
Layla sesekali melirik kepada Natan yang hanya diam saja.
‘’Memangnya kamu asli mana?’’ Tanya Martis lagi sambil menoleh kebelakang sebentar.
‘’Saya dari Lebaksiu pak’’ Jawab Layla lagi.
‘’Kamu lulusan apa?’’ Tanya Martis penuh selidik.
‘’Saya lulusan SMA pak’’ Jawab Layla memberitahu.
‘’Kenapa kamu gak lanjutin pendidikan dulu?’’ Martis terus bertanya kepada Layla.
‘’Sebenarnya ingin sih pak, tapi biaya untuk kuliah sangat mahal, sedangkan kedua orang tua saya sudah meninggal’’ Jawab Layla terus terang.
‘’Menarik juga, dia tidak malu untuk mengakui jati dirinya berbeda dengan wanita yang pernah aku temui’’ Gumam Natan dalam hatinya.
Natan menoleh dan memandangi wajah Layla yang begitu ceria tanpa merasa ada beban yang dia pendam.
Tiba-tiba Martis mengerem mobilnya secara mendadak karena menghindari kucing yang lewat.
‘’Aduh’’ Keluh Layla sambil memegangi keningnya.
‘’Kamu gak papa?’’ Tanya Natan sambil mengusap keningnya Layla.
‘’Ya Allah, kenapa dadaku sesak dan degup jantungku seperti habis lomba maraton gini, ada apa denganku?’’ Gumam Layla dalam hati sambil memperhatikan wajah Natan yang sangat dekat dengan wajah dirinya.
‘’Ekhm..ekhm..’’ Martis berdehem dan berhasil membuat kedua orang yang duduk dibelakang salah tingkah.
__ADS_1
‘’Eh sorry La, kos kamu masih jauh gak’’ Kata Martis bertanya.
‘’Sudah deket kok pak, saya turun di sana saja yang rumahnya berwarna hijau’’ Jawab Layla memberitahu.
‘’Baiklah’’ Ucap Martis.
Setelah sampai Layla pun turun dari mobil tersebut, ‘’Terima kasih pak atas tumpangannya’’ Ucap Layla kepada Martis.
‘’Iya sama-sama’’ Jawab Martis.
Keesokan harinya Layla sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, Natali datang menghampiri.
‘’Lo tadi malam pulang jam berapa?’’ Tanya Natali.
‘’Sekitar jam sembilan malam’’ Jawab Layla sambil menoleh.
‘’Lo naik apa kok gue gak denger ada suara motor?’’ Natali masih bertanya.
‘’What! Jangan bilang lo tadi senyum-senyum karena ini’’ Ucap Natali.
‘’Ya gitu deh’’ Sahut Layla.
‘’Ya sudah ayo berangkat nanti kesiangan’’ Natali mengajak Layla untuk segera berangkat.
‘’Oke, ayo’’ Jawab Layla semangat.
Sesampainya di perusahaan, kak Rani langsung menghadang mereka Layla diajaknya ‘’sekarang kamu pindah ke lantai atas, kamu harus membersihkan ruangan CEO’’ Kata kak Rani.
__ADS_1
‘’Baik kak’’ Jawab Layla.
Layla segera mengambil peralatan kerjanya dan menuju keruangan CEO, Ia takut kalau pak Martis datang dan ruangan belum bersih ia pasti kena marah.
‘’Bismillah, aku harus semangat’’ Ucapnya lirih sambil mulai bekerja.
Layla membersihkan lantai dan membersihkan kaca jendela dengan cepat supaya ketika pak Martis datang ruangan itu sudah bersih dan rapih.
‘’Nih buat kamu’’ Suara bariton dari belakang yang mengagetkan Layla.
Layla mendongakkan kepala, ‘’ini apa pak?’’ Tanya Layla.
‘’Tadi mamah saya buat kue buat bekal bapak’’ Jawab Martis.
‘’Kok malah di kasih ke saya pak, ini kan bekal bapak’’ Ucap Layla yang tak enak hati.
‘’Gak papa, tadi saya sudah kenyang karena makan kue ini dirumah’’ Balas Martis lagi dengan senyumannya.
‘’Ya Allah, cobaan apa lagi, jangan engkau dekatkan hamba dengan orang yang sulit aku gapai’’ Gumam Layla yang merasa ada sesuatu dibalik semua itu.
‘’Terima kasih pak’’ Akhirnya Layla menerima kue tersebut.
‘’Ya sudah kamu lanjut kerjanya’’ Kata Martis.
‘’Pak apa boleh saya bertanya?’’ Kata Layla yang inguin bertanya.
‘’Ada apa La, bicara saja jangan sungkan’’ Jawab Martis.
__ADS_1
‘’Apa boleh saya digantikan sama karyawan yang lain, karyawan yang sudah lama bekerja disini jadi lebih cekatan dalam bekerja’’ Ucap Layla meberanikan diri sambil menunduk.
*BERSAMBUNG*