Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Tergoda


__ADS_3

Akhirnya Bruno memberanikan diri untuk menyentuh Marsa, karena godaan wanita membuatnya tak tahan lagi untuk melahap madu dari wanita tersebut.


‘’Kamu membuatku tak tahan lagi Sa’’ Kata Bruno sambil memeluk Marsa dari belakang.


‘’Apaan sih, maksud kamu apa?’’ Tanya Marsa pura-pura tak tahu.


‘’Kamu membuatku bergairah Sa’’ Jawab Bruno lalu membopong tubuh wanita itu dan membaringkan diatas ranjang.


Dengan ganasnya Bruno menciumi bibir manis wanita itu, akhirnya Marsa pun terbuai oleh ciuman itu membuat dirinya menyambut dengan membuka mulutnya supaya lidah Bruno lebih leluasa bermain dan menelusuri setiap sudut dari bibir manisnya.


Leher jenjang milik Marsa di sapu bersih oleh lidah laki-laki itu, beberapa tanda merah pun tampak terlihat, pakaian mereka juga sudah berserakan di lantai.


‘’Mas pelan-pelan saja biar nikmat’’ Kata Marsa yang berada di bawah tubuh Bruno.


‘’Iya Sa, aku akan pelan-pelan biar kamu suka’’ Jawab Bruno sambiuol menggerakkan pinggulnya maju mundur.


Marsa menikmati setiap dorongan dari senjata milik Bruno yang masuk dan mengenai sumber kenikmatan dari lobang miliknya, laki-laki itu semakin mempercepat mendorong pinggulnya maju mundur membuat Marsa menggeliat kenikmatan.

__ADS_1


Kini giliran Marsa duduk diatas tubuhnya Bruno, ia juga menggerakkan pinggulnya naik turun sambil memegang dada laki-laki yang berada di bawahnya itu.


Sedangkan Layla baru sampai di restoran dan mulai bekerja seperti biasa, ia mengantarkan pesanan ke pelanggan, lagi-lagi ia menabrak seorang pemuda.


‘’Maaf, maaf aku tidak sengaja’’ Kata Layla.


‘’Kamu lagi, sudah dua kali kamu menabrakku di restoran ini’’ Kata pemuda yang telah di tabrak Layla.


‘’Iya aku minta maaf, sekali lagi aku minta maaf, sebagai gantinya aku akan mentraktir kamu itung-itung sebagai permintaan maafku’’ Kata Layla yang tak enak hati kepada pemuda itu.


‘’Gak usah, bawakan saja aku makanan yang kaya kemarin waktu itu’’ Jawab Pemuda itu menyuruh Layla.


Tak lama kemudian Layla datang sambil membawa makanan untuk pemuda itu, ‘’ini pesanan kamu silahkan dinikmati, oh iya terima kasih atas pertolonganmu kemarin, Kenalkan aku Layla’’ Kata Layla setelah menaruh makanan diatas meja dihadapan pemuda itu, ia menjulurkan tangannya memperkenalkan diri.


Namun pemuda itu tak meresponnya, ia pun melahap makanan itu tanpa memperdulikan Layla yang masih berdiri.


‘’Dasar laki-laki aneh’’ Gerutu Layla sambil berjalan meninggalkan pemuda itu.

__ADS_1


‘’Tunggu?!’’ Kata itu berhasil membuat Layla menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri pemuda tersebut.


‘’Ada apa lagi? Apa mau nambah? Atau mau aku buatkan jus?’’ Layla menjawab dengan rentetan pertanyaan.


‘’Duduk!’’ Hanya kata itu yang keluar dari mulut pemuda tersebut.


Layla pun duduk di hadapan pemuda itu, ‘’aku tak bisa menghabiskan semua makanan ini’’ Kata pemuda itu.


‘’Apa mau saya bungkus?’’ Tanya Layla.


‘’Gak, kamu makanlah bersamaku, aku tahu kamu dari pagi belum sarapan’’ Kata pemuda itu membuat Layla bingung.


‘’Kenapa laki-laki ini tahu kalau aku dari pagi belum sarapan, dari mana dia tahu? Siapa dia?’’ Gumam Layla dalam hatinya bertanya-tanya tentang pemuda itu.


‘’Kenapa bengong, ayo makan’’ Kata pemuda itu membuat Layla sadar dari lamunannya.


‘’I..iya’’ Kata Layla gugup.

__ADS_1


Layla akhirnya makan bersama dengan pemuda tersebut, ‘’siapa pemuda ini? Kenapa dia tahu kalau aku belum makan?’’ Gumam Layla dalam hatinya dan terus melahap makanan yang ada di meja. Layla penasaran dengan pemuda itu.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2