up tebal sang wanita serta bau menyengat dari parfum yang dia kenakan masih mengulurkan tangan ke arah barra.


"barra" ucap barra tanpa menyambut uluran tangan wanita itu.


Alhasil wanita itu sedikit merasa kecewa karna barra tak menyambut uluran tangannya.


"oh senang bertemu dengan anda tuan, bolehkah saya bergabung dengan anda dan juga" sinta melihat ke arah Ailin dengan tatapan nyalangnya menghadap Ailin. Ailin tentu tau tatapan wanita itu yang terlihat tak suka padanya, tapi selama wanita itu tak membuat Masalah, Ailin akan membiarkannya.


"maaf nona, saya dan pacar saya akan segera pergi, karna ada urusan penting, dan juga akan mencari tuan Revan mengatakan bahwa kami akan berpamitan" ucap barra dengan Suara dinginnya.

__ADS_1


Sinta merasa di tolak oleh barra mengepalkan tangannya, terlihat jelas rasa kecewanya membuat Ailin bisa merasakannya.


"Ayo sayang, kita pulang ucap barra dan meraih pinggang ramping Ailin dan menggandengnya pergi.


Sinta yang di tinggalkan pun merasa marah dan ingin sekali merebut barra dari Ailin yang sudah berbalik meninggalkannya. Dia juga merasa malu atas sikap barra padanya tadi.


Namun beberapa langkah Ailin dan barra berjalan, Ailin menghentikan langkahnya.


"tuan saya ingin ke toilet sebentar, tuan tunggu saja di luar, saya akan segera menyusul tuan" ucap Ailin sedikit berbisik.


Barra mengangguk dan membiarkan Ailin pergi sendiri ke toilet, kesempatan itu yang di gunakan oleh Sinta yang mendengar sedikit ucapan Ailin namun tak mendengar jika Ailin memanggil barra sebutan tuan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.TBC😘


__ADS_2