
Kedua preman itu meringis kesakitan, mereka kalah hanya dengan satu orang saja.
‘’Cepat kalian pergi dari sini! sebelum aku berubah pikiran, cepat!’’ Bentak orang yang menolong Layla.
Preman itu pun segera lari terbirit-birit, pemuda itu lalu mendekati Layla yang masih ketakutan sambil bersembunyi.
‘’Sekarang sudah aman, ayo keluar’’ Ucap orang itu.
Layla langsung keluar dari persembunyiannya dan langsung memeluk orang itu dengan kondisi sedikit gemetar lantaran takut.
‘’Terimakasih, terimakasih kamu sudah menolong saya untuk yang kedua kalinya’’ Ucap Layla sedikit gemetar.
‘’Apa dia sangat ketakutan sehingga gemetar seperti ini?’’ Gumam orang itu dalam hatinya.
‘’Sudahlah, ayo aku antar kamu pulang’’ Ajak orang itu.
‘’Sekali lagi makasih ya Nat, kamu sudah menolongku’’ Balas layla yang masih memeluk Natan.
‘’Iya, ayo kita pulang’’ Sahut Natan lalu menggandeng tangannya Layla menuju ke sepeda motornya.
‘’Pegangan yang erat supaya tidak jatuh’’ Perintah Natan sambil menoleh kepada Layla.
‘’Iya’’ Jawab Layla lalu memeluk pemuda itu dari belakang.
Mereka pergi menembus gelapnya malam yang sepi. Sepanjang perjalanan mereka saling membisu tak ada yang bicara.
__ADS_1
‘’Rupanya dia baik juga gak begitu buruk, walaupun terkadang sangat menyebalkan? Kenapa aku merasa nyaman bersamanya?’’ Gumam Layla dalam hatinya sambil terus memeluk pemuda itu.
‘’Kasihan sekali dia, aku harus selalu melindunginya. Hah, kenapa aku jadi kasihan sama dia? ada apa denganku?’’ Gumam Natan bertanya pada dirinya sendiri dalam hati.
Keesokan harinya Layla sedang mempersiapkan bekal untuk dibawa ke tempat kerjanya, Natali menghampirinya.
‘’Tumben lo bawa bekal?’’ Sapa Natali yang mengagetkan Layla.
‘’Eh kamu, ngagetin aja sih’’ Balas Layla sambil menoleh.
‘’Lagian aku perhatikan kamu senyum-senyum sendiri, ada apa nih?’’ Sahut Natali dan bertanya.
‘’Siapa yang senyum-senyum, ini buat Nat..eh bekal ini buat makan siang aku lah’’ Jawab Layla yang hampir keceplosan.
‘’Kenapa lo jadi gugup gitu, ada apa sih?’’ Tanya Natali yang penasaran.
‘’Lagian mau di kasih ke orang juga gak papa kali, gak usah di tutupi’’ Sahut Natali lagi sambil cengengesan.
‘’Beneran ini buat makan siang aku, ih kamu?’’ Jawab Layla sambil memanyunkan bibirnya.
‘’Iya deh yang waras ngalah’’ Ucap Natali meledek.
‘’Ih kamu ini, awas yah?’’ Balas Layla yang hendak mencubit, namun Natali langsung menghindar.
‘’Ha ha ha, gak kena’’ Ledek Natali sambil cengengesan.
__ADS_1
‘’Sudahlah, ayo kita berangkat’’ Ajak Layla.
‘’Ayo’’ Balas Natali.
Mereka berdua pun langsung berangkat bekerja, beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kantor lalu mereka berpisah, Layla melihat Natan yang sedang berjalan.
‘’Natan tunggu!’’ Ucap Layla sedikit berteriak sambil mengejar pemuda itu.
‘’Ada apa?’’ Tanya Natan.
‘’Nih buat kamu’’ Ucap Layla sambil memberikan bekal yang sudah di bawanya.
‘’Bekal?’’ Ucap Natan melihat apa yang di pegang oleh Layla.
‘’Iya, sebagai tanda terimakasih karena kemarin kamu sudah menolongku’’ Kata Layla sambil tersenyum.
‘’Gak usah, aku ikhlas nolongin kamu’’ Jawab Natan lalu hendak berjalan lagi.
‘’Tunggu dulu Nat, aku juga ikhlas kasih bekal ini buat kamu, jangan di tolak dong’’ Ucap Layla merayu.
‘’Ih, kok maksa sih’’ Kata Natan.
‘’Iya, soalnya aku gak mau punya hutang budi sama kamu’’ Balas Layla merajuk.
‘’Oh jadi kamu gak mau punya hutang budi sama aku’’ Ucap Natan sambil mendekati Layla.
__ADS_1
‘’Ih, kenapa dia malah mendekat, malah mepet banget lagi’’ Ucap Layla dalam hatinya.
*BERSAMBUNG*