Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Kemenangan


__ADS_3

Hati Layla sangat hancur berantakan karena ia baru saja membuka hatinya untuk menerima cinta dari Bruno, namun lelaki itu telah menghancurkannya dalam sekejap mata.


Bruno mencoba menjelaskan kepada Layla tentang kejadian barusan bersama Marsa.


‘’Jelaskan? Apa lagi yang bisa kamu jelaskan dengan perbuatan menjijikan kalian ini?!’’ Kata Layla berteriak kepada lelaki bejat yang telah bercinta dengan Marsa.


Sedangkan Marsa hanya menyunggingkan senyum miring, senyum kemenangan.


‘’Kami...kami khilaf, La’’ Bruno berkata lagi dengan alasan seperti itu, namun Layla tak mau pedulikan perkataan lelaki tersebut.


‘’Khilaf katamu?’’ Kata Layla lalu menoleh kepada Marsa, ‘’bagaimana tidur dengan Bruno Sa? Apa kamu puas?’’ Ucap Layla kepada sepupunya itu.


‘’Tentu saja dia sangat perkasa, membuat aku kelelahan’’ Jawab Marsa dengan senyuman kemenangan, membuat Layla muak melihatnya.


Layla melayangkan tangannya ke arah wajah Marsa namun Bruno mencegahnya, ‘’Layla, hentikan!’’ Teriak Bruno dengan mencekal tangan Layla.


Layla menatap Bruno dengan api amarahnya ditambah lagi lelaki itu malah membela Marsa.


‘’Ternyata Tuhan masih sayang kepadaku mas, Aku diberi firasat dan melihat perbuatan kalian yang menjijikan ini. Jika tidak mungkin kalian akan meneruskan perbuatan ini hingga kita menikah nanti’’ Ucap Layla dengan menahan rasa remuk dihatinya.

__ADS_1


‘’Hei, Jaga ucapanmu La, Jangan bikin malu keluarga ini’’ Kata Marsa yang masih disamping Bruno.


‘’Mempermalukan keluargamu?’’ Ucap Layla dengtan senyuman mencibir.


‘’Siapa yang sudah mempermalukan keluargamu? Apakah aku yang telah melakukan perbuatan terkutuk ini, hah?’’ Sambung Layla lagi dengan sorotan mata tajamnya kepada sepupunya itu.


Cengkeraman Bruno semakin kuat membuat pergelangan tangan Layla sakit, ‘’Kita selesaikan masalah ini baik-baik’’ Kata Bruno.


‘’Kalian selesaikan saja urusan kalian. Aku mau pergi!’’ Ucap Marsa yang tadi sangat bergairah dan mengerang di bawah lelaki bejat ini.


Layla ingin sekali menjambak rambut wanita itu namun Bruno masih mencengkeram dengan kuat sekali.


‘’Lepaskan!’’ Kata Layla sambil menghempaskan tangan lelaki itu dan setelah terlepas, ia langsung bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut.


Sore harinya setelah Layla pulang dari restoran ia kembali kerumah pamannya, baru beberapa langkah dari pintu depan, Layla mendengar obrolan di ruang keluarga, ia mendengar Marsa menangis.


‘’Iya, Pah, Mah. Aku tidak bermaksud merebut mas Bruno dari Layla, tapi mas Bruno yang pertama kali merayuku dan dia bahkan....memperkosa Marsa’’ Kata Marsa bersandiwara kepada orang tuanya.


‘’Oh, rupanya dia sudah lebih dulu bilang sama Paman dan bibi. Dasar wanita penjilat, bisa-bisanya dia bersandiwara kepada orang tuanya’’ Gumam Layla dari balik tembok.

__ADS_1


‘’Astaghfirullah. Mamah sama sekali gak nyangka kalau Bruno bisa berbuat seperti itu, Pah. Terus bagaimana sekarang? Bruno kan pacarnya Layla’’ Kata bibi Murni.


‘’Apa yang kamu bilang itu benar, Marsa?’’ Tanya paman Balmon.


‘’Aku bahkan sedang hamil anaknya mas Bruno, Pah’’ Jawab Marsa bersandiwara.


Hati Layla semakin acak-acakan ingin sekali menyumpal mulut sepupunya itu. ‘’Jika Marsa sudah berbadan dua atau hamil, itu artinya mereka sudah sering melakukannya’’ Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Kamu hamil? Beneran kamu hamil?’’ Tanya bibi Murni.


‘’Iya, Mah. Aku sudah melakukan tes beberapa hari yang lalu’’ Jawab Marsa.


Terdengar suara hembusan nafas berat dari mulutnya paman Balmon.


‘’Kalian tidak perlu khawatir. Aku tidak akan melanjutkan hubunganku dengan Bruno. Jadi kalian bisa memintanya untuk bertanggung jawab pada Marsa’’ Kata Layla tegas membuat mereka menoleh.


‘’Layla?’’ Kata paman Balmon yang terlihat kaget.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2