
SELAMAT MEMBACA
.
.
.
.
.
.
.
.
Flashback on
"tolong aku tidak mau aku tidak mau, siapapun tolong aku, aku tidak mau di bawa oleh orang-orang ini" suara wanita yang sejak tadi minta tolong, tangannya di ikat tubuhnya lemah dan tenaganya tidak ada.
Wanita itu meminta tolong karena dua orang pria membawanya memasuki sebuah gedung tua yang sudah lama tak pernah ada orang yang mengunjungi bangunan itu.
Kedua pria yang membawa wanita itu pergi merasa telinganya sudah sakit mendengar teriakan wanita itu, hingga mulut wanita itu di tutup menggunakan selayer oleh pria bertopeng di depannya.
Wanita itu hanya bisa berteriak namun mengurangi suara melengking yang membuat para pria itu sontak menutup telinga.
wanita itu bernama Arunika, dia di culik oleh seseorang yang menutupi wajahnya dengan topeng hingga wanita itu tak bisa mengenalinya.
Wanita itu terus saja memberontak dan tak mau di bawa tapi dengan cepat salah satu pria itu memukul tengkuknya hingga Arunika pingsan tak sadarkan diri.
Kedua pria itu membawa masuk Arunika di sebuah ruangan yang gelap, hanya ada satu cahaya lilin yang menerangi ruangan itu
Bruk
Arunika di lemparkan di atas sebuah ranjang dengan tangan dan kaki terikat.
salah satu pria itu menatap wajah Arunika dari atas sampai bawah. Arunika yang masih tak sadarkan diri, tak mengetahui tentang itu.
Pria itu mengelus lembut wajah Arunika dan mengusap air mata gadis itu, pria itu mengecup kening Arunika dan pria itu meninggalkan Arunika membiarkan Arunika di ranjang sampai gadis itu sadar.
Tak berapa lama, Arunika sudah sadar dan memegang kepalnya yang terasa sangat pusing. Seingatnya dia tengah berada di pusat perbelanjaan tadi, tapi mengapa sekarang di berada di tempat asing, terlihat gedung tua tak berpenghuni dengan cahaya lilin remang-remang menjadi cahaya dalam gelapnya malam itu.
Seketika ingatan Arunika pada saat dirinya di culik dan di bawa paksa oleh dua orang berbaju hitam dengan wajah tertutup topeng. Arunika mencoba untuk bangun, tapi dia baru sadar ternyata kaki dan tangannya sedang di ikat.
"tolong, siapapun tolong aku lepaskan aku dari sini" Arunika berteriak hingga seseornag yang memakai topeng itu masuk mendengar teriakan kencang Arunika.
"siapa kamu, lepaskan aku dari sini" Arunika ketakutan saat melihat pria tinggi bertopeng itu semakin mendekat. Arunika semakin beringsut takut melihat pria itu mendekat.
Pria itu berjongkok di samping Arunika yang telentang, tangannya mengusap lembut rambut Arunika dan berdiri untuk melepaskan seluruh pakaian pria itu. Arunika panik dan membelalakkan matanya lebar melihat pria itu melepaskan pakaiannya satu persatu.
__ADS_1
"aku akan membuatmu melayang sayang, dan hari ini jika aku tak bisa mendapatkan cintamu, maka orang lain juga tak akan bisa mendapatkannya" pria itu menyentuh bibir Arunika dan gadis itu menoleh menghindari sentuhan pria itu.
"pergi kamu dari sini aku tidak Sudi melihatmu lagi, pergi kamu brengsek" Arunika mengumpat pria itu hingga pria itu geram dengan ucapan Arunika.
Tanpa perasaan segera melucuti pakaian Arunika dengan mudahnya merobek pakaian wanita itu.
"aaaaaarrrhhh tolong, jangan sakiti aku aku mohon" air mata gadis itu tumpah dan tak bisa menahan rasa sakit yang di buat pria itu menyusuri tubuh Arunika dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di antara leher dan juga seluruh tubuh tersembunyi Arunika.
Tubuh Arunika sekarang sudah tak menggunakan sehelai benangpun. Pria itu sudah melepaskan tali yang mengikat kaki Arunika hingga Arunika sekarang sudah pasrah dengan hidupnya.
Arunika kini merasakan nyeri dia pangkal pahanya hingga darah segar keluar dari sana membuat Arunika berteriak dan menangis.
Pria itu sudah menodai Arunika dan mengambil sesuatu yang berharga pada Arunika.
Di tengah-tengah permainan kedua kali pria itu, kini berhenti dan menatap wajah sembab Arunika dengan penyesalan yang begitu besar.
Pria itu kembali memakai pakaiannya dan memakai pakaian untuk Arunika yang hanya diam dan menangis melihat kondisinya yang begitu hancur. Hancur sudah masa depan dan juga segala dalam hidupnya hancur tak bersisa.
"maafkan aku Arunika, aku, aku seharusnya tak melakukan ini, aku akan melepaskan mu" suara pria itu namun Arunika hanya diam dan air matanya tak berhenti luruh meski bibirnya terus terdiam.
"aku akan pergi dari sini dan akan membawamu ke suatu tempat supaya ada orang yang menemukanmu" suara pria itu yang terdengar tidak asing bagi Arunika. Namun Arunika yang mendengar ucapan pria itu hatinya begitu sakit.
Namun sebuah tanda dari pria itu membuat Arunika bisa mengenalnya.
Namun Arunika tak bersuara dia hanya di bantu berdiri dan di bawa pergi oleh pria itu ke sebuah tempat yang cukup jauh dari tempatnya di sekap.
"maafkan aku Arunika aku akan pergi, membawa cinta ini sendiri, aku akan selalu mencintaimu" pria itu mengecup kening Arunika.
"sebentar lagi mungkin ada orang yang akan datang menolong mu, aku pergi" pria itu pergi meninggalkan Arunika dalam kegelapan malam. Arunika meluruhkan kembali air mata di bawah rembulan yang masih sembunyi di balik awan hitam dengan keadaan yang memperihatinkan, baju yang sudah robek dan penampilan yang kusut serta hatinya yang hancur bersama dengan malam yang mendung.
Barra berlarian menghampiri Arunika yang berdiri di tengah jalan dengan kaki telanjang mencoba mengakhiri hidupnya.
Barra dengan sigap segera menarik tangan arunika saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di tengah jalan raya yang begitu banyak lalu lalang kendaraan di sepanjang jalan yang sudah di basahi dengan derasnya hujan.
"kau bodoh Arunika, mengapa ingin mengakhiri hidupmu seperti ini" seru barra berteriak dan memeluk Arunika.
Barra adalah sahabat Arunika namun Arunika menganggap barra lebih dari sahabatnya dia jatuh cinta pada barra namun pria itu tak membalas cintanya, dia hanya menyukai Arunika sebagai sahabatnya saja karena sejak itu iya menjalin kekasih dengan Lila.
"lepaskan barra" suara lirih Arunika membuat barra menatapnya.
Melihat penampilan Arunika membuat barra terkejut dan melihat begitu banyak kiss Mark di leher Arunika barra menjadi sangat membencinya.
"siapa yang membuatmu seperti ini?" tanya barra pada Arunika.
Arunika hanya diam tak menjawab pertanyaan barra.
"jawab" suara menggelar barra membuat Arunika terkejut.
Barra melepaskan Arunika dan membuat gadis itu menangis kembali dan bergetar ketakutan.
Hingga sebuah mobil silver berhenti di depan mereka berdua. Julio keluar dan berlari tergesa-gesa bersama Joy menghampiri keduanya. Tanpa bertanya apa yang telah terjadi, pria itu mengahajar barra dengan hantaman yang kuat ketika Julio menyadari penampilan Arunika yang begitu hancur.
__ADS_1
Barra membalas menghajar Julio hingga keduanya terlibat saling baku hantam di jalanan itu. Arunika yang melihatnya kini menjadi gelagapan dan menghentikan keduanya melalui suara sirine polisi di ponselnya, dengan begitu keduanya berhenti saling menyerang.
"bukan barra yang melakukannya, kau jangan pernah mencoba menyakiti barra, dia tidak salah" Arunika membela barra.
Arunika menangis kembali melihat keduanya yang saling baku hantam. Kemudian Arunika berbisik di telinga barra tanpa di ketahui oleh Julio yang tak melihatnya karena pria itu sibuk dengan mengusap wajahnya yang lebam
"barra aku meletakkan sesuatu di dalam saku mu, cari pemilik gelang itu dan di sana ada tulisan kecil, ku harap kamu bisa menemukannya" kemudian Arunika melihat sebuah truk yang mengemudi dengan kencang, Arunika berlari ke arah truk itu dan gadis itu tertabrak hingga kepalanya pecah dan bersimbah darah.
Arunika tak bisa di selamatkan dia mengakhiri hidupnya saat itu juga.
"arunikaaaaaaaa" barra dan Julio berteriak dan terkejut melihat Arunika yang meninggal di tempat karena mengakhiri hidupnya.
Kedua pria itu mengangkat dan melarikan tubuh Arunika ke rumah sakit terdekat.
Pria yang sedari tadi bersembunyi juga terkejut melihat aksi nekat Arunika dan mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.
Tes
Air mata pria itu jatuh begitu melihat mobil yang membawa pergi Arunika dari tempat itu. Hatinya hancur, jiwanya membeku dan seketika penyesalan kembali menyebar di seluruh tubuhnya.
"mengapa kau tega meninggalkan aku Arunika, aku bahkan belum sempat bertanggung jawab dengan kebodohanku, tapi kau tak memberikan aku kesempatan" seru pria itu menangis dan berlutut di kejauhan.
Pria yang sudah menodai Arunika berniat kembali untuk menemui Arunika dan membawanya pergi, tapi tak terduga melihat dengan mata kepalanya sendiri orang yang di cintainya tergeletak di jalan raya dengan bersimbah darah. Timbullah penyesalan yang selalu menghantui pikiran dan juga hatinya.
Sejak hari itu, sejak kematian Arunika,Julio selalu menyalahkan barra yang merasa barra telah merusak wanita yang dia cintai nya. Sejak saat itu persahabatan barra dan Julio kini hancur.
Keduanya berdiri membangun sebuah organisasi yang berbeda, barra masih mencari siapa pemilik gelang itu, dan Julio, kini pria itu menjadi berambisi untuk membalaskan dendam pada barra dengan merebut segala milik barra, iya akan mencoba mengambilnya mulai dari aset kepemilikan perusahaan dan mansion terbesar milik barra. Tanpa tau kehebatan dalam organisasinya melemah dan jauh berbeda dengan barra, keahlian dan juga kecerdasannya sebagai pemimpin sangat jauh berbeda dengan barra yang di juluki sebagai dewa perang.
Flashback off
Barra melihat gelang itu dengan mata tajamnya, dan membaca berulang kali tulisan yang mulai memudar itu.
"spider blue" tulisan itu membuat teka teki yang sulit di telusuri oleh barra.
Barra menaruh kembali gelang itu di sebuah kotak ukuran sedang dan menyimpannya di laci kamar miliknya.
Pria itu menjadi menyesal karena telat menyelamatkan sahabatnya saat sahabatnya di nodai oleh seseorang, dan sekarang dirinya yang menjadi korban tuduhan Julio yang menganggap dirinya yang sudah menodai Arunika, sahabatnya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC😘