Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Ketiduran


__ADS_3

Layla bangun pagi sekali, ia membasuh mukanya setelah itu ia bergegas kedapur untuk memasak dan membersihkan rumah, karena keluarga bibinya belum jadi ia lebih memilih untuk membersihkan rumah dulu.


Layla membersihkan setiap sudut rumah dengan sigap dan gesit lalu mencuci semua pakaian kotor yang ada di keranjang setelah itu menjemurnya.


Selesai menjemur ia kembali kedapur lalu menyiapkan bahan-bahan untuk membuat masakan, bau harum dari masakan Layla sampai ke tetangga sebelah, tak butuh lama akhirnya selesai juga memasak.


Layla hanya makan sedikit karena jam sudah menunjukkan pukul enam lewat lima belas menit, saat melewati ruang tengah, ‘’mau kemana kamu?’’ Tanya Balmon sang paman.


‘’Mau berangkat sekolah paman’’ Jawab Layla.


‘’Kamu jangan pergi dulu sebelum kerjaan kamu beres’’ Ucap bibi Murni.


‘’Tapi kerjaan saya sudah beres semua bi’’ Jawab Layla dengan muka yang cemberut.


‘’Kata siapa sudah beres, ini meja siapa yang mau beresin hah!’’ Ucap sang bibi dengan mata sinisnya.


Mau tidak mau akhirnya Layla harus tetap dirumah walaupun dengan perasaan yang gelisah lalu ia membereskan meja makan tersebut.

__ADS_1


‘’Akhirnya beres juga’’ Gumamnya lirih.


Layla berjalan menuju keruang tamu namun Marsa menghadangnya sambil membawa beberapa pakaian.


‘’Kamu setrika baju gue dulu’’ Kata Marsa sambil melempar bajunya kearah Layla.


‘’Inget! Jangan sampai bolong lagi kaya kemarin. Harus rapih dan harus beres sekarang juga karena mau aku pake’’ Sambung Marsa lagi.


Layla menghela nafas panjang kemudian membawa pakaian itu kebelakang untuk di setrika. Dengan cepat akhirnya semua selesai namun sang bibi datang dengan membawa tumpukan baju.


‘’Bisa nanti sore aja kan bi? Layla sudah telat untuk berangkat ke sekolah’’ Tolak Layla secara halus.


‘’Kamu mau ngebantah aku? sudah berani melawan yah’’ Kata bibi murni dengan sorotan mata yang tajam.


Bibi murni meletakkan baju ke meja dan mengambil setrika yang masih panas itu lalu diserahkan kepada Layla, sang bibi tidak sabar melihat gerakan Layla yang menurutnya sedikit lambat lalu menarik tangannya Layla ke setrikaan itu.


Naasnya bukan gagang setrika yang di pegang oleh bibi murni namun bagian bawah yang masih panas, ‘’auwh panas’’ Bibi murni meringis kepanasan.

__ADS_1


‘’Cepat kerjakan! Jangan pergi sebelum semuanya beres, paham!’’ Ucap bibi murni membentak Layla kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Layla terpaksa mengerjakan tugas dari bibinya itu dengan menahan air yang akan keluar dari matanya, perlahan air mata pun jatuh ke pipinya, sebenarnya ia ingin lepas dari keluarga bibinya tapi ia belum punya bekal yang cukup untuk sekedar menyewa rumah.


Karena sudah telat untuk berangkat ke sekolah akhirnya Layla tidak masuk, untung saja ia sudah selesai ujian jadi tidak banyak pelajaran di sekolahan.


Sedangkan dirumahnya Natan, ia baru saja mandi dan berpakaian rapi, Natan menuju ke meja makan disana sudah ada mamah Lesley dan ayah Badang yang sudah menunggunya dari tadi.


Mama Lesley mengambilkan makanan untuk anaknya, ‘’Nat, ayo dong kamu cepat cari pacar, mau sampai kapan kamu ngejomblo terus’’ Kata mamah Lesley sambil menyodorkan makanan.


‘’Nanti mah, kapan-kapan’’ Jawab Natan dengan cueknya.


‘’Iya, kapan-kapannya kapan? Mamah sudah kepengin nimang cucu nih, ya kan pah?’’ Ucap mamah Lesley lagi sambil menoleh kepada suaminya.


‘’Iya Nat, carilah pacar tapi jangan seperti yang dulu, jangan yang matre hanya bisa porotin harta kamu saja’’ Sambung sang papah.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2