Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Kelicikan wanita


__ADS_3

Natan memandangi wajah Layla dengan jarak yang sangat dekat, hembusan nafasnya pun menerpa wajah Layla.


‘’Waduh, gimana nih’’ Guman Layla dalam hati, ia salah tingkah karena wajah Natan sangat dekat dengan wajahnya.


Layla perlahan memejamkan matanya, raut wajahnya sudah sangat merah merona, detak jantung pun seperti habis lari maraton, ‘’dag dig dug ser’’.


Natan langsung mengambil bekal yang masih ada di tangannya Layla dan langsung pergi, Layla sontak kaget lalu membuka matanya.


‘’Bodoh banget sih aku, kenapa aku malah mengharapkan ciuman darinya? Busyet deh..’’ Ucap Layla lirih, ia malu pada dirinya sendiri.


‘’Tapi kenapa kalau dekat dengan dia ada perasaan aneh ya? Apa aku jatuh cinta sama dia, masa sih?’’ Gumam Layla pada dirinya sendiri.


Layla kembali berjalan ke pantry, ‘’La, tolong kamu antar kopi ini ke ruangan CEO ya, soalnya perutku mules banget’’ Kata Aisah sambil memegang perutnya.


‘’Iya kak’’ Jawab Layla dan segera membawa kopi itu ke ruangan CEO.


Tok tok tok


‘’Masuk’’ Suara Martis dari dalam.


Layla membuka pintu dan masuk, ‘’ini pak kopinya’’ ucap Layla, ia melihat pak Martis sedang makan bersama Vany, mereka saling suap-suapan.


‘’Taruh di meja’’ Kata Martis tanpa menoleh.

__ADS_1


‘’Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu’’ layla meletakkan kopi itu diatas meja lalu hendak berjalan keluar.


‘’Tunggu! Kamu bersihkan kamar pak Martis di sebelah sana. Soalnya habis di pakai dan masih berantakan’’ Kata Vany dengan logat sombongnya.


‘’Gak perlu nyuruh dia Van, nanti aku bersihkan sendiri’’ Sahut Martis.


‘’Gak papa mas, lagian mereka di gaji buat pekerjaannya’’ Balas Vany.


‘’Kenapa masih bengong, cepat bersihkan!’’ Bentak Vany kepada Layla.


‘’Baik, Bu’’ Jawab Layla dan segera membereskan kamar yang sangat berantakan seperti kapal pecah saja.


‘’Gak nyangka kalau mereka sudah melakukan hubungan badan disini’’ Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Lancang! Kenapa kamu bawa dia ke kamar pribadiku?!’’ Bentak Natan kepada Martis.


‘’Maaf, kejadian itu tidak sengaja. Dia menumpahkan kopi panas ke pakaianku, tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke kamar itu, aku lupa kalau Vany masih disini’’ Jawab Martis menjelaskan sambil sedikit gemetar.


‘’Untung aku tidak menyimpan barang berharga, hanya ada pakaian dan berkas perusahaan, lain kali harus berhati-hati, sepertinya dia punya misi disini’’ Ucap Natan memperingatkan Martis.


‘’Benar, aku juga mersakan hal itu’’ Sahut Martis.


‘’Pindahkan berkas-berkas yang asli dan taruh berkas yang palsu di situ’’ Perintah Natan.

__ADS_1


‘’Baik, sepertinya ada orang dalam yang bersekongkol dengan dia’’ Jawab Martis.


‘’Dasar perempuan licik. Aku tau jalan pikiranmu? Aldos, kamu salah kirim perempuan itu di perusahaanku’’ Ucap Natan dalam hatinya sambil mengepalkan tangan.


Di lantai bawah Natali dan Layla sedang mengobrol sambil menunggu jam pulang.


‘’Bekal lo kemana? Aku gak lihat kamu makan’’ Tanya Natali.


‘’Sudah aku makan lah’’ Jawab Layla.


‘’Gak usah bohong, emang gue gak tahu lo berikan bekal itu ke siapa’’ Balas Natali.


‘’Hmm, itu cuma buat tanda terima kasih aja kok’’ Sahut Layla gugup.


‘’Tanda terimakasih? Emang Natan sudah bantu lo apa?’’ Tanya Natali penuh selidik.


‘’Sebenarnya kemarin aku di hadang preman, untung saja Natan datang menolongku, jadi aku bikin bekal itu untuk tanda terimakasih.’’ Layla menjelaskan kepada temannya yang selalu usil.


‘’Eh, ngomong-ngomong Natan itu lebih ganteng dari pada pak Martis loh’’ Ucap Natali.


‘’Benar juga sih, aku juga merasa nyaman kalau bersama dia’’ Gumam Layla dalam hatinya.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2