
Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
Penyerangan masih berlanjut, barra sendiri sudah turun menangani beberapa musuh yang perlahan mendekat, menghancurkan sebagian markasnya. Iya tak tanggung-tanggung untuk melesatkan pelatuk pada kelemahan musuhnya.
Sorot mata barra sekarang sungguh memperlihatkan kilatan yang menyala, jiwa membunuhnya sudah bangkit melihat markasnya yang di serang secara tiba-tiba.
Barra mengambil sebuah pedang berwarna perak di lengannya, dan menebas leher dan juga tubuh para musuhnya hingga peperangan itu di akhiri dengan di temukan nya sosok di balik topeng yang bersembunyi sejak tadi di balik pohon besar itu.
Mata pria yang tertutup topeng itu seketika menjadi murka melihat para pasukan yang dia bawa tadi sudah mati di tangan para Mafioso barra.
Barra juga sudah mengakhiri semua para anak buah pria itu dan menebas kepala mereka.
Pria itu sangat marah ketika melihat di depan matanya anak buahnya di penggal di depan matanya.
"selamat datang Julio galaxy" seringai mematikan barra melihat pria bertopeng itu tengah menatapnya dan tak bisa berkutik ketika dia di kelilingi para Mafioso TQ.
"ternyata aku salah sudah menyerang dewa perang, aku kira kau menetap di posisimu sebagai pimpinan perusahaan, tapi aku sungguh terkejut melihat mu di sini" Julio, pria itu menyeringai.
"kau tau, bukankah aku harus nya berada di sana sekarang?" tanya barra.
"ya, bukankah seharusnya kau ada di sana saja tuan " seru Julio masih dengan senyum kemenangan. Bagaimana bisa pria itu di katakan menang, sedangkan keadaannya saat ini dia di kepung oleh sekelompok bawahan barra.
"tapi sayang, aku sangat merindukan tempatku ini" serunya.
"hahaha,,,,jadi untuk apa kau buang-buang waktu berada di sini sementara di perusahaan mu tengah di kepung oleh pasukan terbaikku" seru Julio dengan wajah dan tawa kemenangan.
"benarkah, tapi aku rasa semua yang kau rencanakan kali ini sepertinya tidak kan berhasil" seru barra membuat Julio, pria itu mendengus kesal mendengar ucapan barra.
"kenapa anda begitu yakin perusaahan anda akan berhasil di selamatkan sementara kau sedang bermain di sini"
"karena TQ merupakan mafia terhebat untuk menekuk musuhnya" barra menyeringai kemudian mengambil tab yang di sodorkan maxsim dan memperlihatkan pada Julio keadaan para penyerangan di perusahaan Cristian telah terjadi begitu cepat.
Hingga di lihat dengan jelas para anak buah Julio sudah bersimbah darah dan juga kalah dengan pertarungan. Semua itu atas kerja terhebat dari Mario sebagai pasukan bayangan.
Julio, pria ambisius itu yang melakukan penyerangan di hutan untuk mengelabuhi dan mengecoh agar barra pergi dari perusahaan dan menyerangnya di markas. Tapi siapa sangka, jika penyerangan di perusahaan Cristian sudah di siapkan begitu banyak para bawahan barra yang bertugas di sana.
Penyerangan yang di lakukan di perusahaan tentu menyebar di seluruh negara dan di publikasikan oleh para media yang berhasil meliput kejadian itu. Tanpa belum jelas alasannya para media hanya meliputi kejadian tersebut di akun sosial media dan beberapa siaran langsung di televisi.
Hingga seluruh dunia menyorot kejadian itu. para penguasa dan dari pihak perusahan lain yang mengetahui hal itu menjadi bingung, apa yang terjadi kenapa tiba-tiba perusahaan Cristian di serang begitu saja hingga seluruh penjuru dunia menjadi heboh dengan kejadian itu.
Di perusaan barra, pria itu tak ada di sana, dia tengah menghadapi Julio di markasnya, tapi pria itu tetap terlihat tenang dan santai. Semua data dan juga berkas penting yang ada di perusahaan sudah iya sembunyikan di sebuah tempat yang hanya dirinya yang tahu, itu lah salah satu tujuan dari Julio menyerang perusahaan crstian.
Baginya tak bisa mendapatkan apa yang iya mau dengan baik-baik, dengan cara menghadirkan peperangan bisa membuatnya lebih cepat mendapatkan apa yang menjadi tujuannya. Tanpa tau resiko besar tengah menghadapi nya.
__ADS_1
Julio galaxy adalah pria ambisius, yang tak pernah menyerah sebelum keinginannya tercapai, pria itu selalu mengharapkan apa yang menjadi milik barra akan jatuh ke tangannya. Entahlah apa alasan Julio yang begitu menginginkan segala yang di miliki barra selama ini.
Sudah berpuluhan kali iya mencoba untuk mengalahkan barra, tapi barra, pria itu memiliki keahlian yang sangat baik tak ada satupun orang yang berani menentangnya dan juga tak ada yang Bernai menyinggungnya.
Namun Julio memang satu-satunya orang yang selama ini selalu menentangnya dan melawannya.
Kembali ke markas.
"lihatlah, para tikus mu itu dengan bertaruh nyawa membelamu, tapi kau sungguh tak pernah bosan untuk menyerah, bahkan dengan gagahnya kau menerobos masuk ke dalam markas ku" seru barra.
"aku tidak akan pernah merasakan takut untuk menyerang mu, aku akan membunuhmu barra" suara Julio membuat para Mafioso waspada. Tapi barra mengangkat tangannya memberikan kode para bawahannya untuk menghindar dan membiarkan dirinya sendiri yang melawan Julio.
Semua Mafioso kini mundur dan membiarkan Julio berhadapan dengan king mereka dan melihat siapa di antara kedua pria itu menang dan kalah.
Sorot mata keduanya seperti kilat, jiwa membunuh dalam diri barra seketika bangkit kembali. Mata hitam itu menusuk setiap pergerakan Julio. Begitu juga dengan Julio, pria itu sungguh terlihat kemarahan di matanya yang berada di balik topeng emas yang dia gunakan.
Lama mereka saling melempar tatapan menakutkan hingga kini suara pedang beradu dengan pasti, keduanya terlibat saling menyerang dan saling memberikan serangan mematikan.
"aku akan membunuhmu barra" Julio menyerang dengan sangat brutal, tapi keduanya seimbang dengan kekuatan yang masing-masing memiliki kehebatan yang luar biasa.
Barra hanya diam dan terus fokus dengan serangan Julio. Entahlah dia bingung, sejak tadi dia menemukan titik kelemahan Julio, tapi dirinya merasa bimbang untuk membunuhnya. Akhirnya iya menggunakan tak tik ilmu bela diri meringankan tubuh dan terbang menendang punggung Julio tepat di tengkuk nya dengan keras hingga Julio yang tak siap kini ambruk seketika.
"bawa dia ke ruangan bawah tanah" serunya dengan tatapan yang mematikan pada Julio yang sudah tergeletak.
Keduanya tak memiliki luka di tubuhnya, tapi barra sengaja membuat Julio pingsan.
Dari jarak beberapa meter Joy melihat tuannya yang di bawa masuk ke ruangan bawah tanah, kini hanya bisa menghela nafas dalam.
"kalian memang benar-benar sama, selalu keras kepala Tak ada yang ingin mengalah" gumam Joy yang melihat tuannya yang di masukkan ke dalam markas.
"semoga tak ada yang seperti ini lagi"
***
Di perusahaan Cristian, semua para bawahan Julio sudah Tak ada lagi, penyerangan sudah tak ada lagi di sana, semua sudah di bersihkan tak bersisa. Bagitu juga media tentang penyerangan yang telah di liput kini di hapus dengan baik tak bersisa.
Semuanya kembali semula. semua para bawahan barra kembali bekerja dengan baik. Ternyata barra tak hanya memiliki Mafioso di markasnya saja tapi di perusahaan dia sengaja merekrut para anggotanya untuk bekerja di sana entah itu pria ataupun wanita, iya akan memilih mafioso nya sebagai karyawan tetap untuk bekerja di sana, menurutnya itu lebih aman daripada merekrut orang luar, akan begitu banyak penghianat nantinya.
Jason yang tau siapa di balik penyerangan itu, dia menjadi sangat geram, mengapa bosnya kini malah mengehentikan penyerangan. Tentu semangat Jason untuk membunuh orang itu sungguh sangat besar, tapi ada hal tersembunyi dari barra yang tak ada orang lain ketahui. Sebab itulah barra menghentikan kejadian di perusahaan nya lewat Mario.
Kenapa barra tak membunuh julio? ada misteri apa di balik penyerangan itu, apakah ada sesuatu di masa lalu membuat barra tak jadi membunuh Julio, ataukah ada alasan yang lain? Jason benar-benar ingin sekali membunuh Julio saat ini yang sudah beraninya mengirim pasukan datang ke perusahaan dan menyerang dengan tiba-tiba.
"kau harus sabar tuan, mungkin bos kita memiliki alasan tersendiri untuk tak membunuh Julio" seru Edgar salah satu kepercayaan barra di kantor.
"ya kau benar" ucap Jason.
Kembali ke markas
Barra tengah duduk di kursi khusus depan jeruji besi dengan tangan yang memainkan beberapa pisau lipat, sambil menunggu seseorang yang belum terlihat kesadarannya.
Julio, pria itu masih tak sadarkan diri akibat tendangan barra di tengkuknya yang begitu kuat. Namun perlahan matanya mengerjap melihat di sekeliling tempat yang begitu asing itu.
Kini iya melihat seseorang yang membuat nya tak sadarkan diri itu tengah memainkan pisau lipat di tangannya sembari duduk bersilang kaki.
"kurang ajar, lepaskan aku berengsek, aku akan membunuhmu" seru Julio dengan tangan terkepal dan wajah yang murka.
__ADS_1
"rupanya semangatmu belum surut untuk membunuhku" seru barra tanpa mengalihkan tatapannya.
"diam kamu, lepaskan aku akan membunuh pria yang tak mau bertanggung jawab sepertimu" seru Julio lagi.
"apa kau yakin dengan ucapnmu itu?" tanya barra.
"ya, karna kau adalah satu-satunya pria yang hanya mementingkan diri sendiri dan tak pernah mau bertanggung jawab" seru Julio.
"aku sudah bilang, aku bukan orang tak bertanggung jawab, aku tidak pernah melakukan apapun yang ada di dalam pikiranmu" seru barra membuat Julio mendesis sinis.
"jika kau bertanggung jawab, mengapa kau meninggalkan Arunika dulu saat dia tengah terpuruk dan tengah mengalami stres atas apa yang kau lakukan padanya.
Duk
bugh
bugh
"sudah berkali-kali aku mengingatkan mu, aku tidak pernah menodainya, dan saat kau datang waktu itu, aku hanya menyelamatkannya saja" seru barra memukul wajah Julio hingga pria itu terjungkal ke belakang.
Julio tersenyum sinis mendengar ucapan barra.
"aku tidak yakin dengan ucapanmu"
bugh
"setelah ini aku tidak akan pernah bicara panjang, sekalipun kau ingin membunuhku aku tidak akan pernah berbicara setelah ini. Ini adalah yang terakhir kali ku beritahu, tapi kau dengan berambisi ingin mengambil semua aset yang aku miliki sendiri"
"sungguh bodoh kau bahkan dengan beraninya membobol pertahanan TQ untuk mengejar ambisi mu" barra berulang kali mengahajar wajah Julio hingga wajah pria itu lebam dan membiru hingga sudut bibirnya berdarah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ada apa di antara barra dan Julio,hingga keduanya terlibat dengan masa lalu. Ada apakah di masa lalu mereka berdua.???
Tinggalkan jejak kalian memberikan semangat membangun untuk author. Dan maafkan atas kesalahan dalam menulis ataupun kalimat yang author tulis yang tidak di mengerti
__ADS_1
TBC😘