
"Bo-bohong? Ma-masa sih wanita j*lang ini seorang istri dari CEO ternama?" ucap Tama dengan wajah gugupnya.
"Apa kau mengenal nama yang baru saja saya ucapkan?" tanya Geon kembali menangkap signal aneh dalam wajah pemuda yang selalu mengganggu istrinya ini.
Tama menggeleng cepat. Dia tak lagi bergeming. Ia memilih untuk bergerak menjauh seperti yang dilakukan oleh Lenanda tadi.
"Kenapa kau diam?" tanya Andah, kali ini suaranya terdengar sangat lantang.
Andah mulai memasang harga pada dirinya sendiri. Dia mengakui, bahwa memang cukup mur*han karena menjual apa yang ada pada dirinya demi sesuap nasi. Namun, ia beruntung. Mahkota terindahnya hanya diberikan pada suaminya. Pria yang menyebut namanya dalam sebuah ikatan suci. Ternyata, pria itu adalah seorang kaya raya yang tak pernah ia duga sebelumnya.
"Enaknya dia diapain, Sayang?" tanya Geon sinis.
Andah mengedikkan bahunya. "Aku juga tidak tahu, tapi yang penting terima kasih karena kamu sudah kembali." Andah merangkul Geon tepat di hadapan Tama.
"Biar kan aja dia. Temenin aku sebentar buat bimbingan dengan Profesor Yosa dulu yah?"
__ADS_1
Geon menganggukan kepala. Lalu, mereka menuju lokasi fakultas teknik, tempat istrinya mengenyam pendidikan. Setelah sampai, Andah disambut oleh tatapan panjang beberapa orang yang tak percaya melihat siapa yang bergandengan tangan dengan Andah.
Seorang pria tampan, dengan setelah jas, dan performa yang terasa tidak tergapai, kini berada di samping seorang Andah, yang begitu rendah dan tidak sebanding. Seorang penjaja liukan tubuh, yang mereka ketahui hamil tanpa suami, kini membuat mereka semua tercengang. Semua saling sikut disambung dengan bisikan.
Semenjak perjalanan tadi, Andah sudah menyiapkan diri dengan reaksi ini. Reaksi yang membuat napasnya sesak, seakan jantungnya tak mampu lagi berdetak karena lelah dengan ritme yang melebihi kecepatan rata-rata. Andah memejamkan mata sejenak dan menghirupnya dengan perlahan, lalu menghembiuskannya lewat mulut.
Geon memperhatikan reaksi Andah dengan seksama. Genggaman tangannya semakin erat dan mengusap kepalanya dengan penuh kasih. Karena, tanpa Andah mengatakan satu patah kata pun, ia telah memahami apa yang dirasakan istrinya. Apalagi, ia teringat akan obrolan bersama Lenanda dulu, tentang mahasiswa hamil tanpa suami, yang tak lain adalah istrinya sendiri.
"Kamu bisa, Sayang. Di sini ada aku yang akan menjadi teman, sahabat, dan orang yang akan selalu setia menunggumu."
Geon memberikan kode agar Andah masuk ke dalam ruang dosen pembimbingnya itu. Tak lama, dua mahasiswi yang penasaran, datang mendekati Geon. Mereka mengerutkan kening dan melirik pada pria dengan setelan rapi tersebut.
"Lho? Bukannya kamu kakak sepupu Andah?" tanya salah satu dari gadis itu.
"Eh, iya. Yang waktu itu kan? Yang ganteng tapi ngilang-ngilang gara-gara digangguin Bella?"
__ADS_1
Geon teringat pada masa pertama kali mengikuti Andah sampai ke fakultas ini. Jelas dalam ingatannya ketika kedua gadis itu menggodanya yang kebingungan saat berada di sana.
"Kalau nggak salah Andah bilang namanya Ojan? Waaah, kok udah keren banget? Kenapa Andah bisa punya kakak sepupu sekeren ini, tetapi dianya malah jual diri?"
Geon mengernyit mendengar kata-kata tajam seperti itu. "Jangan berkata seperti itu! Saya tak rela kalau kamu mengh1na istri saya!"
Kedua gadis itu saling bertatapan dan beralih menatap Ojan alias Geon versi berbeda. "Emang, kamu mau sama dia?"
...****************...
Ayo mampir pada karya teman Author yang keren abis ya kak.
Napen: Warnyi
Judul: Terjerat Pesona Istri Tetangga
__ADS_1