
Sore harinya Natan mengajak Layla untuk pulang, mereka naik mobil dan melesat jauh meninggalkan perumahan elit, sesekali Natan memegang tangan Layla sambil menyetir.
Layla menoleh sambil tersenyum manis kepada kekasihnya itu tanpa sengaja Layla melihat mobil berwarna hitam di belakang mobilnya Natan.
‘’Sepertinya mobil di belakang dari tadi mengikuti kita Nat’’ Ucap Layla memberitahu kepada Natan.
Natan menoleh ke kaca spion dan benar saja ada mobil hitam yang sedang mengikutinya, lelaki itu mulai mempercepat laju mobilnya dan mobil hitam itu terus mengejar dan mempercepat laju mobilnya.
‘’Hati-hati Nat, sepertinya mereka bukan orang baik’’ Kata Layla menasehati.
‘’Pakai sabuk pengamanmu!’’ Balas Natan sambil terus mempercepat supaya bisa terhindar dari kejaran mobil hitam itu.
Di depan ada pertigaan dan melintaslah truk besar mengahadang mobilnya Natan, ‘’Awas Nat!’’ ucap Layla yang melihat mobil truk itu berhenti mendadak di depan.
Natan langsung banting stir, ‘’ciitzzss...’’. Layla memejamkan matanya karena ketakutan. ( kurang ajar! Siapa mereka? ) gumam Natan dalam hatinya.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai Natan berhenti dan sudah berbelok arah berhadapan dengan mobil hitam yang mengejarnya, keluar tiga orang berbadan besar dari mobil hitam tersebut mendekati Natan.
Sedangkan Layla masih pingsan belum sadarkan diri, Natan langsung tancap gas dan berhasil melewati tiga orang itu, ‘’cepat kejar dia!’’ ucap salah satu dari mereka.
Natan di kejar lagi oleh mobil hitam itu, ia terus menghindar dari kejaran mereka. Natan mengambil jalan pintas, ia melewati jalan setapak di sekitar rumah penduduk.
‘’Tin tin’’ berulang kali Natan membunyikan klakson mobilnya supaya warga dapat menepi.
Mobil hitam itu terus mengejar hanya selisih beberapa meter saja, karena Natan tak mengenal medan di wilayah itu alhasil ia menghentikan mobilnya karena jalannya buntu.
‘’Siapa kalian?’’ Tanya Natan sambil turun dari mobilnya.
‘’Kamu gak perlu tau siapa kami. Serang!’’ Balas orang itu lalu menyuruh teman-temannya untuk menyerang Natan.
Perkelahian pun tak dapat di hindari, kedua orang berbadan besar itu terus menyerang Natan secara bergantian, salah satu dari mereka meloncat sambil mengarahkan tendangan ke wajahnya Natan.
__ADS_1
Dengan sigap Natan bergeser sedikit untuk menghindari serangan tersebut, dan orang satunya melayangkan tinjunya berkali-kali namun Natan dapat menagkisnya.
Layla yang masih berada di dalam mobil perlahan membuka matanya sambil memegang kening karena masih pusing, ia melihat Natan sedang berkelahi dengan dua orang berbadan besar.
Layla terus berdoa untuk keselamatan kekasihnya, ia bingung harus minta bantuan kepada siapa, tanpa di sengaja Layla melihat ponselnya Natan yang tergeletak di jok mobil.
Wanita itu langsung meraih ponsel tersebut dan membukanya, ( waduh, ponselnya terkunci lagi? Gimana nih? ) Gumam Layla yang melihat layar ponsel itu.
Natan kelelahan karena perkelahian itu tak seimbang, wajahnya pun banyak goresan-goresan akibat pukulan dari mereka, ( Aku harus bisa melumpuhkan mereka ) gumamnya dalam hati.
Dengan sisa-sisa tenaga dan memutar otaknya, Natan melihat celah untuk melumpuhkan mereka berdua, dengan cepat dan tepat ia melayangkan tinjunya ke tenggorokan lawan serta hidungnya.
Alhasil kedua orang itu jatuh tergeletak di tanah, ‘’kurang ajar! Kamu bisa mengalahkan kedua temanku, hah!’’ bentak orang yang dari tadi melihat pertempuran mereka.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1