
Perkelahian yang sengit dan saling berusaha mengalahkan lawannya, sang preman terus mengayunkan sebalok kayu ke arah laki-laki itu, ‘’wush..wush..wush..’’.
‘’Aku harus secepatnya melumpuhkan dia’’ Gumam laki-laki itu dalam hatinya. ‘’aku tak mungkin menggunakan kekuatanku karena ada wanita itu’’ Sambungnya lagi dalam hatinya.
‘’Sretz..wush..wush..bugh..bugh..dugh..dugh..bugh..bugh..plak..plak..brughh’’ Laki-laki itu segera menyerang dengan pukulan dan tendangan, alhasil ia berhasil mengenai preman itu hingga tersungkur ke tanah.
‘’Brakhh..auwh..’’ Preman itu terjatuh ke tanah lalu tak sadarkan diri.
‘’Hei, kamu sudah aman pulanglah!’’ Kata laki-laki itu kepada Layla dan segera meninggalkan tempat itu.
‘’Tunggu!’’ Ucap Layla keluar dari persembunyiannya, ‘’tunggu!’’.
Layla berlari mengejar laki-laki itu ‘’tunggu!’’, Namun laki-laki itu terus melangkahkan kakinya. ‘’tunggu dulu!’’ Layla terus berusaha mengejar laki-laki tersebut hingga ia jatuh ‘’brugh..auwh’’.
Laki-laki itu menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, ‘’sudahlah jangan kejar aku, lebih baik kamu pulang saja’’ Ucapnya dengan senyuman kecil.
‘’Tunggu dulu, aku belum berterima kasih kepadamu’’ Jawab Layla yang berusaha bangkit.
‘’Terima kasih kamu telah menolongku, kalau boleh tahu siapa nama kamu?’’ Kata Layla.
‘’Sudahlah kamu gak perlu tahu siapa aku, lebih baik kamu pulang saja’’ Ucap laki-laki itu lalu pergi meninggalkan Layla.
__ADS_1
‘’Baiklah’’ Kata Layla dengan muka yang cemberut karena belum tahu siapa nama laki-laki yang telah menolongnya itu.
Keesokan harinya seperti biasa setelah pulang dari sekolah Layla harus bekerja di restoran, Tak lama kemudian Miya datang menghampirinya, ‘’hai La, gimana kabar kamu?’’ sapa Miya.
‘’Rupanya kamu Miy, bikin kaget aku saja, kabarku baik saja seperti yang kamu lihat’’ Jawab Layla sambil menoleh kepada sahabatnya.
‘’Gimana, apa kamu betah kerja disini?’’ Tanya Miya sambil duduk.
‘’Betah dong, pamanmu sangat baik kepadaku’’ Jawab Layla dengan senyumannya.
‘’Syukurlah kalau kamu betah kerja disini’’ Sahut Miya.
‘’Oh iya kamu mau makan apa, biar aku ambilkan?’’ Tanya Layla.
‘’Baiklah kamu tunggu disini dulu, aku akan bawakan untukmu’’ Jawab Layla dan segera pergi meninggalkan sahabatnya.
Tak lama kemudian Layla datang sambil membawa makanan untuk Miya, ia menemani sahabatnya sampai selesai menyantap hidangan itu.
Setelah sore hari Layla pulang dari restoran itu, ia berjalan dan ke depan lalu naik ojeg. Sesampai dirumah Layla melihat sang bibi dengan sepupunya sedang mengomel-ngomel tanpa henti.
Layla lalu masuk kedalam dan bibi serta sepupunya langsung berhenti bersuara dengan tatapan tajamnya kearah Layla.
__ADS_1
‘’Dari mana aja kamu?’’ Tanya bibi Murni.
‘’Dari luar bi’’ Jawab Layla.
‘’Saya tahu kamu dari luar, tapi dari mana? Jam segini kamu belum masak, kami pulang dari luar kota bukannya di sambut dengan makanan enak malah boro-boro ada makanan’’ Ucap bibi dengan marahnya.
‘’Paling dia habis seneng-seneng diluar, kesempatan kan gak ada kita dirumah jadi dia bisa seenaknya’’ Celetuk sang sepupu dengan muka sinisnya.
‘’Aku kerja bi’’ Kata Layla dengan nada takut.
‘’Kerja apaan kamu? Emang siapa yang mau mempekerjakan orang sepertimu?’’ Sepupunya masih merasa muak dengan Layla.
‘’Kerja jadi pelayan’’ Kata layla.
‘’Emang pantas sih kamu jadi pelayan’’ Ucap sepupunya lagi.
‘’Baguslah kalau kamu sudah kerja, jadi kamu gak jadi gelandangan setelah pergi dari rumah ini’’ Kata sang bibi sambil berkacak pinggang.
‘’Udah sana kebelakang, bikinin kami makanan yang enak’’ Sambung bibi Murni lagi.
Layla berjalan kebelakang dengan meneteskan air dari matanya lalu masuk kedalam kamar serta mengunci pintunya.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*