
Layla masih enggan untuk membuka hatinya, ia berharap menemukan jodoh yang tepat dan sederajat dengan dirinya, ia ingin sekali di gantikan oleh karyawan yang lain.
‘’Tapi pak..?’’ Kata Layla.
‘’Kenapa, apa kamu tidak mau bekerja disini’’ Balas Martis.
‘’Bukan seperti itu pak, tapi saya..’’ Ucap Layla lagi yang langsung dipotong oleh Martis.
‘’Kalau begitu kamu lanjutin kerja, jangan protes’’ Kata Martis lalu ia masuk dan mulai membuka laptopnya.
............
Dirumah mewah dan megah Natan sedang duduk bersama Ayahnya.
‘’Nat, mau sampai kapan kamu memakai seragam OB seperti itu, padahal kamu pemilik perusahaan’’ Kata Badang ayahnya Natan.
‘’Sampai aku menemukan seseorang yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidupku pah’’ Jawab Natan sambil menoleh.
‘’Cepat dong Nat, jangan lama-lama, mamah sudah pengin nimang cucu’’ Ucap mamah Lesley.
‘’Iya mah do’akan saja supaya aku secepatnya menemukan wanita yang aku inginkan’’ Jawab Natan kepada mamahnya.
‘’Baiklah jika kamu masih dalam keputusanmu, tapi papah minta kamu juga harus tetap fokus untuk kemajuan perusahaan’’ Kata Badang menasehati anaknya.
‘’Papah tenang saja, Natan tidak akan kecewain papah dan mamah, sudah ya Natan mau berangkat dulu pah, mah’’ Ucap Natan sekalian pamit kepada orang tuanya.
Sesampainya di kantor Martis langsung menghampiri Natan.
__ADS_1
‘’Mau sampai kapan kamu seperti ini Bos’’ Tanya Martis.
‘’Sampai yang gue inginkan dapat’’ Balas Natan cuek sambil menandatangani berkas-berkas.
‘’Menurutmu bagaimana dengan Layla?’’ Tanya Martis selidik.
‘’Sama seperti yang lain’’ Jawab Natan cuek bebek dan acuh.
‘’Kalau menurutku dia beda dengan yang lain, dia sederhana apa adanya dan dia juga wanita yang tangguh, lo harus coba deketin dia Bos’’ Kata Martis memberi saran.
‘’Kalau kamu suka deketin saja sendiri, gadis bar-bar gitu dibilang bagus’’ Balas Natan ketus.
‘’Jangan terlalu benci Nat, karena benci dan cinta itu cuma beda tipis’’ Kata Martis lagi sambil melirik ke arah kaca ruangan itu.
Layla sedang membersihkan kaca ruangan tersebut, ia tidak tahu kalau terlihat dari dalam.
‘’Manis dan anggun’’ Ucap Natan dalam hatinya.
‘’Cantikkan?’’ Tanya Martis yang berhasil membuyarkan lamunan Natan.
‘’Gak. Biasa aja’’ Balas Natan sambil mengalihkan pandangannya.
Sore harinya Layla sudah berkemas hendak pulang.
‘’La, nanti lo pulang duluan ya soalnya aku dapat jatah lembur’’ Kata Natali ketika melihat Layla sedang berjalan.
‘’Oke, Kamu hati-hati ya’’ Jawab Layla sambil menoleh.
__ADS_1
‘’Lo nanti pesen ojol aja, oh ya nanti pintunya gak usah dikunci jadi kalau lo udah tidur gue gak perlu bangunin lo’’ Kata Natali lagi.
‘’Baiklah, kalau gitu aku pulang dulu’’ Jawab Layla dan langsung pamit.
Layla berjalan keluar dari kantor itu, ‘’mari pak Dono’’ sapa Layla ke satpam perusahaan itu.
‘’Udah mau pulang neng?’’ Tanya pak Dono.
‘’Udah pak, numpang sebentar sambil nunggu ojol datang ya pak’’ Jawab Layla dengan keramahannya.
‘’Iya neng silahkan, tumben gak bareng sama neng Natali?’’ Tanya pak Dono lagi.
‘’Natalinya ada jadwal lembur pak’’ Balas Layla.
‘’Brum brum tit tit’’
Kedua orang itu menoleh ke asal suara motor tersebut.
‘’Mas Natan juga mau pulang?’’ Tanya pak Dono.
‘’Iya pak’’ Jawab Natan ramah.
‘’Ayo naik, biar aku antar kamu’’ Kata Natan kepada Layla.
‘’Saya?’’ Tanya Layla.
‘’Iya kamu, masa pak Dono’’ Sahut Natan.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*