Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Tidur bersama


__ADS_3

Mana nih likenya, jangan cuman di baca aja dong, author nangis ni😭😭 ndk kasian liat author cepek-capek nulis tapi Ndak ada semangatnya😭😭.....ya udah selamat membaca😭😭...


.


.


.


.


.


.


.


.


Barra dan Ailin sudah sampai di rumah Ailin, barra turun dan membukakan pintu mobil untuk Ailin.


"makasih" ucap Ailin.


"Hem, oh ya trus kalau ayah pergi ke luar negri, siap yang temani kamu di sini?" tanya barra.


"aku sudah biasa sendiri, jadi aku tidak perlu di temani" seru barra.


"apa aku boleh temani kamu di sini, aku takut terjadi sesuatu padamu"


"tidak usah, aku tidak apa-apa sendiri, lagian aku cukup kuat kok kalau hanya untuk melawan para pencuri" seru Ailin.


"no sayang, aku tidak akan meninggalkanmu, aku mau malam ini aku tidur di sini" seru barra.


"tap-"


"tak ada penolakan" tegas barra tak ingin di bantah.


"huuft"


Ailin menghela nafas panjang, sungguh pria ini begitu sangat posesif padanya, tapi apa boleh buat, dia akan mengikuti saja.


Keduanya sudah berada di dalam rumah, barra berada di ruang tamu yang luas itu menyandarkan tubuhnya yang terasa penat. Sementara Ailin, gadis itu langsung memasuki kamarnya di lantai dua, melepaskan segala aksesoris dan juga gaun mahalnya.


Kamar mandi adalah tujuannya saat ini menghilangkan rasa lelah dan merilekskan tubuhnya dengan air hangat.


Setelah membersihkan diri Ailin bergegas keluar mencari piyama tidurnya. Tak lama iya mengingat kekasihnya yang ada di ruang tamu.


"huft, kenapa sih pria itu nekat sekali mau tidur di sini, ya sudah aku tak ingin membuatnya marah" gumam Ailin dan keluar dari kamar menuju ruang tamu.


Ailin melihat dari atas tangga barra yang tengah terlelap di sofa, wajah lelahnya terlihat jelas oleh Ailin. Ailin menjadi tak tega melihat kekasihnya yang nampak begitu kelelahan karena kelamaan berdiri di atas panggung.


Ailin menghampiri barra dan sebelumnya iya mengambilkan selimut untuk menutupi tubuh kekasihnya. Ailin menggelar selimut dan menutupi tubuh barra, tapi entah kenapa pria itu langsung menangkap tangan Ailin.

__ADS_1


Ailin terlonjak, karena dia mengira barra sudah terlelap, tapi ternyata pria itu hanya menutup mata dan masih terjaga.


"bukankah kmu sudah tidur" seru Ailin.


"trus, kalau aku sudah tidur, apa kamu akan membiarkan aku tidur di sini dalam keadaan seperti ini" seru barra membuka matanya menatap mata kekasihnya.


"maksud kamu?"


"sayang, aku juga butuh mandi, aku ingin tidur di kasur yang empuk, tidak kah kau mengerti" ucap barra


"oh begitu, yaudah aku akan siapkan kamar tamu untukmu tidur malam ini, aku akan siapkan air juga untuk kamu mandi, pilih saja kamar yang ma-"


CUP


Ailin berhenti bicara, karena bibirnya di bungkam oleh barra.


"aku akan tidur bersamamu" seru barra membuat Ailin melotot.


"no, kamu harus tidur di ruang tamu" tegas Ailin.


"terserah, tapi aku akan tidur di kamarmu malam ini ayo" barra tanpa bicara mengangkat tubuh gadisnya ke arah kamar Ailin dan membuka pintu dengan kakinya.


"gila ya kamu, mana ada sepasang kekasih tidur bersama" seru Ailin berontak ingin di turunkan dari gendongan barra.


"aku tidak gila sayang, aku hanya ingin tidur di kamar kamu" seru barra tersenyum tipis.


"tapi"


Padahal tadi Ailin membawakan selimut yang sangat tebal untuk menghangatkan tubuh pria itu, tapi iya menolaknya. Dan sekarang kenapa iya yang di salahkan telah mengusirnya dan akan membiarkan dia kedinginan. Sungguh Ailin menahan sabar nya saat ini.


"Ailin tak ingin ambil pusing, iya menuju ranjang empuknya dan berbaring tanpa melihat ke arah kekasihnya, dengan cepat dia menutupi tubuhnya dengan selimut. Sementara barra yang melihat kekasihnya seperti itu, segera iya menghampirinya.


"sayang, kamu marah ya" seru barra namun tak ada jawaban.


"say-"


"aku nggak marah, sekarang kamu mandi dan kamu tidur di sofa" tegas Ailin tanpa membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"baiklah baby"


cup


Barra mencium kening kekasihnya dan meninggalkan Ailin ke kamar mandi.


Ailin yang memang belum tertidur tersenyum di balik selimut. Entah mengapa hatinya seperti di poles dan rasa kesalnya hilang seketika.


Setelah barra memasuki kamar mandi, barulah Ailin membuka dan mengintip ke lewat selimut yang masih sedikit iya tutupi.


Kau membuat jantungku ingin keluar dari sarangnya" gumam Ailin pelan sambil tersenyum.


***

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, barra sudah selesai dengan ritual mandinya, barra hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja memperlihatkan otot dan juga tubuh sispek nya.


Pemandangan dari tubuh pria itu tak ada sedikitpun pesona pria itu yang kurang , tak ada celah sedikitpun dari tubuhnya yang mulus dan berotot membuat siapapun kaum hawa, pasti akan menjerit melihat pemandangan yang memanjakan mata itu.


Namun sayang, Ailin yang memang sudah sangat mengantuk, tak bisa menyaksikan tubuh seksi itu, tak bisa menikmati pemandangan itu.


Barra melihat gadisnya yang sudah terlelap, iya tersenyum dan kemudian mengambil piyama tidur yang di sediakan Ailin tadi. Tanpa rasa malu, barra membuka handuk yang melilit tubuhnya dan tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuh pria itu.


Meraih piyama dan memakainya. Jika saja Ailin tak tertidur, tentu saja wajahnya akan memerah malu melihat penampakan itu, tapi syukurlah dia tertidur, jadinya Ailin tak dapat melihat apapun.


Barra tau kekasihnya sangat kelelahan iya pun tak ingin mengganggu tidur nyenyak kekasihnya.


Barra menghampiri ranjang dan berbaring di sebelah Ailin, iya melihat wajah itu sebentar dan tersenyum tipis lalu mengecup sayang kening kekasihnya.


"selamat tidur sayang, semoga mimpi indah" gumam barra dan kembali mencium dan memeluk kekasihnya.


***


Sementara di tempat lain, seorang gadis tengah berada di sebuah bar yang cukup terkenal di kota itu. Dengan di temani sebotol wine di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang pundak seorang pria yang tengah mengajaknya menari.


Gadis itu mabuk setelah banyak minum wine, iya beberapa kali meneguk minuman di tangannya dan menari meliuk-liukkan badannya hingga beberapa inci tubuhnya di perhatikan banyak pria.


"wah, aku sangat senang malam ini, kau meninggalkan aku bertuangan dengan orang lain dengan gadis sialan itu, tapi aku di sini bersenang-senang bersama banyak pria, hahaha" suara tawa wanita itu pecah setelah berbicara ngelantur dan tidak jelas.


Seorang pria yang mendekatinya menatapnya dengan wajah yang tak bisa di artikan. Pria itu menarik tangan wanita itu tapi wanita itu menganggap pria itu adalah pria pujaan hatinya.


"barra, oh sayang kau datang, aku sangat merindukanmu, kau tega sekali meninggalkan aku dan bertunangan dengan wanita sialan itu" Lila menganggap pria yang menarik tangannya itu adalah barra.


Lila mendekatkan dirinya dan mengecup sekilas bibir pria itu dengan rakus, hingga sang pria melepaskan paksa bibir ranum itu yang sudah mulai tak bisa mengendalikan diri.


"sial, sedang mabuk saja kau masih mengharapkannya, apa istimewanya barra dari pada aku" pikir pria itu dan membawa paksa Lila dalam gendongannya dan menyewa kamar di sebuah hotel mewah.


Pria itu terus saja membawa Lila ke dalam kamar hotel dengan menaiki lift menuju ke lantai tiga, sang pria sungguh merasa muak setelah mendengar beberapa kali wanita itu menyebut nama barra membuatnya muak dan ingin sekali melempar wanita itu. Tapi dia tak ingin melakukannya.


Setelah pria itu menidurkan Lila di atas ranjang, pria itu berkacak pinggang menatap wanita **** yang hanya menutupi sebagian dari tubuhnya.


Lila hanya mengenakan gaun malam yang begitu transparan membuat darah sang pria berdesir aneh dan ada sesuatu yang ingin segera di tuntaskan. Iya tak peduli Lila dalam keadaan mabuk atau sadar karena wanita itu juga sering bermain bersamanya.


Lila terbangun dan menatap dengan sayu wajah pria itu lalu tersenyum." aku merindukanmu, aku ingin habiskan malam bersmamu" Lila menarik kerah baju pria itu dan melu**t rakus bibir pria itu.


"jangan salahkan aku jika aku tak bisa mengendalikan diriku" seru pria itu dengan tatapan Yang aneh pada Lila yang terus saja menariknya.


Kemudian pria itu membalas ciuman Lila dan membuat wanita itu melayang dengan sayap yang di kepak dengan sempurna. Malam yang dingin menjadi peluh saat kedua insan bercumbu di atas awan.


Suara demi suara haram yang di ciptakan dua insan di dalam kamar menggema di ruangan ber AC itu. Menciptakan sensasi yang berbeda dan mereka seolah tak pernah meras puas dalam suatu permainan. Hingga jam tiga dini hari, barulah sang pria menghentikan permainannya.


Tertidur dalam dunia mimpi yang indah, keduanya berpelukan dalam keadaan polos tanpa benang di tubuh mereka.


Bersambung...


Tinggalkan jejak kalian agar author lebih semangat lagi🙏

__ADS_1


__ADS_2