Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Ketahuan


__ADS_3

Esok hari yang cerah, setelah Layla membereskan rumah ia berangkat ke sekolah, Layla di kagetkan oleh Bruno yang datang dari balik tembok pagar.


‘’Hei!!, ayo biar aku antar ke sekolah’’ Kata Bruno yang datang tiba-tiba.


‘’Eh..eh...Kamu membuatku kaget saja mas’’ Ucap Layla sambil menoleh.


‘’Ayo aku antar’’ Kata Bruno lagi lalu menggandeng tangannya Layla menuju ke sepeda motornya.


Mereka akhirnya meninggalkan tempat tersebut menuju ke sekolahan. Setelah mengantar Layla ke sekolahan Bruno mendapat telefon dari Marsa dan menyuruhnya datang kerumah.


Selang beberapa menit akhirnya Bruno sampai dirumahnya bibi Murni dan di sambut oleh Marsa.


‘’Ayo masuk’’ Kata Marsa menyuruh Bruno untuk masuk.


Mereka masuk lalu duduk di ruang tamu, ‘’tunggu, aku mau ambil minuman buat kita’’ Kata Marsa lalu ia berjalan ke dapur untuk mengambil minuman dan kembali menemui Bruno di ruang tamu sambil membawa minuman dan cemilan.


‘’Eh nak Bruno’’ Kata bibi Murni yang baru keluar dari kamarnya dan hendak ke pasar.

__ADS_1


‘’Tumben sudah cantik, emang mama mau kemana?’’ Tanya Marsa kepada ibunya.


‘’Mama mau ke pasar, kalian jaga rumah, anggap saja rumah sendiri nak Bruno’’ Kata bibi Murni sambil menoleh kepada Bruno.


‘’Iya bu, hati-hati di jalan’’ Jawab Bruno dengan senyuman ramahnya.


Bibi Murni pun meninggalkan mereka berdua di dalam rumah, Marsa dan Bruno melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda karena kedatangan bibi Murni tadi.


Sedangkan Layla di sekolahan sedang bersiap-siap untuk pulang, karena hari ini tidak ada pelajaran sehingga seluruh siswa dan siswi di perbolehkan pulang lebih cepat dari biasanya.


Layla kembali kerumah bibinya ia masuk dan berjalan menuju ke kamarnya dibelakang, namun pas di depan kamarnya Marsa ia mendengar suara ******* kenikmatan.


Layla menghentikan langkahnya lalu mendekati pintu kamarnya Marsa, ia coba menempelkan telinganya pada daun pintu dan menajamkan pendengarannya.


‘’Rasanya aku mengenal suara laki-laki itu, tapi siapa?’’ Gumam Layla penasaran.


Layla memejamkan matanya saat suara laki-laki itu terdengar kembali bahkan semakin keras dan jelas.

__ADS_1


‘’Kamu selalu membuatku bergairah Sa, kamu sudah membuatku candu’’ Kata Bruno yang terdengar lagi di telinganya Layla.


Layla tak sanggup membayangkannya, meskipun ia belum pernah melakukannya, tetapi Layla yakin apa yang sedang terjadi didalam kamar tersebut.


Layla menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Dengan susah payah ia mengumpulkan segenap kekuatan yang sudah runtuh dan rasa cinta yang baru tumbuh saat mendengar suara ******* yang menjijikan itu.


Layla tak lagi menunggu waktu untuk mereka menyelesaikan perbuatan yang membuat kenikmatan tersebut.


‘’Brakh!!’’ Karena pintu tidak di kunci Layla berhasil mendobraknya.


Pintu terbuka dengan keras dan kedua orang yang sedang bercinta diatas ranjang pun kelabakan, wajah kedua orang itu kaget dan pucat pasi.


Bruno meraih bantal untuk menutupi bagian intimnya yang tentu tidak memakai apa-apa dan Marsa buru-buru mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.


‘’Wah, wah, sedang ada pertunjukan gratis rupanya’’ Sindir Layla dengan suara tercekat. Sekuat tenaga Layla menahan rasa yang hancur dan marah didadanya karena ia baru saja membuka hatinya untuk Bruno, Layla berusah agar matanya bisa membendung air yang hendak keluar dari mata miliknya.


‘’La, aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan’’ Kata Bruno yang salah tingkah, dia sesekali melirik kepada Marsa yang sedang memakai pakaiannya walaupun tak terpakai semua, hanya untuk menutupi tubuhnya yang polos.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2