Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Wanita rese


__ADS_3

Layla yang sedang melamun sambil memperhatikan pak Martis dan pacarnya di kagetkan oleh Natali.


‘’Ngagetin aja sih kamu’’ Ucap Layla.


‘’Lagian kamu bengong gitu, hayo mikirin siapa?’’ Ledek Natali sambil cengengesan.


‘’Gak, gak mikirin siapa-siapa kok’’ Balas Layla dengan memanyunkan bibirnya.


‘’Emm..beneran gak mikirin siapa-siapa’’ Ledek Natali lagi.


‘’Apaan sih kamu’’ Layla menabok lengan sahabatnya itu.


‘’Loh kenapa muka kamu merah gitu’’ Ucap Natali.


‘’Hah, mana ada’’ Sahut Layla sambil melihat mukanya di layar ponsel.


‘’Hahahaha..lagian gue bercanda kali, jangan marah’’ Natali tertawa meledek sahabatnya itu.


‘’Awas yah kamu’’ Balas Layla dan hendak mencubit Natali.


‘’Eits gak kena, hahaha’’ Ucap Natali sambil tertawa.


Keesokan harinya Layla dan Natali berangkat ke kantor sesampainya di pantry mereka melihat kak Rani.


‘’Natan, kamu antar kopi ke ruangan CEO’’ Perintah kak Rani.


‘’Hmm’’ Hanya itu jawaban dari Natan.

__ADS_1


‘’OB aja belagu’’ Kata kak Rani.


‘’Oh ya, kamu Layla bersihkan ruangan di samping ruangan CEO. Katanya akan ada sekertaris baru yang akan menempatinya.’’ Rani menyuruh Layla.


‘’Baik kak’’ Jawab Layla.


Natan berjalan dan diikuti oleh Layla sambil membawa alat kebersihan. Setelah sampai Natan masuk sambil membawa kopi dan Layla membersihkan ruangan yang di sebelahnya.


‘’Seperti yang lo perintahkan, gue udah tarik dia untuk menjadi sekertaris disini’’ Kata Martis kepada Natan.


‘’Bagus, dengan begitu kelicikannya sendiri yang akan menjebaknya kedalam permainan kita’’ Jawab Natan dengan senyuman sinisnya.


‘’Tapi tunggu. Kemarin kamu tanya tentang Layla, apa kamu sudah mulai menyukainya?’’ Martis bertanya penuh selidik.


‘’Kamu pikir aku semudah itu untuk menyukai perempuan’’ Jawab Natan sambil menoleh.


‘’Kamu ngatain aku tidak normal hah’’ Natan melirik tajam kearah Martis.


‘’Eh, oh enggak, maksudku gini, kamu itu paling susah untuk menyukai perempuan meskipun dia cantik’’ Ucap Martis gelagapan.


‘’Itu sama saja kamu mengatakan aku tidak normal’’ Kata Natan yang masih menatap tajam.


‘’Untung lo Bos, coba saja kalau aku beneran yang jadi CEO disini pasti sudah gue lempar keluar’’ Gerutu Martis dalam hatinya.


‘’Gak usah ngumpat, gue tahu apa yang lo pikirkan’’ Kata Natan.


‘’Gak, siapa juga yang ngumpat lo’’ Jawab Martis.

__ADS_1


‘’Hmm’’ Natan hanya bersuara seperti itu.


Sedangkan Layla masih membersihkan ruangan sebelah, ia melihat seorang wanita yang sedang berjalan.


‘’Itukan perempuan yang kemarin bersama pak Martis’’ Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Tunggu sebentar ya Bu, pak Martis sedang ada tamu. Ibu disuruh tunggu sebentar di sebelah sana’’ Ucap Layla sambil menunjuk ke sofa di ruang tunggu.


‘’Aduh, gue gak level duduk di tempat umum kayak gitu. Kasih tahu aja dimana ruangannya pak Martis berada’’ Kata perempuan tersebut.


‘’Maaf Bu, Pak Martis tidak mengijinkan siapapun masuk tanpa mendapat ijin dari beliau’’ Ucap Layla.


Perempuan itu pun akhirnya berjalan dan duduk di sofa yang ada diruangan tunggu.


‘’Eh lo bikinin saya jus jeruk tapi gulanya sedikit saja’’ Ucap perempuan itu.


‘’Saya Bu’’ Kata Layla sambil menunjuk dirinya sendiri.


‘’Ya iya lah, disini kan yang OG Cuma kamu’’ Jawab perempuan itu.


‘’Baik Bu saya akan bikinin jusnya’’ Balas Layla.


Layla berjalan sambil menggerutu, ‘’Sombong amat jadi orang mentang-mentang cantik dan kaya’’ Gerutu Layla dalam hatinya.


‘’Sabar La, sabar kamu harus kuat’’ Gumam Layla lirih dan terus melangkahkan kakinya menuju ke dapur lalu membuatkan jus untuk perempuan tersebut.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2