Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Ulah Rani


__ADS_3

Natan dan Layla masih berpelukan di ruangan khusus dimana ruangan itu hanya boleh dimasuki oleh Natan dan keluarganya saja.


‘’Sekarang kamu ikut aku’’ Kata Natan lalu menggandeng tangannya Layla keluar dari ruangan tersebut.


‘’Kita mau kemana Nat?’’ Tanya Layla penasaran.


‘’Kerumah nenek’’ Jawab Natan singkat.


‘’Tapi kita masih bekerja Nat, aku gak mau kalau kita sampai di pecat’’ Ucap Layla.


‘’Kamu tenang aja gak ada yang bisa memecat kita’’ Balas Natan sambil menoleh.


Mereka masuk kedalam lift menuju ke lantai bawah, Layla masih bingung dengan sikapnya Natan yang suka seenaknya saja keluar masuk di perusahaan itu.


‘’Hei! Kalian mau kemana?!’’ Ucap kak Rani yang sudah di lantai bawah.


‘’Aku mau pulang’’ Jawab Natan cuek.


‘’Cepat kembali bekerja! Emangnya ini perusahaan nenek lo apa?’’ Bentak kak Rani sambil berkacak pinggang.


‘’Kalau iya kamu mau apa?’’ Natan berkata sambil menghentikan langkahnya dan menoleh.


‘’Cuih, orang kere seperti kamu mana mungkin punya perusahaan. Ayo kembali bekerja!’’ Balas Rani tersenyum sinis dan menghina.


‘’Sudahlah Nat, kita yang salah. Lebih baik kita kembali bekerja’’ Kata Layla mencegah suasana yang semakin panas.

__ADS_1


Natan menoleh kepada Layla lalu menelfon Martis dan menyuruhnya untuk mengurusi Rani. Natan kembali mengajak Layla keluar namun kak Rani mencegah lagi.


‘’Kalau kalian melangkah lagi, akan aku pecat kalian berdua, paham!’’ kata Rani menghadang mereka.


‘’Bukan aku yang di pecat, tapi kamu’’ Balas Natan sambil melotot.


Kepala HRD pun datang menghampiri mereka semua.


‘’Kebetulan Bapak kesini, Mereka mau keluar di jam pekerjaan apa yang harus aku lakukan pak?’’ keluh Rani kepada kepala HRD itu.


‘’Biarkan mereka pergi’’ Jawab kepala HRD.


‘’Tapi pak, mereka..’’ ucap Rani.


‘’Jika kamu masih ingin bekerja biarkan mereka pergi dan kamu kembali bekerja’’ Kata kepala HRD itu sambil memandangi Natan dan Layla.


‘’Pak, mereka..’’ ucap Rani lagi.


‘’Diam kamu, kembali bekerja!’’ Bentak kepala HRD itu sambil berjalan.


(Kenapa mereka dibiarkan pergi) Gerutu Rani dalam hatinya.


Natan dan Layla sampai ke tempat parkir, ‘’ayo masuk’’ kata Natan membukakan pintu mobil.


‘’Bukannya ini mobilnya pak Martis dan kamu juga tidak bisa mengemudi’’ Balas Layla bingung.

__ADS_1


‘’Sudah jangan banyak mikir, ayo buruan masuk’’ Kata Natan dan sedikit mendorong Layla supaya masuk kedalam mobil.


Setelah Layla duduk lalu Natan masuk dan mulai menjalankan mobil itu menuju ke pintu gerbang.


‘’Tin tin’’


Pak satpam yang bertugas segera membuka pintu gerbang dan memberi hormat kepada Natan. Layla yang melihatnya bertambah heran dan bingung.


‘’Loh Nat, kenapa pak satpam itu hormat kepadamu?’’ Tanya Layla karena penasaran.


‘’Aku kan polisi, hehehe..’’ Jawab Natan sambil cengengesan.


‘’Ih kamu, aku tanya serius malah kamu bercanda’’ Ucap Layla sambil menepuk pundak lelaki itu.


‘’Sudahlah nanti aku jelaskan’’ Kata Natan sambil tersenyum.


‘’Kamu itu aneh membuat aku bingung saja’’ Sahut Layla.


‘’Kamu ingat gak ketika malam hari duduk di lantai pos satpam sambil menunggu angkot lewat?’’ Tanya Natan.


‘’Masih inget lah, kamu datang bersama pak Martis pakai mobil ini kan’’ Jawab Layla sambil menoleh.


‘’Kamu itu lucu, masa malam-malam ada angkot lewat kesini’’ Ucap Natan sambil tersenyum.


‘’Aku kan gak tau Nat’’ Balas Layla sambil cemberut.

__ADS_1


Mobil mereka melesat jauh sampai tak terasa kalau mereka sudah deket dengan kawasan rumah elit.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2