Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Ikut bersama natan


__ADS_3

Anak itu masih terdiam dengan raut wajah yang sangat sedih, perlahan keluarlah air mata dari anak itu.


‘’Nana kenapa? Kok nangis?’’ Layla bertanya lagi.


‘’Nana di..di bawa..om ja..hat pel..gi..hiks..hiks’’ Jawab anak itu sambil menangis.


‘’Hah, jangan-jangan dia korban penculikan’’ Ucap Layla dalam hatinya.


‘’Kenapa Nana bisa sampai di bawa om itu?’’ Tanya Layla penuh selidik.


‘’Nana sedang bermain sama teman-teman di lapangan, te..terus ada om itu, ka..katanya temennya papa dan disuruh jemput Nana’’ Nana menceritakan awal mula kejadian dirinya di culik.


‘’Kamu di bawa om itu kesini?’’ Layla masih penasaran dengan anak itu.


‘’Iya, Nana di su..ruh minta-minta’’ Kata Nana menjelaskan.


‘’Tega sekali orang itu, anak sekecil ini masih belum tau apa-apa, kasihan dia’’ Ucap Layla dalam hatinya yang ikut prihatin.


‘’Nana sekarang tinggal dimana?’’ Tanya Layla lagi.


‘’Aku tinggal bersama anak-anak yang di suruh minta-minta, tapi gak di kasih makan’’ Jawab Nana jujur dan polos.


‘’Kasihan sekali mereka, jadi korban penculikan orang yang biadab’’ Gerutu Layla dalam hatinya.


‘’Hai adik kecil’’ Tiba-tiba ada suara dari belakang.

__ADS_1


Layla dan anak kecil itu menoleh, ‘’Natan, kenapa kamu ada disini?’’ Tanya Layla.


‘’Kan aku tinggal di sekitar sini, rumahku deket kok’’ Jawab Natan sambil tersenyum.


‘’Kamu gak sedang ngikutin aku kan?’’ Layla bertanya lagi.


‘’Siapa yang ngikutin kamu, rumahku memang dekat sini kok’’ Balas Natan mengelak, ‘’ini adik kamu?’’ Tanya Natan.


‘’Bukan Nat, dia sepertinya korban penculikan’’ Ucap Layla memberitahu.


‘’Apa? Dia korban penculikan?’’ Tanya Natan kaget.


‘’Sepertinya gitu Nat’’ Sahut Layla.


‘’Terus dia sekarang tinggal dimana?’’ Natan bertanya, ia juga ikut prihatin.


‘’Ya sudah biar dia ikut bersamaku buat nemenin nenek’’ Usul Natan.


‘’Adek ikut sama kakak ya’’ Ajak Natan kepada anak kecil itu.


Nana menoleh kearah Layla ingin minta persetujuan dari gadis itu.


‘’Kamu ikut sama kak Natan ya, dia orang baik kok, nanti kakak akan sering jenguk kamu’’ Ucap layla sambil memegang kedua pundak anak kecil itu.


Nana hanya menganggukkan kepalanya, ‘’nenekku pasti sangat suka kepadamu’’ Ucap Natan kepada anak itu sambil tersenyum.

__ADS_1


‘’Makasih ya Nat, kamu mau menampung anak ini’’ Ucap Layla yang langsung memeluk Natan. Layla sangat bersyukur karena ada orang yang mau menampung anak kecil tersebut.


‘’Kenapa jantungku jadi berdebar kencang? Ada apa ini?’’ Ucap Natan dalam hatinya.


‘’Maaf, aku reflek karena aku sangat kasihan kepada anak ini’’ Layla berkata sambil melepaskan pelukannya lalu menundukkan kepala.


Akhirnya anak kecil itu di bawa oleh Natan ke rumah neneknya, setelah sampai dirumah sang nenek, anak itu diajak masuk kedalam.


‘’Loh, kenapa Natan membawa anak kecil kesini, tunggu! Sepertinya anak itu mirip dengan seseorang?’’ Gumam nenek dalam hati yang melihat Natan masuk bersama anak kecil.


‘’Ayo kenalan dulu sama nenek’’ Perintah Natan kepada anak kecil itu.


‘’Halo nek, aku Nana’’ Ucap anak itu menyapa sang nenek sambil mencium tangan yang sudah keriput itu.


‘’Hai juga sayang, nama nenek Vexana’’ Balas sang nenek sambil mengelus rambut anak itu.


‘’Sum, cepat kesini!’’ Kata nenek kepada pembantunya.


‘’Ya nyonya’’ Jawab pembantu itu.


‘’Kamu ajak Nana mandi dulu dan berikan pakaian yang baru’’ Ucap sang nenek.


‘’Baik Nyonya’’ Balas bibi Sum.


‘’Siapa anak ini, kenapa bersama dengan tuan muda’’ Gumam pembantu itu dalam hati sambil menggandeng anak kecil itu ke belakang.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2