Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan

Gadis Muda Yang Tangguh Milik Tuan Arogan
Amarah dan penyesalan


__ADS_3

Alona dan Alina mengadu pada kedua orang tuanya membuat tuan Andres geram dan menghampiri Ailin Dan siapa akan menghukum Ailin. Namun sebelum tangan tuan Andres menarik tangan Ailin. Ailin lebih dulu menendang perut tuan Andres sedikit keras hingga tuan Andres sedikit mundur.


"kau sudah berani ya" tuan Andres terlihat sangat marah karena Ailin menendangnya.


Kedua anak buah tuan Revan terlihat waspada, sedangkan tuan Revan sendiri terlihat santai, meski dalam hatinya geram atas perlakuan ayah tiri dari ailin.


"brengsek" tuan Andres siap akan menyerang Ailin, tapi gagal karena dua anak buah tuan Revan menghadangnya dan bersiap melawannya.


Akhirnya kedua anak buah Revan menyerang tuan Andres. Anak buah tuan Revan sedikit kuwalahan melawan tuan Andres yang memang pandai bela diri itu. Tanpa menunggu lama kedua anak buah tuan Revan berhasil di kalahkan oleh tuan Andres.


Sedangkan Ailin kini memasnag wajah datarnya sambil melihat kedua anak buah tuan Revan melawan tuan Andres. Melihat kedua anak buah ayahnya yang sudah kalah, Ailin masih berdiam di tempat tak bergeming sedikitpun.


"apakah hanya ini kekuatan anak buah mu tuan Revan, ternyata mereka lemah sekali" seru tuan Andres sombong.


Tuan Revan dan Ailin hanya melihat tuan Andres yang masih tergelak sombong, tak ada yang berbicara ataupun melakukan tindakan. Tuan Andres berfikir bahwa Ailin dan tuan Revan takut dan juga tak berani melawannya.


"apa, kalian takut hah, hahahaha, aku kira keberanian kalian masih ada, ternyata sudah hilang hahaha" tuan Andres tertawa sumbang.


"sudah ?" suara Ailin mengubah atmosfer ruangan itu menjadi dingin .


Ailin berjalan perlahan menuju tuan Andres dan matanya tak sedikitpun berpaling dari pria setengah baya itu. Tatapannya yang tajam, siap akan menyerang membuat siapapun orang di sana hanya diam dan menyaksikan apa yang akan di lakukan gadis itu.


"hahahahahah,," suara tawa Ailin menggelar di sana membuat semuanya heran sekaligus terkejut mendengar tawa Ailin yang sangat terdengar mengerikan.


"apa setelah ini kalian tidak akan terkejut saat tau anak2 kalian ini memiliki bakat yang sangat besar, kalian pasti belum tau kan bakat dan ke ahlian kedua anakmu selama ini" seru Ailin.


"apa maksud kamu Ailin" nyonya Lin bertanya pada Ailin.


"hahaha,,,,tuan Andres aku tidak tau setelah aku tunjukkan sesuatu pada kalian sekarang, apakah anda masih bisa sombong"


prok orok


Ailin tepuk tangan dan semua orang menjadi heran, menganggap Ailin sudah tidak waras. Namun beberapa detik kemudian, salah seorang datang menghampiri Ailin.


"nona, kami sudah siap" seru boy, salah satu anak buah ayah Ailin yang datang.


"lakukanlah" perintah Ailin.


Dan boy segera mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya kemudian menyambungkan flashdisk ke laptopnya. Kemudian boy sengaja menyambungkan pada speaker bluetooth yang dia bawa. Tiba-tiba suara nyaring terdengar bersahutan dengan suara seksi yang keluar begitu saja dari bibir wanita yang tak lain adalah alona.


Kini tuan Andres dan nyonya Ailin serta kedua pria paruh baya tuan mole dan istrinya menyaksikan video apa yang di putar oleh boy. Nampak guratan kemarahan terlihat di wajah tuan Andres.


Tangannya mengepal, giginya bergemelatuk melihat adegan yang tak senonoh dari anaknya.


Begitu juga dengan tuan mole dan istrinya merasa begitu kecewa setelah melihat video yang begitu hot. Permainan antara Alona dengan seorang pria yang usianya sama seperti ayahnya, tuan Andres.

__ADS_1


Alona sangat terkejut dan syok melihat dirinya yang tengah bergulat panas di atas ranjang hotel bersama seorang pria setengah baya namun masih sangat kuat itu. Tak hanya itu, video lain juga berputar, memperlihatkan Alona bersama tiga pria sekaligus. Dan video itu berhasil membuat tuan Andres murka dan menarik tangan Alona dan menjatuhkannya di lantai.


"dasar anak kurang ajar, kamu sudah membuatku malu" tuan Andres menarik tangan Alona kasar dan


bruk


"aaaww, ayah kenapa ayah menarik tanganku" seru Alona.


"apa ini yang pernah kami ajarkan padamu hahh," teriak tuan Andres.


"aku tidak pernah mengajarkanmu melakukan ini, tapi ternyata kamu mempermalukan papa dengan kelakuanmu, papa kecewa sama kamu Alona, papa akan menghukumi" tuan Andres marah.


"ayah ini tidak benar, Ailin yang sudah memfitnahku, itu hanya editan saja pa, percaya sama Alona itu hanya editan Ailin saja pa" elak Alona membela diri.


"adehh, apa suaranya juga editan ya" seru Ailin santai membuat Alona geram dengan ucapan Ailin.


"hey ******, kamu berani ya sama aku, aku akan membunuhmu" Alona segera berdiri dan mengambil pisau dapur di atas meja dan mengarahkan pada Ailin.


Ailin melihat itu tentu tersenyum miring, dan Ailin dengan mudahnya menangkis tangan Lona dan memegangnya erat. Ailin menggunakan keahliannya untuk menghindari serangan alona. Hingga beberapa detik kemudian pisau itu sudah berpindah tempat ke tangan Ailin.


Ailin mendorong Alona hingga jatuh dan tersungkur ke lantai. Ailin mendekati dan menginjak punggung alona membuat gadis itu merasakan injakan Ailin yang menggunakan sepatu boot itu menginjak punggungnya.


"selama ini aku terlalu baik sama kalian hingga kalian terlalu Suka sekali mengusik hidupku, aku selama ini diam dan tak ingin melawan bukan karena aku takut tapi aku menanti hari ini untuk menyerang balik kalian."


Seluruh keluarga mole hanya diam menyaksikan Ailin yang mencengkram dagu Alona tanpa berniat membantu Alona. Mungkin karena mereka masih marah karena sudah melihat video Alona yang menjijikkan tadi membuat tak ada seorang pun yang menolong alona.


Dan Alona yang kesakitan akibat cengkraman Ailin, hanya bisa diam saja. Mereka melihat sisi lain dari Ailin, Ailin terlihat sangat menakutkan saat mata tajamnya seolah menghunus bak belati yang merobek inci tubuh Alona.


Alona yang menatap Ailin. seperti itu terlihat takut dan tak berani menatap mata Ailin.


"dan untuk kalian, aku sebenarnya orang yang sangat menghormati orang yang lebih tua, tapi melihat kalian yang tak memiliki rasa hormat, kalian tak pantas untuk di hormati. Dan untukmu nyonya Lin, aku tidak tau apa maslahmu membenciku, tapi jika kehadiranku sebagai anakmu menjadi sebuah kesalahan, aku juga tidak akan pernah berharap lebih darimu meski selama ini sudah menjadi ibuku, aku tak ingin memiliki ikatan apapun padamu, aku hanya punya ayah dan tak ingin punya ibu" seru Ailin membuat hati nyonya Lin terenyuh nyeri, sakit dan begitu menyesal.


"Ailin, aku bukan tak ingi-"


"sudahlah nyonya, kau itu tidak pantas menjadi ibuku, karena aku juga tak menginginkan itu, aku sudah terbiasa hidup tanpa kasih sayang seorang ibu. Jadi, aku akan menjadi anak dari seeorang ayahku sendiri" Ailin menatap ayahnya dan tersenyum.


Tuan Revan melihat guratan sedih pada anaknya itu, tuan Revan yakin, Ailin tengah menahan sakit hati dan tangisnya sekarang. Tapi Ailin begitu sangat pandai menyembunyikan perasaannya saat ini


"ayo ayah, kita pergi dari sini," Ailin menghampiri ayahnya. stelah menyentak rambut Alona hingga terjungkal. Ailin melepaskan begitu saja dan melangkah. Namun beberapa langkah Ailin berjalan, Alona bangkit dan ingin menyerang kembali Ailin. Hingga...


Bruk


brak


bugh

__ADS_1


Ailin sudah waspada dan sengaja membiarkan Alona kembali menyerang, karena Ailin tak ingin menyerang orang yang hanya diam saja tanpa perlawanan. Menurut Ailin, adu kekuatan itu lebih baik daripada adu mulut yang tak bisa memiliki hasil.


Ailin memutar tubuhnya dan menendang perut Alona, dan menghajar wanita itu dengan tenaga yang cukup besar. Amarah yang membuncah ketika mengingat ibunya yang tak menyayanginya, serta dirinya yang di perlakukan tak baik di keluarga ini sebelumnya.


"aarrahh" Alona mringis merasakan sekujur tubuhnya remuk akibat tendangan serta dorongan Ailin yang membuatnya jatuh kembali hingga wajahnya mengenai lantai.


"alonaaaaa" teriaka nyonya Lin dan menghampiri Alona memeluk gadis itu. Matanya menatap tajam Ailin yang berdiri dengan wajah yang sangat penuh amarah.


"sudah cukup Ailin, kau telah menyakiti anakku"


"Anakku?,,,,hah" Ailin tertawa miris mendengar ucapan dari ibu kandungnya.


"maaf, bukan maksudku membela-"


"maaf untuk apa nyonya Lin, kau memang benar dia itu anakmu, anakmu seorang, dia hanya milikmu saja bukan" Ailin menahan gejolak dalam dirinya. Ingin sekali dia menumpahkan kemarahan serta kesedihannya saat itu juga. Namun sayang, iya tak bisa melakukannya sekarang..


"ayo ayah, kita pulang, " seru Ailin pada ayahnya.


"iya sayang, ayo" tun Revan menatap tajam ke arah nyonya Lin.


"setelah ini, ku harap kamu tak menyesal telah membuat Ailin ku sakit hati untuk yang ke sekian kalinya" tun Revan menekan ucapannya.


Ada sedikit rasa bersalah dan penyesalan dari hati nyonya Lin melihat Ailin yang berlalu pergi. Dan sungguh hatinya sekarang juga takut kehilangan Ailin. Namun secepat mungkin iya tepis, dia hanya memiliki dua anak gadis yakni Alona dan Alina begitulah pikirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC😘

__ADS_1


__ADS_2