Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Iblis berwujud manusia


__ADS_3

Selamat membaca.


*


*


*


*


Ailin selama ini belum mengetahui siapa kekasihnya itu, ternyata selama ini dia berpikir jika barra adalah seorang CEO saja dan bekerja sepanjang hari di perusahaan tanpa terlibat hal yang berbau dunia gelap.


"apa barra marah ya padaku, apa mungkin dia tak akan mau menemui ku lagi, apa dia tak mencintai ku lagi" serunya menatap sendu langit malam yang kosong akan kehadiran bintang, karena malam itu langit terlihat mendung.


Ailin sekarang berada di balkon kamarnya, menatap semua pantulan cahaya lampu pernak-pernik di sepanjang jalan kota. Indahnya suasana malam hari dengan pemandangan kota yang begitu sempurna.


Ailin menengok ponselnya beberapa kali, berharap kekasihnya menelpon hanya sekedar bercanda seperti biasa. Gadis itu sungguh merindukan hal-hal absurd yang di lakukan pria nya, dia juga merindukan beberapa kata cinta yang manis di telinga nya.


Ailin harus kecewa setiap kali iya menatap ponselnya, berharap benda pipih itu berdering dari panggilan sang kekasih.


"aku mencintaimu Davindra Barra Crishtian" gumamnya sendu.


*


*


*


*


*


Di tempat lain, barra tengah di sibukkan dengan pekerjaannya, dia bahkan tak pernah ada waktu untuk sekedar beristirahat.


Karena hari ulang tahun akan di adakan lusa, membuat pria itu menjadi sangat sibuk.


Barra sebenarnya juga merindukan gadisnya itu, tapi dia akan menghukum gadisnya dengan mendiami nya terlebih dahulu.


"aku merindukanmu baby, apa kamu juga sama?. Aku yakin kau juga sangat mencintaiku, tapi entah apa yang membuatmu menolak pernikahan denganku" pikir barra.


Sudah satu Minggu keduanya belum juga saling menghubungi. Entah mengapa keduanya merasa sangat saling menyalahkan diri mereka sendiri.


Barra menyalahkan dirinya, karena penolakan Ailin, barra pergi begitu saja tanpa ada kata pada kekasihnya dan menurutnya dia terlalu egois.


Sedangkan Ailin, gadis itu begitu menyesal karena telah membuat kekasihnya kecewa, entah mengapa dirinya begitu tak percaya diri untuk memulai menghubungi kekasihnya, dia merasa takut jika barra tak mau menerima panggilannya lagi. Ailin benar-benar pusing dengan semua permasalahannya.


Bahkan di kampusnya dia tak pernah konsentrasi mendengarkan dosennya menyampaikan materi.


Ailin benar-benar merindukan kekasihnya itu.


****


Barra kembali berkutat dengan pekerjaan nya.


"Jason" seru barra memanggil Jason.


Dalam sekejap Jason sudah muncul di hadapan bosnya.


"iya tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Jason.


"apa kamu sudah mengumpulkan informasi tentangnya?" tanya barra.


"iya tuan, semuanya ada di berkas ini" Jason memberikan berkas yang ada di tangannya.


Barra menerima berkas itu dan membukanya, pria itu menatap jeli pada berkas yang di berikan Jason padanya, sesekali terlihat kening pria itu mengkerut membaca setiap isi dari berkas yang di berikan oleh asisten nya.

__ADS_1


"apa kau yakin dengan semua yang kau dapat ini Jason?" tanya barra.


"iya tuan, beberapa hari yang lalu, salah satu Mafioso kita melihat nona Ailin menaiki mobil ke sebuah tempat sendirian."


"apa mereka melihat kekasihku pergi kemana?"tanya barra.


"nona pergi ke sebuah tempat yang tak ada satupun orang yang mengetahuinya, bahkan tempat itu sangat jauh di kota ini" sahut Jason.


"apa yang dia lakukan di sana?" tanya barra.


"saya tidak tau tuan, tapi kata Mafioso kita, nona Ailin memasuki sebuah gerbang besar dengan berbentuk tembok yang berlumut dan terlihat sederhana tapi bentuknya yang unik"


"maksud kamu?"


"kami melihat nona memasuki sebuah gerbang yang berbentuk tembok tingginya sekitar empat meter" sedu Jason.


"bisa kita pergi ke tempat itu?" tanya barra.


"bisa tuan, tapi..."


"tapi apa?"


"kita tidak bisa masuk ke sana, nampaknya tempat itu bukan tempat sembarangan, terlihat dari bentuknya, bukanlah sebuah tempat biasa sepeti gedung biasa, mungkin itu sebuah markas mafia" seru Jason.


Barra menjadi ingat perkataan ayahnya dulu sebelum barra dan Ailin menjadi kekasihnya.


"*nak, sepertinya kekasihmu bukanlah orang sembarangan, apa mungkin dia adalah seseorang yang memiliki jati diri yang cukup tinggi, dan juga kelihatannya dia bukalah orang biasa, dia merupakan gadis yang berhubungan dengan sebuah organisasi"


"terlihat dari kekuatannya, dia bisa bela diri yang tinggi dan penguasa senjata tajam, nampaknya dia bukan seperti gadis pada umumnya*" itulah ucapan pada tuan Zaki pada barra.


"Aku akan menyelidiki nya" seru barra.


****


Ketika iya kan melewati sebuah lorong yang sepi di kampusnya, iya di kejutkan dengan seroang pria yang menghadangnya.


Ailin terkejut dan tersadar, jika dirinya berada di belakang kampusnya yang terdapat gudang besar tempat penyimpanan barang-barang yang tak di gunakan lagi.


"sialan, kenapa aku bisa sampai di sini sih, huft" lalu pandangannya mengarah pada tiga pria yang berdiri di depannya.


"mau apa kalian" tanya Ailin menatap ketiganya dengan tajam.


"mau kami?, kami mau kamu menemani kami di sini, dan menjadi budak kami, apa lagi, secara kamu itu masuk diam-diam kemari dan menganggu kesenangan kami di Sini" seru salah satu pria bertato dan berotot kekar itu.


"lalu?" tanya Ailin Santai.


"ya, kmu harus tetap disini lah, karena kamu sudah masuk, jadi akan sulit untuk bisa keluar dari sini" seru pria lainnya.


Ailin memutar bola matanya malas melihat ketiga pria ini, yang terlihat sedikit oleng karena mungkin sedang mabuk.


Nampak di tempat itu sungguh menjijikkan, banyak bekas botol miras dan beberapa bekas makanan ringan yang beserekan dan juga satu yang membuat Ailin menjadi terpaku dan marah. Beberapa wanita yang terikat oleh tali di sana tanpa menggunakan pakaian apapun sungguh membuatnya sangat geram.


Ailin yang melihat wanita di perlakukan seperti itu,sungguh dirinya sangat murka. Entah mengapa, namun dirinya sangat tak menyukai jika melihat wanita di lecehkan seperti itu.


Tiba-tiba dirinya menjadi sangat marah dengan para ketiga pria di depannya, matanya menatap ketiganya dengan sangat tajam. Bahkan Ailin merasa di tubuhnya bergemuruh ingin segera membunuh ketiga pria itu.


"apa ini perbuatan kalian" suara dinginnya mengalihkan perhatian ketiga pria itu yang tergelak tawa saat Ailin seperti orang bodoh menurutnya.


"tentu, siapa lagi, jika kami mau, kami tinggal menyuruhnya mengangkang saja kan mudah,,, hahahaha" suara gelak ketiga pria itu sungguh membangkitkan iblis dalam tubuh ailin.


"sudahlah kalau kau mau menikmati juga, kami siap akan melayani kamu hahaha" seru salah satunya sambil tak berhenti tertawa.


Ailin sudah tak tahan melihat tawa ketiga pria itu dan tiba-tiba saja pistol sudah berada di tangannya.


"kalian senang sekali ya" Ailin menodongkan pistol itu ke arah ketiga pria itu.

__ADS_1


Replek ketiganya menatap Ailin yang sudah menodongkan senjatanya ke arah mereka, membuat ketiganya langsung mengangkat tangannya.


"aku paling membenci pria brengsek seperti kalian, menggunakan kekuatannya hanya untuk melecehkan wanita saja"


"nona, turunkan senjata nona" seru salah satu pria itu.


"iya nona, saya tidak mau mati secepat itu" seru salah satunya lagi.


"aku mohon nona, jangan tembak kami, kami hanya bercanda saja nona" seru salah satunya lagi.


Namun Ailin tetap melihat mereka dengan tatapan membunuhnya.


"baiklah, aku akan menyimpan pistol kesayangan ku ini" Ailin kembali menyimpan senjatanya.


Ketiga pria itu saling memandang dan memberi kode untuk menyerang Ailin.


Salah satunya maju untuk menyerang Ailin, namun Ailin begitu mudahnya menangkan Bogeman pria itu ke belakang dan mendorong punggungnya dengan kaki kanannya.


Dan satunya lagi maju siap akan mengangkat tendangannya, namun sayang, Ailin sudah membaca gerakannya dan memegang kaki pria itu lalu mematahkannya dengan mudah.


Krak


"aaaarrrrrrggggghhh" jeritan pria itu tak membuat Ailin berhenti menyerangnya, bahkan Ailin Sudah terlihat seperti iblis berwujud manusia sekarang.


Matanya yang tajam siap menghunus tubuh pria yang masih berdiri angkuh di depannya itu. Wajah cantiknya berubah menjadi merah padam dengan amarah yang siap akan meledak.


Mengingat semua wanita yang terikat di gudang itu sungguh semangat membunuh nya bangkit kembali. Ailin teringat akan seseorang sahabat baiknya yang di perkosa dan di bunuh, kemudian baru kemarin dia juga melihat Nirmala di perlakukan seperti itu, membuat darahnya mendidih melihat itu semua.


Ailin menatap satu pria itu yang masih berdiri tak jauh darinya.


Pria itu mengambil sebuah belati di meja yang ada di sana dan menyerang Ailin menggunakan belati itu.


Ailin berkali-kali mengelak dengan lihainya menghindari tajamnya belati milik pria itu.


Ailin mencoba mengamati setiap gerakan pria itu hingga dia memiliki cara untuk mengalahkan pria itu.


Pria itu kembali menyerang Ailin dengan belatinya. Sungguh pria itu sangat kewalahan menghadapi setiap gerakan Ailin yang sangat aktif dan juga cepat sekali.


Srek


Ailin tergores belati itu di bagian lengannya, tapi tak terlalu dalam dan lukanya juga tak terlalu lebar.


Namun iya tak merasakan sakit apapun di luka goresannya. pria itu tersenyum saat Ailin mendapatkan luka di lengnnya berharap Ailin akan berhenti menyerangnya. Namun sayang, Ailin bukanlah wanita yang mudah mengalah, walau keadaan apapun Ailin akan tetap melawan musuhnya hingga mati.


Pria itu kesal ketika Ailin tak merasakan sakit pada lukanya.


Ailin menyeringai menatap pria itu dan kembali menyerangnya, membabi buta pria itu hingga pria itu kalah dan Ailin tak berhenti sampai di situ, Ailin langsung membunuhnya dengan tangannya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mana nih likenya dan komen kalian, kenapa tak ada yang tinggalkan jejak. Author jadi malas update kalau tak ada semangat membangunnya😭😭

__ADS_1


__ADS_2