
Natan terus di cecar oleh kedua orang tuanya mengenai pendamping hidupnya.
‘’Nah itu pah yang Natan pikirkan, untuk mencari pacar yang mau menerima aku apa adanya tanpa memandang harta dan tahta itu sangat sulit di jaman sekarang pah’’ Jawab Natan.
‘’Bagus, itu baru anak papah, cobalah kamu cari’’ Sahut Badang sang ayah.
‘’Iya pah, aku juga sudah punya rencana tapi nanti setelah proyek ini selesai’’ Kata Natan.
Setelah sarapan pagi Natan pun berangkat ke kantor sedangkan ayah Badang pergi ke bogor untuk beberapa minggu kedepan.
Sore hari dirumah bibi Murni kedatangan tamu yaitu anak bos di tempat kerjanya paman Balmon yang masih muda dan anak orang kaya, mereka duduk diruang tamu sembari mengobrol.
‘’La, cepat minumannya mana’’ kata bibi kepada Layla.
‘’Iya bi sebentar’’ Jawab Layla dari dapur.
Tak lama kemudian Layla datang sambil membawa minuman dan cemilan, ia menaruhnya diatas meja.
‘’Silahkan diminum’’ Ucap Layla ramah lalu ia kembali ke dapur.
‘’Siapa dia om’’ Kata Bruno rekan kerjanya paman Balmon.
__ADS_1
‘’Dia keponakanku’’ Jawab paman Balmon.
‘’Cantik juga keponakannya om’’ Kata Bruno sambil tersenyum, ‘’boleh aku berkenalan dengannya?’’ Sambung Bruno lagi.
‘’Boleh, mah panggilkan Layla kesini’’ Jawab paman Balmon dan menyuruh istrinya.
‘’Iya pah’’ Sahut bibi Murni dengan muka yang sinis lalu berjalan menghampiri Layla.
‘’Hei kamu, cepat kesini, awas jangan macam-macam’’ Kata bibi Murni kepada Layla sambil menarik tangan.
Layla mengikuti langkah bibinya menuju ruang tamu namun ia tak boleh untuk duduk, Layla hanya berdiri di samping bibinya.
‘’La, ini nak Bruno mau berkenalan dengan kamu’’ kata paman Balmon.
‘’Aku Layla’’ Jawab Layla sambil menunduk.
Setelah berkenalan layla berjalan kebelakang meninggalkan mereka yang masih mengobrol diruang tamu.
Hari demi hari hubungan Layla dan Bruno semakin akrab, mereka sering pergi bersama untuk shoping atau sekedar makan siang, membuat hati Marsa panas di bakar api cemburu.
‘’Kurang ajar! Kenapa Bruno lebih memilih Layla dari pada aku, apa sih hebatnya dia, lebih cantikan aku di banding Layla’’ Gerutu Marsa yang setiap hari melihat kedekatan Layla dengan Bruno.
__ADS_1
‘’Awas saja, aku akan hancurkan hubungan kalian’’ Marsa masih jengkel dan kesal melihat hubungan mereka yang semakin akrab.
‘’Aku akan buat kamu menyesal La, kamu tak boleh bahagia, Bruno harus jadi milikku seutuhnya’’ Marsa masih menggerutu dan meremas tangannya sendiri.
Hari berikutmya seperti biasa setelah pulang sekolah Layla berangkat ke restoran, namun setelah mengenal dengan Bruno ia selalu diantar olehnya dengan menggunakan moge yang harganya mahal.
‘’Nanti sore aku jemput kamu yah’’ Kata Bruno sambil tersenyum.
‘’Terserah kamu saja mas, baiklah aku masuk dulu sampai ketemu nanti’’ Jawab Layla dengan membalas senyuman.
‘’Oke, dadah...’’ Ucap Bruno lalu ia kembali melajukan sepeda motornya.
Layla berjalan masuk kedalam restoran dan mulai bekerja, sedangkan di seberang jalan didepan toko, Marsa dengan sinisnya menatap ke restoran tersebut.
‘’Rupanya dia kerja disini dan diantar oleh Bruno, awas yah, akan ku buat kalian sengsara’’ Gumam Marsa dengan muka yang marah.
‘’Aku harus cari cara untuk mendapatkan Bruno, dia harus jadi milikku’’ Sambung Marsa lagi sambil mengepalkan tangannya.
Sore harinya Bruno menjemput Layla dan mengajaknya jalan-jalan ke taman kota, setelah malam Bruno mengantar Layla kembali kerumah pamannya.
‘’Makasih kamu sudah mengantarku mas’’ Kata Layla sambil memberikan senyuman manisnya.
__ADS_1
‘’Iya, apa sih yang enggak buat wanita cantik seperti kamu ini’’ Jawab Bruno dengan membalas senyuman.
*BERSAMBUNG*