
Mobil hitam yang mengikuti penculik itu semakin cepat untuk menyalip mobil penculik itu, ‘’citzhh...’’ mobil hitam itu langsung memblokir jalan dan berhenti.
‘’Kita turun dan kamu jaga mereka’’ Kata salah satu penculik itu lalu turun dari mobil untuk menemui orang yang mengikuti tersebut.
‘’Siapa kalian? Kami tidak punya urusan dengan kalian, cepat minggir sebelum kami menghajar kalian!’’ Kata penculik yang berbadan besar kepada empat orang yang mengendarai mobil hitam itu.
‘’Siapa bilang tidak ada urusan, serang mereka!!’’ Jawab orang itu dan menyuruh anak buahnya untuk menyerang penculik itu.
Mereka saling adu pukulan, perkelahian pun terjadi begitu sengit, ‘’bugh..plak..dugh..’’.
Salah satu dari orang yang mengikuti menghampiri mobil penculik itu lalu melawan sang sopir, setelah mengalahkan sopir, orang tersebut memindahkan Layla dan Nana.
Layla yang sudah sadar langsung memberontak ketika orang itu hendak membawa dirinya dan Nana.
‘’Diamlah nona, kami hanya ingin menyelamatkan kalian’’ Kata orang itu kepada Layla.
‘’Aku tidak percaya, pasti kamu kelompok mereka’’ Ucap Layla yang masih berontak.
‘’Harap tenang nona, kami jamin tidak akan menyakiti kalian, kami akan mengantarkanmu pulang’’ Kata orang itu menjelaskan.
‘’Apa dia jujur, mudah-mudahan perkataannya bisa di percaya’’ Gumam Layla dalam hati.
‘’Biarkan aku yang menggendong anak kecil ini nona’’ Orang itu berkata lagi.
__ADS_1
‘’Tidak usah, biar aku saja’’ Jawab Layla sambil menggendong Nana yang belum sadar.
Orang itu lalu menelefon seseorang.
‘’Hallo Dirot, kami berhasil menyelamatkan tuan muda kecil dan seorang gadis yang bersamanya’’ Ucap orang itu di sambungan telefon.
‘’Bagus, antarkan gadis itu ke kosannya’’ Balas Dirot di seberang telefon.
‘’Baik’’ Orang itu lalu menutup sambungan telefon.
Layla dan Nana pun ikut ke mobil orang tersebut dan melaju kencang, lima belas menit kemudian sampailah mereka di depan kosannya Layla.
‘’Kenapa mereka tau tempat kos ku?’’ Tanya Layla dalam hati.
‘’Silahkan turun nona’’ kata orang itu.
‘’Terimakasih telah menolong kami’’ Kata Layla kepada orang itu.
‘’Sama-sama nona, itu sudah menjadi tugas kami’’ Jawab orang itu sambil tersenyum ramah.
Layla melihat gambar naga tanda genk atau kelompok mereka di lengan lelaki itu, mobil itu pun pergi melesat jauh.
Sedangkan Natan baru saja sampai, ia langsung menemui Martis yang sedang panik.
__ADS_1
‘’Ada apa Tis, apa yang terjadi?’’ Tanya Natan penasaran.
‘’Ada yang meretas data perusahaan dan sebagian data itu sudah di curi mereka namun belum semuanya.’’ Kata Martis menjelaskan.
‘’Kurang ajar! Siapa yang berani bermain denganku?’’ Ucap Natan geram.
‘’Alu, cepat kamu cari tahu siapa yang sudah meretas data perusahaan’’ Kata Natan menyuruh Alu yang bekerja sebagai IT di perusahaan milik Natan.
‘’Sepertinya mereka bukan orang sembarangan tuan, saya sudah lacak jejak mereka tapi tidak terdeteksi siapa pelaku sebenarnya’’ Kata Alu menjelaskan.
‘’Apa mungkin om Clint yang melakukannya?’’ Tanya Martis kepada Natan.
‘’Bukan, om Clint juga dalam masalah besar karena kontrak kerja samnya tidak berjalan dengan baik’’ Jawab Natan.
‘’Lalu siapa?’’ Tanya Alu.
‘’Kita tidak boleh percaya dengan apa yang kita dengar tanpa melihat langsung, saya kira ada pihak ketiga yang mengadu domba’’ Kata Natan.
‘’Apa kamu sudah bisa melacaknya?’’ Tanya Natan kepada Alu.
‘’Saya sedang berusaha tuan’’ Jawab Alu sambil jari-jarinya mengotak-atik laptop. ‘’sepertinya mereka punya hacker yang cukup handal tuan’’ sambung Alu lagi.
‘’Keluarkan semua kemampuanmu dan ambil data itu lagi’’ perintah Martis kepada Alu.
__ADS_1
‘’Siapa yang berani-berani bermain dengan MC corp’’ Kata Natan sambil mengepalkan tangan.
*BERSAMBUNG*