Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Lembur


__ADS_3

Dering telefon di ruangan pantry berbunyi, Layla segera mengangkat telefon tersebut.


‘’Hallo’’ Ucap Layla.


‘’Hallo, tolong buatkan kopi dua yang satu jangan kemanisan dan satunya seperti biasa lalu antar ke ruangan CEO’’ Suara dari seberang telefon.


‘’Baik pak’’ Jawab layla.


‘’Apa pak CEO kedatangan tamu? Masa bodolah yang penting pekerjaanku cepat selesai’’ Gumam Layla dalam hatinya sambil berjalan ke dapur yang berseberangan dengan ruang pantry.


‘’Mana Natan, katanya lembur bareng dia’’ Gerutu Layla sambil mengaduk kopi tersebut.


‘’Sudahlah, aku mau antar kopi ini dulu’’ Ucap Layla sambil membawa kopi itu dan berjalan keruangan CEO.


‘’Tok tok tok’’


‘’Masuk’’ Suara dari dalam.


Layla pun masuk sambil membawa kopi, ‘’mau anterin kopi pak’’ kata Layla.


‘’Taruh saja diatas meja’’ Jawab Martis.


Layla pun menaruh kopi itu diatas meja sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa tamunya CEO.


‘’Ngapain lihat-lihat?’’ Ucap Natan.

__ADS_1


‘’Loh kamu disini, harusnya kamu itu lembur bersama saya, kenapa malah enak-enakan disini’’ Balas Layla cuek bebek.


‘’Oh jadi maunya aku bareng sama kamu dibawah’’ Balas Natan sambil mendekati Layla.


‘’Gak, siapa juga yang mau bareng sama kamu, jangan kepedean kamu’’ Jawab Layla yang melihat Natan sudah berdiri di hadapannya.


Hembusan nafas dari Natan mengenai rambutnya Layla membuat muka wanita itu jadi merah, ‘’Ganteng juga dia’’ Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Terus maunya kamu itu apa?’’ Tanya Natan yang membuat Layla sadar dari lamunannya.


‘’Sudah-sudah kalian kenapa sih kalau ketemu berantem terus, saya yang menyuruh Natan kesini untuk bantu-bantu beresin dokumen dan kamu setelah ini boleh pulang gak usah nungguin saya’’ Kata Martis melerai mereka berdua.


‘’Tapi pak, tugas saya harus..’’ Ucap Layla yang langsung dipotong oleh Martis.


‘’Gak papa, ini perintah dari saya kamu boleh pulang lebih awal’’ kata Martis.


Layla berjalan keluar dari ruangan itu dan turun kebawah menggunakan lift, setelah sampai ia bersiap-siap untuk pulang.


‘’Waduh, kok aku sampai lupa ngecas ponsel sih, baterai habis lagi, kalau gini bagaimana aku bisa pesen ojek online coba’’ Gerutunya Layla.


Layla berjalan keluar dari kantor itu menuju ke halaman, ‘’hah, gerimis’’ Layla berteduh di dekat pos satpam.


Setengah jam kemudian hujan mulai turun tiba-tiba ada suara klakson mobil.


‘’Tin tin’’ Layla menoleh dan melihat siapa orang yang ada di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


‘’Layla, kenapa kamu belum pulang?’’ Tanya martis dari dalam mobil.


‘’Ini pak, saya lupa cas ponsel jadi baterainya habis dan saya gak bisa pesen ojek online, pas gerimis saya berteduh disini sambil menunggu barang kali ada angkot lewat’’ Jawab Layla.


‘’Dasar gadis lol, mana ada angkot lewat kesini’’ Celetuk Natan yang duduk dikursi belakang.


‘’Ayo naik biar saya anterin kamu pulang’’ Ucap Martis.


‘’Apa gak ngrepotin pak?’’ Tanya Layla sopan.


‘’Gak, kamu masuk saja’’ Jawab martis menyuruh Layla untuk masuk kedalam mobil.


Dari pada kemaleman di sana akhirnya Layla bergegas membuka pintu dan duduk di kursi belakang.


‘’Loh, kamu juga ikut’’ kata Layla kepada Natan yang berada di sampingnya.


‘’Kebetulan rumah Natan berada di samping rumah saya’’ Kata Martis.


‘’Harusnya bapak duduk di belakang biar gak dikira sopir’’ Ucap Layla sambil melirik kepada Natan.


‘’Gak papa lagian dia gak bisa bawa mobil’’ Jawab Martis menutupi identitas bosnya itu.


‘’Dimana rumah kamu?’’ Tanya Martis lagi.


‘’Di jalan Gajah mada nomer lima pak, saya kos disana bersama teman’’ Jawab Layla jujur.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2