Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Sikap Natali


__ADS_3

Natan dan Layla akhirnya sampai di kosan, hari sudah gelap berganti malam. Layla masuk kedalam dan segera mandi dengan air hangat sedangkan Natan duduk menunggu di ruang tamu.


Selesai berpakaian rapi Layla menghampiri Natan yang sedari tadi menunggu sendirian, ‘’kamu mandi dulu sana?’’ Ucap Layla sambil duduk.


‘’Aku gak bawa baju ganti La’’ Jawab Natan sambil menoleh.


‘’Bentar aku ambil pakaianku dulu’’ Layla masuk kedalam kamar lalu memilih pakaian yang sekiranya cocok dan bisa dipakai oleh Natan.


‘’Kamu pakai ini saja kayaknya pas buat kamu’’ Layla memberikan pakaiannya kepada Natan.


‘’Baiklah’’ Sahut Natan lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Jauh dari rumah kos itu tepatnya di villa, Suntoro baru sadar dari pingsannya. ( badanku terasa sakit sekali ) ucapnya dalam hati sambil berusaha untuk duduk.


Wajah dan dadanya penuh dengan luka lembab serta goresan, ia terus berusaha untuk duduk walaupun terasa sangat sakit.


Esok harinya di ruangan pantry kak Rani menyuruh Layla untuk membawa kopi ke ruangan CEO, setelah mengetok pintu Layla langsung masuk, ‘’ini pak kopinya’’ Ucap Layla.


‘’Bawa kesini’’ Kata Martis sambil melambaikan tangan.


Layla membawa kopi itu dan memberikan kepada Martis, ‘’kalau begitu saya permisi dulu pak’’ Ucap Layla pamit.


‘’Silahkan’’ Balas Martis.


Layla berjalan menuju ke pintu dan berpapasan dengan Vani yang melirik tajam kearahnya, ‘’ngapain masih disini? Pergi sana!’’ Kata Vani. Layla segera berjalan cepat meninggalkan ruangan tersebut.


‘’Kamu dari mana La?’’ Suara Natan dari belakang.


‘’Eh, kamu Nat. Aku habis nganterin kopi untuk pak Martis’’ Jawab Layla sambil menoleh ke belakang.


‘’Buatku mana?’’ Tanya Natan.


‘’Kamu mau kopi juga?’’ Layla malah bertanya kepada lelaki tersebut.


‘’Ayo kita ke pantry, aku buat sendiri aja deh’’ Balas natan sambil mengajak Layla.


Mereka berdua jalan ke pantry dan duduk, Natan membuat kopi untuk dirinya sendiri dan Layla menatap lelaki itu sambil senyum-senyum sendiri.


Malam harinya Natali mau pergi dengan temannya, ‘’La, gue keluar dulu ya’’ pamit Natali sambil tersenyum.


Layla mengeryit heran melihat sahabatnya yang sudah rapi dan cantik, ‘’lo mau kemana?’’ tanya Layla.

__ADS_1


‘’Aku mau ketemu sama temanku’’ Jawab Natali sedikit gugup.


‘’Teman lama? Emangnya lo punya temen selain gue disini?’’ tanya Layla penasaran.


‘’Yaelah La, kenapa lo jadi cerewet sih sekarang!, emang harus aku kasih tahu kalau gue punya teman berapa’’ ucap Natali.


( Kenapa sikap Natali jadi berubah gak kayak biasanya, apa aku salah bertanya ya? ) Ucap Layla dalam hati.


‘’Gak sih, Cuma tumben kamu keluar malam’’ Balas Layla sedikit canggung dengan sikap Natali.


Natali langsung berjalan pergi tanpa peduli dengan Layla. ( apa aku udah bikin dia kesel? Apa Natli menyembunyikan sesuatu?’’ ucap Layla dalam hati melihat kepergian sahabatnya.


Sedangkan Natan sedang membeli martabak setelah itu ia kembali melajukan sepeda motornya, beberapa menit kemudian ia sampai ke tempat tujuannya.


‘’Tok tok tok’’


Pintu dibuka dari dalam, ‘’Natan’’ ucap seorang wanita yang membuka pintu.


‘’Ganggu yah?’’ tanya Natan.


‘’Enggak kok, ngapain kesini malam-malam?’’ tanya Layla.


‘’Kebetulan tadi ada urusan deket sini jadi sekalian mampir. Nih aku beli martabak buat kamu’’ kata Natan lalu menyodorkan kantong plastik yang berisi martabak tersebut.


‘’Kita duduk di depan aja ya, gak enak kalau dilihat orang kita sedang duduk berdua di dalam’’ sambung Layla lagi.


Natan dan Layla duduk di teras depan rumah kos tersebut, Layla gak enak sama tetangganya kalau duduk berdua bersama lelaki di dalam rumah.


‘’Temen kamu mana, kok sepi?’’ tanya Natan.


‘’Lagi keluar’’ balas Layla dan teringat dengan sikapnya Natali yang berubah.


‘’Ada apa? Ada masalah? Atau aku kesini ganggu kamu?’’ Tanya Natan yang melihat Layla tampak bersedih.


‘’Gak ganggu kok’’ sahut Layla.


‘’Terus kenapa murung gitu?’’ Natan bertanya lagi.


‘’Gak papa Nat, aku gak murung’’ jawab Layla sambil menoleh.


‘’Cerita dong ada apa? Kalau ada masalah jangan di pendam sendiri’’ kata Natan.

__ADS_1


Natan memegang kedua tangan Layla dan menggenggamnya, ‘’kamu mau kan cerita sama aku?’’ ucap Natan sambil menatap bola matanya Layla.


‘’Aku bingung mau ngomong gimana’’ jawab Layla.


‘’Percaya deh sama aku, sekarang coba ceritakan’’ kata Natan.


‘’Aku bingung dengan sikap Natali’’ ucap Layla.


‘’Memangnya kenapa dengan Natali?’’ tanya Natan.


‘’Beberapa hari ini sikap dia berubah, bahkan dia sering keluar malam. Ketika di tanya malah aku di bentak’’ ungkap Layla sedikit bersedih.


( Sepertinya ada yang di sembunyikan Natali dari Layla ) ucap Natan dalam hatinya.


‘’Jangan terlalu di pikirkan, mungkin Natali belum bisa cerita kepadamu, jika nanti dia sudah ingin bercerita pasti dia ngomong sama kamu kok’’ kata Natan menasehati.


Layla hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, ‘’kamu benar Nat’’ ucapnya lirih.


‘’Kamu yang tenang aku akan selalu ada buat kamu. udah malam aku pulang dulu, kamu juga istirahat yah jangan begadang.’’ Balas Natan lalu pamit.


Setelah Natan pulang, Layla kembali masuk ke dalam kamar dan mengikuti nasehat dari Natan. Jam setengah satu malam Natali baru pulang, entah apa yang dilakukannya hingga sampai larut malam.


Natali membuka pintu kamar ia melihat Layla sedang tidur, ( maafkan aku La, aku belum bisa cerita sama kamu. Aku belum siap mengatakannya, aku takut kamu menjauhiku.) ucap Natali dalam hatinya.


‘’Natali’’ tiba-tiba Layla terbangun karena mendengar Natali membuka pintu almari.


‘’Hm..’’hanya itu yang keluar dari mulutnya Natali sambil ia mengambil pakaiannya yang ada di lemari.


‘’Loh, kamu mau kemana? Kenapa baju-baju kamu dimasukin kedalam tas?’’ Layla bingung dengan sahabatnya yang baru pulang langsung memindahkan pakaiannya kedalam tas.


‘’Mulai malam ini aku pindah ke kamar kos samping. Aku tidak mau ada yang ganggu privasiku’’ balas Natali.


‘’Tapi kenapa? Selama ini kamu baik-baik saja aku tidur disini, ada apa denganmu?’’ ucap Layla.


‘’La! Gue udah bilang sama kamu, apa yang aku lakukan bukan urusanmu!’’ jawab Natali membentak.


‘’Kamu satu-satunya temenku di sini, rasanya gak adil kalau kamu tiba-tiba bersikap kayak gini ke aku. Kalau aku punya salah aku minta maaf, tapi jangan menghindar dari ku kayak gini’’ ucap Layla sambil matanya berkaca-kaca seakan bendungan di matanya sudah akan jebol.


‘’Gak perlu! Gue udah sewa kamar kos sebelah, dan kamu jangan ikutin gue!’’ setelah mengatak itu Natali langsung keluar dari kamar itu sambil menahan air yang akan keluar dari matanya.


Setelah berada di depan pintu kamar samping, Natali menoleh melihat kamar Layla.

__ADS_1


( Maafin aku La, aku bukan teman yang baik buat kamu. Aku akan tetap ada di samping lo, aku gak akan biarin kamu sendirian.) ucap Natali sambil mengusap buliran air yang mengalir di pipinya.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2