
Natan merasa bersalah karena memeluk Layla dengan sangat erat, gadis itu lalu mengatur nafasnya.
‘’Kakak ganteng cariin kita?’’ Tanya anak kecil itu sambil mendongak keatas.
‘’Iya, kakak cariin kalian sampai kakak bingung mau cari dimana lagi’’ Balas Natan.
‘’Tapi kenapa kalian terbebas dari mereka?’’ Tanya Natan sambil menatap Layla.
‘’Maksud kamu? jangan-jangan kamu tau kalau aku dan Nana habis di culik?’’ Layala balik bertanya.
‘’Tadi di taman aku bertanya kepada satpam mengenai cctv, lalu kami melihat rekaman itu.’’ Jawab Natan.
Layla menceritakan semuanya kepada Natan, mulai dari di bius sampai kejar-kejaran mobil dan perkelahian diantara kedua kelompok itu.
‘’Jadi ada yang menolong kalian?’’ Tanya Natan penasaran.
‘’Iya Nat’’ Jawab Layla.
‘’Apa kamu kenal mereka?’’ Natan bertanya kembali.
‘’Tidak’’ ucap Layla sambil menggelengkan kepalanya.
‘’Tapi orang itu ada tato naga di lengannya’’ Kata Layla lagi.
‘’Tato naga? Siapa mereka?’’ Gumam Natan dalam hatinya.
__ADS_1
‘’Yang penting sekarang kalian selamat dan baik-baik saja’’ Balas Natan.
Layla merasa lebih akrab dari biasanya, lelaki yang dulu dingin sekarang sudah berubah lebih baik, wanita itu terus menatap wajah tampan Natan, ia merasa lebih nyaman berada di dekatnya.
‘’Kakak sakit?’’ Tanya Nana sambil menepuk Layla dan berhasil membuyarkan lamunan wanita itu.
‘’Kakak tidak sakit, emang kenapa?’’ Balas Layla.
‘’Soalnya dari tadi kakak di panggil cuma bengong saja’’ celetuk Nana.
Natan hanya tersenyum sendiri karena melihat tingkah Layla yang menatap dirinya sambil melamun.
Layla menatap Natan yang sedang tersenyum sendiri, ‘’gak usah mikir yang aneh-aneh’’ Kata Layla sedikit sewot dan cemberut.
‘’Aneh-aneh? Maksud kamu apa?’’ Tanya Natan yang bingung.
‘’Kakak, Nana lapar’’ Ucap anak kecil itu membuat mereka menoleh.
‘’Ya sudah, ayo kita cari makan’’ Jawab Layla sambil menggandeng Nana dan meninggalkan Natan.
Natan berjalan mengikuti mereka yang sedang menuju ke warung sembako di dekat rumah kos itu, Layla membeli roti dan kue untuk Nana, setelah itu mereka kembali ke rumah kos.
‘’Di habisin ya roti sama kuenya’’ Kata Layla kepada Nana dan sesekali curi pandang kepada Natan.
‘’Kalau mau memandang aku pandanglah, jangan curi-curi kayak gitu’’ Ucap Natan sambil melirik.
__ADS_1
‘’Ih..siapa yang curi-curi pandang’’ Balas Layla mengelak.
‘’Lah itu tadi, apa namanya kalau bukan curi pandang’’ Sahut Natan lagi sambil tersenyum.
‘’Natan! Kamu nyebelin banget sih, gak usah GR’’ Kata Layla sambil cemberut.
‘’Lama-lama kamu jatuh cinta sama aku loh’’ Sahut Natan menggoda.
‘’Gak usah ke pedean deh kamu’’ Balas Layla lagi.
Setelah cukup lama berada di rumah kos itu, Natan mengajak kembali Nana ke rumah neneknya, Layla memandangi kepergian mereka sambil melambaikan tangan.
‘’Kenapa setelah dia pergi, hatiku terasa sepi dan hampa’’ Gumam Layla dalam hatinya.
Layla merasa kesepian karena Natan dan Nana sudah pulang, wanita itu masuk kembali kedalam rumah dan mengunci pintu lalu masuk kedalam kamarnya.
‘’Terkadang dia nyebelin tapi ngangenin juga, arghh...ada apa denganku?’’ Ucap Layla lirih sambil tiduran diatas ranjang.
Sedangkan Natan baru sampai di rumah neneknya, ‘’hai sayang, kemana saja kamu hari ini?’’ ucap sang nenek sambil mengelus rambutnya Nana.
‘’Hari ini aku main sama kakak cantik nek’’ Jawab Nana sambil melenggak-lenggokkan badannya.
‘’Mana kakak cantiknya? Kenapa gak diajak kesini?’’ Balas sang nenek lalu melirik kepada Natan.
‘’Dia besok kerja nek, jadi gak bisa ikut kesini’’ ucap Natan yang tau kalau neneknya memberi kode kepadanya.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*