Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Kau memang licik


__ADS_3

Ailin menatap datar wanita yang berlenggak lenggokkan bokongnya dan berjalan ke arah barra.


"Hay barra selamat siang," seru lila menyapa.


"ngapain kamu kesini?" tanya barra.


"tentu mau bertemu denganmu barra" seru Lila.


"hey, eemm, siap ya namanya?" tanya Lila pada Ailin namun Ailin tak merespon pertanyaan Lila membuat wanita itu kesal namun sebisa mungkin terlihat baik-baik saja.


"namanya Ailin" seru barra karena melihat Ailin tak kunjung menjawab.


"Hay Ailin, perkenalkan nama aku Lila, aku teman dekatnya barra" ucap Lila dan mengulurkan tangannya.


Ailin hanya menatap tangan Lila kemudian menatap wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki dan Ailin membalas uluran tangan wanita itu.


"Ailin" jawab singkat Ailin datar.


"oohh kamu kekasih barra, ish barra kenapa kamu tidak pernah cerita sih sama aku kalau kamu punya kekasih." ucap Lila dan tanpa malu duduk di samping barra.


"wow ini makan siang kamu, aduh kok keliatan nggak enak ya, kenapa kamu suka sekali makanan seperti ini, tidak ada estetiknya"


"ini juga, kenapa minuman ini terlihat biasa saja, bukannya kamu lebih suka makanan yang selalu aku masak dulu " Lila sengaja untuk memanas-manasi Ailin.


Ailin semakin di buat kesal oleh wanita di hadapannya ini. Ailin sungguh sangat membenci wanita seperti ini. Tampilan glamor, berparas cantik tapi hatinya busuk dan mulutnya tajam.


"oh ya nona Lila, barra memang menyukai makanan mewah dan berkelas, tapi itu dulu dan sekarang, kau tau, dia lebih suka makanan apa yang aku masak, dia lebih senang ketika aku memaksa lauk sederhana tampak biasa tapi rasanya tak murahan" sarkas Ailin membuat Lila memutar bola matanya malas.


"apa aku akan memesankan kamu makanan seafood barra?" tanya Lila pada barra tanpa mendengarkan ucapan Ailin.


"tidak terimaksih" sahut barra.


"nona Lila, aku kira karena Kalian sudah teman dekat selama ini, aku kira nona tau masakan apa yang membuat teman dekat anda ini alergi, tuan barra alergi makanan seafood nona" pungkas ailin.


"ah masa sih, bukannya dulu kau suka makanan seafood barra?" tanya Lila memastikan pada barra.


"tidak Lila, aku memang alergi dari dulu makanan seafood dan tak pernah memakan nya" jujur barra membuat Ailin tersenyum senang.


"anda ternyata belum mengenal teman dekat anda nona" Ailin berkata demikian dan membuat raut wajah Lila tak senang akan ucapan Ailin tadi.


"bagiamana kalau kita makan siang berdua di restoran aku yakin kamu pasti suka makan di sana" nampak Lila tak menyerah untuk mendapatkan perhatian barra.


"cukup Lila, aku akan memakan makanan yang di bawakan Ailin, dia sudah susah payah memasak untukku, kalau kau ingin pergi makan di restoran, kau pergi saja sendiri, aku akan makan siang bersama kekasihku" seru barra membentak.


"barra kenapa kamu membentukku, kenapa kamu lebih memilih wanita ini daripada aku, apa kurangnya aku barra" ucap Lila terisak.

__ADS_1


"bukan maksudku membentak mu Lila, tapi kau selalu menganggu waktuku bersama kekasihku, ingat ya Lila aku dan Ailin akan segera menikah, aku mohon kau jangan ganggu aku dan Ailin" tegas barra menatap Lila tajam.


"barra, kamu jahat" ucap Lila menangis dan keluar dari ruangan barra meninggalkan barra dan Ailin.


Barra tak mengejar Lila, dia lebih memilih diam di tempat dan memijit pelipisnya yang berdenyut.


"sayang, aku minta maaf, aku tidak tau dia akan datang kesini" ucap barra.


"sudahlah jangan di bahas, lanjutkan makan siang mu, setelah ini aku akan pulang" seru Ailin.


"kenapa cepat sekali"


"aku ingin ke kampus nanti jam 2 siang, aku akan pulang lebih dulu mengambil beberapa tugasku yang ketinggalan di rumah" seru Ailin.


"baiklah"


Barra pun segera menghabiskan makan siangnya tanpa sisa. Setelah barra menghabiskan makan siangnya, Ailin pamitan untuk pulang pada kekasihnya.


"mau aku antar?" tanya barra.


"tidak usah, aku bawa mobil, kmu lanjutkan saja bekerja, mungkin aku akan pulang jam lima sore" ucap Ailin.


"bye sayang, hati-hati, jangan lupa telpon aku jika kamu sudah sampai kampus" seru barra.


"iya" sahut Ailin.


Sosok seorang wanita yang tak terlalu jauh menatap Ailin memasuki mobil bersiap akan menjalankan mobilnya.


"aku ingin kamu mencelakai wanita itu, kau mau apakan dia terserah tapi jangan sampai dia mati," seru wanita itu.


"baik bos" seru para pria yang dia suruh untuk mencelakai Ailin.


****


Ailin sedang berada dalam perjalanan pulang, iya melewati jalanan yang cukup sepi, baginya akan cepat sampai di rumahnya. Saat di sebuah tikungan yang tajam, Ailin melihat dua orang berpakaian serba hitam mengikuti mobilnya dan terlihat mencurigakan.


Ailin mencoba untuk melajukan mobilnya pelan, seketika dua orang yang memakai motor itu ikut pelan melajukan motornya dan seketika Ailin mengebut, mereka juga ikut mengebut.


"Hem, permainan baru, kau belum tau siapa yang kau lawan ini" batin Ailin menyeringai.


Saat Ailin sudah sampai di sebuah jalan lurus yang terlihat sepi, hanya ada hutan dan juga semak-semak rumput liar.


Ailin bak seperti pembalap terhandal dia memutar mobilnya mendadak saat melewati jalan yang sedikit lebih lebar. Hingga motor yang di belakangnya tadi hampir saja menabrak mobil milik Ailin karena Ailin memposisikan mobilnya menghadang jalan.


"sialan, beraninya wanita itu" umpat salah satu pria itu.

__ADS_1


"ayo kita turun dan kita lakukan aksi kita, sepertinya dia mau menyerahkan dirinya" seru salah satu pria itu.


Mana ada orang yang mau di culik atau di sakiti, tentu Ailin melakukan itu karena sama sekali dalam darah Ailin tak pernah ada rasa takut sedikitpun.


Ailin sudah keluar dari mobilnya sembari bersandar dan melipat kedua tangannya di dada menatap dua orang pria itu menghampirinya.


"hey nona, rupanya kau sudah tak sabar menunggu kami ya" seru salah satunya.


"kau terlalu cepat menyerahkan diri sebelum kami memaksa mu nona" sahut salah satunya lagi.


"berisik" Ailin segera melakukan gerakan yang tak bisa di baca, iya menendang menghantam dan berkali-kali melayangkan tinjuan nya pada dua pria itu.


"kurang ajar," pria itu yang sudah tumbang kini bangkit lagi dan bersiap akan menyerang Ailin lagi, tapi sayang, justru kini pria itu di tendang dan di berikan Bogeman hingga wajahnya lebam.


Ailin kemudian menarik kerah baju salah satu pria itu yang wajahnya sudah babak belur.


"apa Lila yang menyuruhmu?" tanya Ailin menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya.


"ampun nona, iya nona Lila yang menyuruhku untuk mencelakai mu" seru pria itu meringis dan terlihat ketakutan.


"brengsek, akan aku habisi kamu Lila setelah ini" "aku akan memberikanmu kejutan setelah ini Lila" seru Ailin dingin.


Pria itu sangat ketakutan melihat manik biru milik Ailin. Ailin melepaskan kerah baju pria itu dan menyuruhnya pergi.


"pergilah sebelum aku menghabisi kalian berdua" seru Ailin masih dengan wajah datarnya.


"i-iya no-na" kedua pria itu kemudian menyalakan motornya dan melaju begitu kencang.


"kau memang licik Lila" seru Ailin dengan sorot matanya yang semakin tajam.


Setelah kejadian itu, Ailin kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda tadi.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC😘


__ADS_2